Mengembalikan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 April 2018

Siang itu begitu panas, matahari bersinar terang, dan langit berwarna biru cerah. Meski cuaca begitu panas, hal itu tidak mengganggu sedikitpun aktivitas tidur seorang remaja laki-laki di sebuah taman. Remaja itu tidur di bawah pohon yang rindang, sehingga panas matahari tidak sampai pada tubuhnya.

Saat ia sedang asik tidur, tiba-tiba ada yang memegang bahunya dan menggoyangkannya pelan. “Rio bangun, kalau mau tidur di rumah saja, jangan di sini”. Kata orang itu, berusaha membangunkan si remaja yang ternyata bernama Rio.

Merasa terganggu Rio pun membuka matanya dan melihat siapa yang membangunkannya. Ternyata yang membangunkan Rio adalah tetangganya, pak Ahmad namanya.

“Rio kenapa kamu tidur di sini? Kenapa gak tidur di rumah saja?”. Rio yang ditanya seperti itu hanya tersenyum dan berkata “Di sini rasanya sejuk pak, nyaman untuk dijadikan tempat tidur”.

Mendengar jawaban Rio Pak Ahmad hanya geleng-geleng kepala sambil berkata
“Lain kali kalau tidur jangan di taman, malu kalau dilihat orang”. Rio hanya menganggukkan kepala
“iya-iya pak. Ehh.. ngomong-ngomong Pak Ahmad mau ke mana siang-siang begini?”. Tanya Rio.
“ini bapak mau ke toko, beli sabun”.
“ohh”.
“sudah ya, bapak mau ke toko dulu”.
“iya pak, hati-hati di jalan ya, pak”. Tanpa mereka sadari uang Pak Ahmad jatuh.

Rio berniat untuk pulang. Saat melihat ke bawah, Rio melihat uang seratus ribu rupiah.
“uang siapa ini? Oh pasti uang Pak Ahmad. Lebih baik aku kembalikan saja”. Rio berpikir untuk mengembalikan uang itu.

Di tengah jalan Rio bertemu dengan temannya, Beni.
“hai, Yo. Mau ke mana kamu?” tanya Beni.
“mau menemuai Pak Ahmad, mau menngembalikan uangnya”.
“ihh.. ngapain dikembalikan? Lebih baik uangnya kita gunakan untuk beli makanan dan rokok saja!”.

Mendengar saran Beni, Rio menjadi marah. “ya gak boleh gitu dong, Ben. Ini bukan uang kita. Ini uang pak Ahmad, kita harus mengembalikannya.”
“alah, jangan sok baik kamu, Yo. Lebih baik kita gunakan saja”.

Melihat ada yang bertengkar, Rini mencoba menghampiri mereka. “hei kenapa kalian bertengkar?”
“ini, Rin, tadi aku menemukan uang Pak Ahmad, mau aku kembalikan. Ehh si Beni justru ingin uang ini digunakan saja”.

Mendengar jawaban Rio, Rini akhirnya paham. “Ben, yang dilakukan Rio itu benar. Uang itu bukan milik kita, itu milik orang lain. Sudah seharusnya kita mengembalikan kepada pemiliknya”.
“tapi kan…”
“gak ada tapi-tapian Beni. Kita harus mengembalikannya. Pemiliknya pasti bingung mencari uangnya”. Jelas Rini.
“baiklah kita kembalikan saja uang itu pada pak Ahmad”. Pasrah Beni.
“nah itu baru teman kita, iya gak Rin?”. Tanya Rio.
“iya, yuk cari pak Ahmad”.
“ayuk” sahut Rio dan Beni bersamaan.

Mereka bertiga pun berjalan bersama hingga menemukan pak Ahmad. Pak Ahmad yang mendapatkan uangnya kembali hanya bisa berterima kasih pada mereka bertiga. Beliau membelikan mereka minuman sebagai ucapan terima kasihnya.

Cerpen Karangan: Santi Wulandari
Facebook: Santi Whulandarii

Cerpen Mengembalikan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Denting

Oleh:
Aku melihat ke arahnya. Luar biasa tampan. Aku tidak tahu mengapa bisa ada cowok seganteng dia. Aku tidak berani menyapanya, sebab aku bukan siapa-siapa. “Oi Jo!” Teriak seseorang saat

Apa Sih Cinta? (Part 4)

Oleh:
“Cinta itu butuh pengungkapan, karena kita bukan Tuhan yang tahu semuanya, jadi bagaimana kita tau perasaan seseorang tanpa pernyataan.” Driana segera menyuruh Chika untuk ke rumah sakit, tempat Bayu

Mati Rasa

Oleh:
“…I’m sick of the tension, sick of the hunger Sick of you acting like I owe you this. Find another place to feed your greed While I find a

Boarding Love On (Part 2)

Oleh:
Setelah jam pelajaran selesai kami berkumpul di taman sekolah untuk menceritakan kejadian yang terjadi sehari tadi di sekolah. Aku pun bercerita bersama Nisa sedangkan Via dan Novi pun juga

Kado Natal, It’s a Great Miracle

Oleh:
Semuannya diam, tak ada satupun yang bicara. Padahal di sana ada Papa, Tere, dan Sera adiknya. Mereka masih dalam balutan kesedihan. Kepergian sang mama mebuat mereka sangat terpukul. Kini,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *