Mangapa Kebohongan Lebih Dihargai Daripada Kejujuran

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 September 2017

Suatu hari sedang ada classmeeting di sekolahku dan pada saat itu juga akan ada acara pengambilan rapor, saat itu aku sedang bertanding voli bersama teman-temanku dan hanya fokus pada itu saja tidak ingat yang lainnya karena pada saat itu keadaan sangat panik kerena takut dengan kekalahan, dan ditengah pertandingan temanku mengatakan seseuatu kepadaku
“Hee.. tenang saja tidak papa kok, meskipun mereka curang”. Kata salah seorang temanku.
“Iya”. Jawabku singkat dan mengangguk-angukkan kepala.
Padahal pada saat itu aku tidak mengerti apa yang dikatakan oleh temanku itu dan apa maksudnya, siapa yang melakukannya dan berupa apa kecurangannya, saat itu pun aku sudah tidak bisa fokus dalam pertandingan dan sudah mulai kelelahan, dan akhirnya saat itupun aku kalah dalam pertandingan itu, dan setelah pertandingan itu selesai aku dan teman-temanku pun kembali ke kelas dan temanku bercerita kepadaku tentang pertandingan tadi.

“Hee.. tadi lo mereka curang masak setiap saat serven hanya satu orang yang sering melakukannya sedangkan yang lainnya hanya beberapa kali saja, kalau begitu caranya kita juga bisa menang”. Kata temanku denagn nada kesal.
“Sudahlah tidak apa-apa, walaupun begitu waktu tidak bisa diputar kembali, dan meskipun begitu kita sudah dianggap menang dengan semua kejujuran kita”. Jawabku.
“Iya.. nggak papa daripada kelasku sudah kalah dari awal”. Kata temanku dari kelas lain.

Setelah semua perbincangan itu aku pun pergi dari kelasku dan pergi ke parkiran untuk mengambil sepedaku dan pergi pulang, akan tetapi di tengah perjalananku itu aku pun berpikir akan apa semua yang dikatakan dan diceritakan oleh teman temanku tadi bahwa sebuah kebohongan lebih dibanggakan dan dihargai daripada sebuah kejujuran walaupun itu sedikit ataupun banyak itulah masalah pertama yang aku sadari.

Suatu hari hari petama masuk sekolah setelah libur panjang dan saat itu sedang jam kosong aku berbincang-bincang dengan temanku.
“Ngel.. kamu kan anak Pik-R ya tanyakan ini pada Bela”. Kata Dila
“Iya.. kenapa dan apa pertanyaannya”. Jawab angel
“Kenapa kebohongan itu lebih dihargai daripada kejujuran”. Tanya dila
“Maksudnya”. Tanya balik Angel.
“Nggak ngerti, begini lo.. contohnya kamu dapat nilai jelek dimarahi kan sama orangtuamu dan sedangkan kamu dapat nilai bangus bahkan 100 kamu dipuji-puji dan disanjung padahal hasil itu nggak murni dari usaha dan pikiran kamu sendiri akan tetapi orangtua kita lebih menyukai kebohongan itu daripada sebuah kejujuran yang terkadang (meskipun sering) membuat nilai kita jelek”. jelasku pada angel.
“Iya sih akan tetapi jika nilai kita bagus kita senang dan membuat kita tidak dimarahi dan membuat orangtua kita kagum kan”. Jawab Angel.
“Tapi itu kan hasil yang nggak jujur dan apa yang membuat senang orangtua kita dengan semua kebohongan itu?”. Tanya Dila dengan nada keras.
Dan Angel pun hanya bisa terdiam, aku pun berpikir benar apa yang dikatakan oleh Dila kedua kalinya aku menemui sebuah masalah yang melibatkan bahwa sebuah kebohonagn itu lebih dihargai daripada sebuah kejujuran bahkan itu orangtua kita sendiri.

Dari kedua masalah itu aku pun mulai belajar lebih baik jujur daripada bohong. akan tetapi bagi manusia semua itu terbalik, dan aku pernah mengalami semua itu, orangtuaku lebih suka dengan nilai yang bagus padahal itu dari semua kebohonganku, sedangakan jika aku mendapat nilai jelek orangtuaku kecewa padahal itu semua dari kejujuranku, sekali lagi manusia telah membalik semua fakta bahwa kejujuran lebih baik dari sebuah kebohongan, walaupun kejujuran itu hanya sedikit menjadi sebuah kebohongan, itu lebih dihargai daripada sebuah kejujuran, akan tetapi aku tetap percaya bahwa kejujuran adalah lebih baik dari semuanya, bahkan dari sekecil apapun kebohongan tersebut.

Cerpen Karangan: Gita Rohma Utami Asyafiiyah
Facebook: Gita Rohma Utami
Hai namaku Gita Rohma Utami Asyafiiyah biasanya dipanggil Gita umurku sekarang 13 akan 14 tahun hobiku adalah olah raga tapi olahraga yang paling aku sukai adalah voli . Jika ingin berteman bisa berteman lewat facebook: Gita Rohma Utami.
Em@il: gitarohma1604[-at-]gmail.com
Cerpenmu.com

Cerpen Mangapa Kebohongan Lebih Dihargai Daripada Kejujuran merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Kembang Tidur

Oleh:
Tere Liye pernah berkata “Percayalah, sepanjang kita punya mimpi, punya rencana, walaupun kecil tapi masuk akal, tidak boleh sekalipun rasa sedih, rasa tak berguna itu datang mengganggu pikiran”. Kalimat

My Love (Part 2)

Oleh:
Setelah sampai di rumah sakit aku langsung ditempatkan di kursi duduk, rasanya aku tak kuat lagi duduk, aku hanya ingin berbaring. tapi aku hanya bisa menunggu. Setelah Aku berbaring,

I Love You “My Family”

Oleh:
Di pagi hari yang masih gelap, matahari belum menampakkan wajahnya, sebagian orang masih ada yang bersenandung di alam mimpi masing-masing, masih bersembunyi di balik selimut mereka yang hangat dan

Seni Hari ini

Oleh:
“Pemandangannya indah sekali ya, cepat kita harus tiba sebelum langit gelap”. Tiba-tiba “burrr, burr” satu ember air membasahi sekujur tubuh ku. “Reyhan, bangun kamu. Kuliah hey sudah jam berapa

Gadis Cheers Pengalih Perhatian

Oleh:
Ratna si gadis cheers selalu mengalihkan perhatian Toni saat ia berkunjung ke SMA-nya pada hari Jumat. Toni selalu ke sana setelah jumatan karena ada kegiatan ekskul breakdance, dia merupakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *