Malam Minggu Jomblo

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 August 2017

Jomblo adalah mereka yang ingin hidup bebas dan mandiri tanpa ada ikatan hubungan dengan lawan jenis. Jomblo juga bukan berarti tak laku hanya saja mereka masih ingin menjalin status pertemanan saja. Malam yang menyeramkan bagi jomblo adalah ketika malam minggu, mereka hanya bisa menonton tv, main game dan yang paling menyeramkan melihat orang lagi pacaran.

Malam minggu pertama di tahun 2017 ini aku memutuskan untuk duduk di teras rumahku sambil memandangi pengguna jalan yang sedang lewat depan rumahku. Aku membuka laptop kesayanganku sambil memutarkan lagu galau. Menikmati dinginnya udara pada malam hari ini serta bintang-bintang yang bertebaran di langit, aku ke dapur membuat kopi untuk sekadar menghangatkan tubuh. Setelah itu aku kembali lagi ke teras rumahku. Aku melihat sepeda motor berhenti di depan rumah saudaraku. Tampaknya pria ini akan bermalam mingguan dengan saudara sekaligus tetanggaku. Setelah melepas helmnya terlihat dia mengambil sesuatu dari sakunya, ternyata sisir rambut. Dia menyisir rambutnya sambil memandangi kaca spion motornya. Kemudian dia masuk ke dalam rumah saudaraku.

Namanya dina, dia sekarang duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 11, sedangkan yang tadi naik motor itu adalah pacarnya namanya edo. Mereka jadian sudah sejak satu tahun yang lalu dan tiap malam minggu, edo selalu rutin untuk pergi ke rumah dina. Informasi tersebut aku dapatkan dari dina sendiri dan hasil pengamatanku setiap malam minggu, maklumlah aku Cuma berbeda satu tahun dengan dia, jadi ya kita sering main bareng dan ngobrol bareng.

Selang beberapa menit edo dan dina keluar rumah, mereka terlihat sangat mesra sekali. Mereka perpamitan dengan orang tua dina. Dan bergegas pergi untuk mencari kesenangan di malam minggu.

Itulah kegiatanku selama malam minggu terakhir ini mengamati edo dan dina yang bermalam minggu. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 mereka belum pulang juga, “kenapa juga aku mengurusi mereka” batinku, sementara aku sudah ngantuk berat, akhirnya aku sudahi kegiatanku malam minggu ini. namun sebelum tidur aku sempat berpikir “kapan ya aku bisa bermalam mingguan dengan cewek, datang ke rumah orangtuanya, meminta restu, dan kami bisa ngobrol-ngobrol dengan asik” pikirku. Melihat kemesraan edo dan dina aku menjadi iri, aku juga pengen seperti mereka bisa mencari kesenangan di malam minggu. Tidak hanya malam minggu Cuma duduk di teras saja memandangi mereka yang bermalam mingguan dengan pasangannya masing-masing. “tapi dengan siapa? Pacar aja aku tidak punya? Sudahlah nanti kalo udah waktunya pasti aku juga akan bermalam mingguan seperti edo dan dina atau siapa tau besok ada cewek yang menaksirku” pikirku sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Tak terasa udah malam minggu lagi” batinku. Seperti biasanya malam minggu ini kegiatanku hanya di rumah saja, melihat orang-orang yang bermalam mingguan dan juga mengamati edo dan dina. Semakin hari hubungan mereka berdua semakin mesra, terkadang edo ke rumah dina tidak hanya di malam minggu saja tetapi dihari-hari lain terkadang edo juga menjemput dina waktu berangkat ke sekolah. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 edo belum datang juga. Setelah sepuluh menit kemudian edo datang namun dia tidak sendiri, dia membawa sebuah kado serta ditemani juga oleh teman-teman lainnya. Ternyata hari ini adalah ulang tahun dina. Aku lupa kalo tadi pagi dina bilang nanti sore kalo tidak ada acara aku disuruh untuk main ke rumahnya.

Sebelum mereka masuk ke rumah dina, edo terlihat sedang berdiskusi dengan teman-temannya. aku bergegas untuk ganti pakaian dan menghadiri acara ulang tahunnya dina. “Aku memilih baju yang paling bagus, siapa tau nanti teman dina ada yang naksir aku” pikirku hehehe. Sewaktu aku sedang berpakaian ada yang mengetok pintu rumahku.

“tok tok tok, assalamualaikum”.
“waallaikumsalam, eh dina ada apa din” ?jawabku.
“seperti yang aku sampaikan tadi pagi kakak masih ingat kan?” katanya.
“oh iya din ini juga sudah mau pergi ke rumahmu” jawabku.
“oke kak, aku tunggu di rumah ya, dandan yang cakep temenku banyak yang masih jomblo lo” candanya sambil tertawa.

Kemudian aku pergi ke rumah dina dengan pakaian yang rapi dan penuh percaya diri.
“assalamualaikum,”.
“waallaikumsalam kak, silakan masuk” jawab dina.
“perkenalankan ini saudaraku, namanya riko” kata dina memperkenalkanku kepada teman-temannya.
“hay semuanya salam kenal” sapaku kepada teman-teman dina sambil tersenyum penuh percaya diri. Teman-teman dina merespon dengan tersenyum.

Acara pun dimulai, kami semua menyanyikan lagu happy birthday secara bersama-sama. Setelah itu acara tiup lilin, edo dan dina meniup liin secara bersamaan mereka terlihat sangat bahagia sekali. Dan tibalah pada acara yang ditunggu-tunggu yaitu pemotongan kue, ternyata potongan pertama kue dina diberikan kepada edo. Saat edo menerima kue dari dina, edo membalasnya dengan mencium kening dina sambil berkata “aku beruntung memiliki pacar secantik dan sebaik kamu, semoga kamu panjang umur dan selalu diberikan kesehatan”. Aku yang melihatnya menjadi iri. Kemudian para teman-teman dina meresponnya dengan memberikan tepuk tangan dan ucapan selamat.

Acara pun diakhiri dengan makan-makan. Aku sudah tidak memperhatikan edo dan dina lagi, kini pengamatanku tertuju kepada salah satu temannya dina. Dia terlihat sangat cantik sekali apalagi dengan gaun yang dia pakai terlihat seperti Cinderella. Tingginya kelihatannya sama denganku, yang membuatku tertarik dengannya adalah senyumnya. Senyum yang penuh kedamaian dan begitu manis.

Kemudian aku segera mencari dina untuk menanyakan informasi tentang temannya itu.
“din, temanmu yang itu namanya siapa?” tanyaku sambil menunjuk ke arah teman dina.
“oh itu to kak, namanya risma. kenapa dengan dia? jangan-jangan kakak suka.” katanya.
“enggak, kakak cuma tanya aja” jawabku.
“beneran Cuma Tanya aja? dia masih jomblo lo kak” katanya.
“beneran dia masih jomblo? Kamu enggak bohong kan?” tanyaku dengan penuh penasaran.
“iya beneran, mumpung dia masih jomblo kejar aja kak daripada kakak nanti nyesel, dia orangnya baik kok” jawabnya.

Aku mengambil dua gelas minuman dan menghampiri risma.
“hay, mau minum?” sapaku pada risma.
“oh iya kak, terima kasih banyak ya” jawabnya sambil tersenyum.
“perkenalkan namaku risma kak, salam kenal” ucapnya.
“salam kenal, kok kamu sendirian aja?” tanyaku.
“iya kak, aku baru putus sama pacarku, kakak juga sendirian aja?” jawabnya
“enggak kok, kakak enggak sendirian kan ditemani sama kamu” ucapku sambil tersenyum.
“ah kakak bisa aja” jawabnya terlihat mukanya memerah.

Sejak saat itu aku semakin akrab dengan risma, malam mingguku kini tidak hanya mengamati edo dan dina berpacaran tetapi kini impianku bermalam minggu akhirnya terwujud. Setiap malam minggu aku pasti menghabiskan waktu dengan risma, mengunjungi rumahnya, meminta izin kepada orangtuanya dan menikmati malam mingguku dengan tertawa bersama risma.

Cerpen Karangan: Wahyu Setyo Pambudi
Facebook: Wahyu Setyo Pambudi

Cerpen Malam Minggu Jomblo merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I’m Telatan Not Teladan

Oleh:
Senin pagi seperti biasa Indah berangkat sekolah dengan tergesa-gesa. Karena, lagi-lagi dia harus mengalami suatu kejadian yang membuatnya gelisah, Terpepet Waktu! “Pukul 06.45,” desis Indah sambil mempercepat langkah setengah

Kasih Tuhan

Oleh:
Ini adalah cerita gue sama keluarga gue. Gue adalah Stella Lukitasari, perempuan, 16 tahun, SMA FV1. Tentunya kalian semua pernah merasakan rasanya punya keluarga. Gue punya keluarga yang terdiri

Gara Gara Alien

Oleh:
“Bruuugh.” Suara dentuman keras terdengar di pelataran rumahku. Tanpa melirik ke sana ke mari, segera kuambil sandal jepit yang tersandar di belakang pintu. “Kreeek, teoott.” Pintu ku buka perlahan.

Masa Masa Yang Tak Akan Kembali

Oleh:
“Rumah Angker Pondok Indah, Kaw*n Kontrak 3, Per*wan Seberang, cih, apaan nih, engga jelas banget nih film film Indonesia.” Aku menggerutu sendiri, lirih, melihat daftar filem filem Indonesia yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *