Mencari Cinta Saat MPLS

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 November 2016

Senang sekali rasanya bisa naik kelas dengan hasil yang cukup memuaskan. Aku naik ke kelas sembilan sebagai peringkat pertama di kelas 8B. Aku berhasil mengalahkan saingan beratku yang bernama Putry. Ia sangat baik dan cantik. Aku sudah lama suka dengannya, tapi dia seolah-olah tidak pernah menganggapku. Lama-kelamaan aku pun mulai membuka hatiku kepada wanita lain. Aku memutuskan untuk melupakannya, apalagi di kelas sembilan aku tidak akan sekelas lagi dengan Putry. Jadi aku bisa melupakannya dengan mudah.

Kebetulan satu minggu lagi di sekolahku akan diadakan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), dan aku sebagai anggota dari OSIS-MPK ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Ini adalah kesempatan untuk aku mencari wanita cantik kelas tujuh yang baru. Aku akan menjadi kakak pembimbing calon murid baru itu. Walaupun Putry juga bagian dari anggota OSIS-MPK, aku tidak peduli karena aku sudah tidak mencintainya lagi.

Walaupun teman-temanku yang lain masih menikmati libur sekolah akhir semester, tapi aku senang bisa bangun pagi dan datang ke sekolah untuk membimbing adik kelas baruku. Karena aku dan rekan-rekan OSIS-MPK lainnya akan diberi nilai tambahan dan juga sebagai kenang-kenangan bisa berkenalan lebih dahulu dengan adik kelas yang baru. Apalagi kita sebagai anggota OSIS-MPK bisa sambil mengerjai mereka, tapi dengan candaan yang biasa-biasa saja tidak berlebihan.

Kembali lagi pada tujuan awal, di tahun terakhir aku membimbing para adik kelas baru, aku ingin mencari sang pujaan hati yang mungkin bisa menggantikan posisi Putry di hati yang penuh duka ini. Aku harus tampil tegas dan berwibawa seperti biasanya agar aku bisa dengan mudah memikat para adik kelasku khusunya wanita.

Hari pertama MPLS, aku ditempatkan di kelas gugus Harimau atau yang nantinya akan dijadikan kelas 7C. Ketika aku memasuki ruangan di gugus Harimau itu aku sama sekali tidak mendapatkan wanita yang cantik, semuanya biasa-biasa saja tidak ada yang spesial. Aku pikir aku harus mencari adik kelas di gugus yang lainnya.
Ternyata bukan aku saja yang berniat untuk mendapatkan wanita cantik dalam kegiatan MPLS ini, temanku yang bernama Iyus pun sedang mencari wanita pujaan hatinya setelah di kelas 8 gagal dalam hubungan percintaannya. Wah, aku punya saingan. Dan saingain itu adalah temanku sendiri. Tapi tak apa-apa kita akan bersaing secara sehat.

Pembina OSIS-MPK menyuruh kami untuk merekrut dua orang siswa yang saat di Sekolah Dasarnya sering menjadi petugas upacara. Sebagai pimpinan di gugus Harimau, aku pun bertanya kepada adik kelas baruku siapa saja di antara mereka yang sering menjadi petugas upacara saat masih di SD. Dan ternyata ada banyak yang mengangkat tangannya. Aku pun kebingungan. Untuk itu, aku dan rekan-rekanku menyeleksi mereka untuk ditampilkan saat upacara pembukaan nanti. Dan alhasil aku menemuka dua orang terbaik. Satu laki-laki dan satu wanita.

Para petugas upacara yang terpilih dari masing-masing gugus pun di giring ke lapangan upacara untuk berlatih. Mereka akan dipilih sebagai pemimpin upacara, pengibar bendera, pembacaan UUD 1945, dan sebagainya. Dan ini merupakan kesempatanku untuk melihat adik kelas yang berparas cantik.

Ketika aku sedang mengajarkan siswa bimbinganku membaca ikrar pelajar, aku pun sempat menoleh ke arah kanan. Di situ ada para siswa baru dari gugus lain yang berlatih bernyanyi untuk paduan suara. Dan aku pun melihat siapa yang menjadi dirijennya. Ternyata dia seorang wanita yang tinggi, putih, dan cantik. Dan dia pun sempat melirik ke arahku. Aku terpesona melihat keelokan wajahnya. Akhirnya aku menemukan juga wanita itu, aku harus berknalan dengannya agar temanku yang bernama Iyus itu tidak mengambilnya dariku. Tapi aku jangan terburu-buru, aku harus menyelesaikan tugasku dulu untuk mengajarkan siswa bimbinganku membaca ikrar pelajar.

Upacara pembukaan pun dimulai. Aku sebagai kakak pembimbing bertugas untuk merapikan barisan pelajar yang tidak terpilih menjadi petugas upacara. Dan sesekali aku melihat ke arah paduan suara yang di situ ada wanita yang menjadi incaranku. Tak lama kemudian Iyus menepak dadaku. Aku terkejut, aku kira ada adik kelas yang tidak sopan.
Iyus berkata kepadaku bahwa dia melihat gadis yang cantik. Dan temanku itu menunjuk ke arah paduan suara. Sial, ternyata dia juga sudah mengetahuinya. Dan yang paling mengejutkan lagi karena temanku itu mengetahui nama gadis tersebut. Ternyata gadis cantik itu adik kelas dari wakil ketua OSIS saat SD. Dan wakil ketua OSIS itu memberitahukan nama gadis itu kepada temanku, Iyus. Nama gadis itu adalah Dila. Aku pun jujur kepada Iyus bahwa aku juga menyukai gadis itu. Tapi dia terlihat seperti tenang-tenang saja. Nampaknya dia ingin bersaing secara sehat.

Ketika upacara berlangsung, aku pun bertanya kepada rekan OSISku di gugus Harimau tentang gadis yang menjadi dirijen di paduan suara itu. Karena rekanku itu satu SD dengan wakil ketua OSIS, dan pasti dia juga tahu tentang wanita bernama Dila itu. Saat aku menanyakan tentang gadis cantik itu, rekanku malah tertawa. Apa menjadi bingung. Setelah dia berhenti tertawa, dia pun menceritakan kepadaku bahwa wanita bernama Dila itu adalah saudaranya sendiri. Apa? Saudara? Coba saja aku menanyakan kepada dia dari awal, pasti aku lebih dulu tau tentang Dila daripada si Iyus. Dila dan rekanku yang bernama Tia itu rumahnya berdekatan dan mempunyai hubungan saudara.

Aku mendapatkan kesempatan emas untuk mencari tahu tentang Dila lewat Tia. Aku belum berani jika harus bertanya langsung kepada Dila. Aku pun mencoba untuk meminta nomor handphone Dila kepada Tia.

Sekarang saatnya para anggota OSIS-MPK memperkenalkan diri di hadapan semua calon murid baru. Aku pun dengan percaya diri memperkenalkan diri di hadapan mereka terutama di hadapan wanita bernama Dila itu. Aku harap dia mendengarkanku dan mengetahui namaku. Setelah itu kegiatan MPLS pun dilanjutkan dengan materi dari guru.

Setelah kegiatan MPLS akan selesai, aku pun meminta nomor handphone Dila kepada rekanku, Tia. Tia pun memberikannya kepadaku. Aku mencoba mengirim pesan kepada Dila. Tak ku sangka Dila langsung memberi balasan dari pesanku itu. Aku pun berusaha untuk memperkenalkan diri kepadanya. Dan Dila pun mengetahui siapa aku karena tadi siang telah melihatku memperkenalkan diri di hadapan semua calon murid baru. Aku sangat senang menerima balasan itu. Ternyata Dila memperhatikanku saat aku di depan. Dan Dila mengatakan kepadaku bahwa Tia saudaranya sempat bercerita tentang aku yang menanyakan tentang Dila. Ah sial, Tia jahil sekali kepadaku. Tapi tak apalah, sepertinya Dila pun terlihat senang kepadaku. Saat itu, aku pun mulai saling berkirim pesan dengan Dila. Aku sering memberitahu Dila apa-apa yang harus dibawa di kegiatan MPLS berikutnya. Apalagi dengan kata-kata makanan yang suilit dimengerti aku pasti langsung memberitahukannya.

Lambat laun Iyus pun mengetahui bahwa aku sudah mendapatkan nomor handphone Dila. Tetapi dia tidak marah kepadaku. Ketika aku meminta maaf kepada Iyus soal ini, Iyus hanya tertawa terbahak-bahak. Ternyata Iyus sama sekali tidak menaruh rasa kepada Dila. Iyus sudah mendapatkan adik kelas lainnya sebelum Dila yang saat ini sedang ia incar. Aku pikir Iyus juga menyukai Dila sepertiku. Ternyata tidak, ia lebih menyukai adik kelas cantik yang lainnya. Dan wanita itu ada di gugusnya. Wah beruntung juga Iyus bisa menemukan wanita pujaan hatinya di gugus yang dipimpinnya.

Aku pun semakin merasa senang dan mempunyai kesempatan besar untuk memiliki Dila. Dan sepertinya Dila pun menaruh rasa kepadaku saat pandangan pertama ketika sedang berlatih paduan suara minggu lalu. Sejak saat itu pula aku dan Dila sering berkomunikasi berkat nomor handphone yang diberikan Tia rekanku.

Cerpen Karangan: Erfransdo
Blog / Facebook: erfransvgb.blogspot.com / Erfrans Do

Cerpen Mencari Cinta Saat MPLS merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ceritaku Tentang Pentingnya Kebersihan

Oleh:
Namaku Diana Mcgreek. Bisa dipanggil Diana. Aku bersekolah di green school. Sekolah paling terbaik yang pernah aku duduki. Di sana, aku dan teman-teman belajar menggunakan laptop, tablet, dan lain-lain.

Ajur? Tidak Sama Sekali

Oleh:
Detik berganti detik, menit berganti menit. Jam berganti menuju ke arah yang salah. Jam 12.00 tengah malam. Aku masih berjaga-jaga, memincingkan mata kantukku dan menahan kelopak mata agar tidak

Perempuan Anggun (Part 1)

Oleh:
Aku sedang berada di perpustakaan. Sendiri, karena sahabatku sedang berpacaran. Oh ya namaku Vena. Aku adalah seorang gadis yang sederhana tapi agak tomboy sih. Aku terkenal dengam sikapku yang

Dia Bukan Untukku

Oleh:
Namaku Lili, aku seorang gadis yang selalu ceria. Walau terkadang masalah dalam hidupku selalu datang silih berganti. Aku termasuk pribadi yang tertutup, mungkin karena aku jarang sekali bergaul dengan

Tatapan Mata Teduh

Oleh:
Di balik pohon mangga ini, dari kejauhan aku lihat gani sedang membaca buku sambil mendengarkan musik memakai headset. Aku tatap matanya yang meneduhkan dan kulihat wajahnya yang menenangkan jiwa.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *