Mimikri Menjadi Mullerian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 February 2018

Tania namanya, anak cerdas dan cantik. Sekolah dengan bantuan beasiswa dan masuk kelas khusus akselerasi. Dia tak pernah percaya diri dan hanya jadi bully-an teman-temannya. Tiba-tiba saja ibunya mengajak pindah ke ibu kota agar mendapat perlakuan layak.

Sudah 2 tahun di Jakarta dia tidak dianggap apa-apa oleh temannya. Hanya jadi teman contekan dia tak pernah benar-benar dianggap teman oleh kawan kelasnya. Dia lelah jika diperlakukan baik hanya karena jawaban, “aku tidak ingin direndahkan lagi!” sentaknya saat kawan kelasnya meminta jawaban, “wah, apa ini sudah berani bicara ya?” bentak kawannya sambil memukul meja. Dia tidak pernah melawan apalagi membentak orang, kaku dan dingin badannya saat dibentak “hari gini masih nyontek? Kampung!” saut seorang cewek di pintu kelas “Bubar semua!” sentaknya, entah angin apa tiba-tiba mereka bubar.

Lalu jam istirahat “Melda, namamu Tania bukan?” sapanya dengan senyum dan lagak sedikit tomboy “i-iya” jawab Tania “Lain kali jangan takut kalau digituin lawan aja!” nasihatnya lalu pergi.

Besoknya di rumah ada tamu ibu-ibu perempuan berumur mungkin 30 tahunan, “Tania apa kabar? Dulu jumpa tante masih kecil sekali ya” sapanya lembut “hehe iya, baik tante” jawabnya. “Tania tante ingin mengangkat kamu menjadi anak tante dan juga menjadi saudara dari anak tante” jelasnya dengan senyum, tentu saja Tania terkejut.

“Maaf telat” Melda tiba-tiba di pintu “nah itu anak tante, dia ini anaknya pemalu, dia akan jadi saudara kamu” jelas tante Mega “Malu? Tingkah bar-baran gitu pemalu dari mananya?” gumamnya dalam hati.

Ibu Tania sudah menyetujui Tania menjadi anak angkat tante Mega, dia hanya menjadi mimikri yang selalu meniru Melda agar tidak diremehkan lagi.

6 bulan setelah itu Tania benar-benar berubah menjadi anak yang lebih percaya diri, menjadi trandsetter, juga dianggap semua orang. Tania memang anak yang amat cantik juga cerdas tapi semua itu disia-siakan di tempat asalnya. Dia hanya dimanfaatkan lalu dicampakkan, dia selalu meniru Melda agar dianggap oleh orang lain.

Selesai sudah masa sekolahnya, sekarang dia sudah bekerja di perusahaan saudara tirinya sebagai CEO, ia akhirnya bisa menunjukkan kalau dia berhasil. Lalu saat dia mampir di sebuah mini market dia mengingat penjaga kasir adalah dulu temannya di sekolah yang selalu menganggap dia remeh dan berkata “palingan besar jaga kasir, ahaha. Kayak aku dong, besar bakal jadi CEO diperusahaan papaku”. “Jangan besar mulut apalagi membanggakan yang bukan hak, coba buktikan saja sekarang sepertinya keadaan berbalik.” tegurnya sambil membayar belanjaannya. Temannya hanya menatap tidak menyangka orang yang dulu dihinanya sekarang menjadi orang penting terpandang, dan sekarang dia sudah jadi mimikri mullerian.

Hidup itu berputar terkadang di atas terkadang di bawah, terkadang menjadi mimikri, dan terkadang bisa menjadi mimikri mullerian. Kita tidak bisa menganggap remeh semua orang. Terkadang yang dihina justru yang sukses nantinya. Hasil memuaskan juga butuh usaha yang keras, tidak ada yang instan, bahkan mie instan saja butuh proses, yang terpenting bagaimana niat dan usahanya. Kita juga tidak bisa menilai seseorang dari penampilan luar, yang penting dilihat adalah isinya, karena seseorang bisa berubah.

Cerpen Karangan: Lemonade
Facebook: facebook.com/nurjnaa

Cerpen Mimikri Menjadi Mullerian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Manusia di Persimpangan

Oleh:
“Hey, apa yang kau lakukan disini?” Tanya sang malaikat kepadaku yang telah berjalan hingga persimpangan ini “Aku hanya mencari apa tujuanku hidup” balasku dan malaikat itu memegang dagunya dengan

Korban Cemburu

Oleh:
Pagi itu, ketika matahari sudah tersenyum sembari menyinari setiap detik yang kulalui mengurai kemacetan pagi hari. Aku berjalan menuju ke sekolah. Hari itu tidak ada acara yang berarti (karena

Sahabat Abu Abu Di Surga

Oleh:
Saat langit tak lagi mampu bersua dalam lirih jerit tawa yang lara. Tetap saja sedekat apapun waktu, aku tak kan pernah bisa kembali memutarnya. Massa yang lalu telah menjadi

She Not Good (Part 1)

Oleh:
“Pencuri!, Tolong!, ada pencuri”. Teriak seorang kasir minimarket. Mendengar itu, aku langsung mengejar pencuri tersebut. aku pun langsung menaiki sepeda, walau aku tidak tahu itu sepeda siapa punya. yang

Kalau Saja

Oleh:
Dulu aku pernah berfikir, bahwa setelah lulus SMA dengan ijazah yang di dalamnya terdapat nilai-nilai memukau, akan tidak mungkin bila banyak perguruan tinggi yang menolakku. Namun ternyata aku salah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *