Murahankah Aku?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 August 2016

Aku sedang duduk di taman utama sekolahku, bersama adit, kiki dan Vita. Adit adalah teman kiki dan dia adalah laki-laki yang aku sukai dan aku sedang mengincar laki-laki itu, tapi dia tidak pernah meresponnya. Kiki adalah sahabatku dari aku duduk di bangku kelas 1 smp sampai sekarang aku duduk di kelas 1 sma. Sedangkan vita adalah pacarnya kiki. Aku tahu, kalau vita tidak menyukaiku. Itu karena kiki pacarnya yang tak lain adalah sahabatku memperlakukanku sama seperti memperlakukannya juga karena hal-hal yang menurutku sepele. Salah satunya karena aku punya banyak teman, sedangkan vita hanya punya beberapa, mungkin karena sifatnya yang menurutku menyebalkan. 6 bulan ke belakang, tepatnya waktu awal-awal masuk SMA vita adalah teman baikku. Tapi kami punya masalah yang cukup besar, jadi aku tak lagi berteman baik dengannya walaupun kami duduk di kelas yang sama.

“Eh ki, tadi waktu aku shalat tahajjud aku takut banget, karena aku ingat tetanggaku yang baru seminggu meninggal.” Ucap vita
“Duhh, shalat tahajjud sekali aja rianya minta ampyun.” Ucapku pelan.
Vita tidak mengatakan apapun begitu juga adit dan kiki. Vita memang terkenal karena sifat ria dan sombong.
“Kenapa jadi pada diem gini?” Ucap kiki yang menyadari aku dan vita yang saling melemparkan pandangan sinis.
“Ada yang syirik sama gue ki. Udah biasa lah.” Ucap vita yang melirik ke arahku
“Ki semua orang juga tau kali dia kaya gimana. Melakukan kebaikan sedikit aja udah toa kesana kemari” ucapku yang membalas lirikan sinisnya
“Iya ki emang gua kaya gini. Tapi parahan mana sama cewek murahan yang ngincer laki-laki kece kaya adit. Sampe berani nanya udah punya pacar lah, apalah. Najiss banget.” Ucapnya yang meludah
“Heh lo jangan sok kecakepan deh. Lo itu terkenal banget sama sifat sombong lo. Gue gak papa dikatain ini itu, no problem. Tapi kalo lo bilang gue cewek murahan gue gak kan diem. Lo ngerti hah?” Ucapku yang berdiri lalu memegang kerah bajunya
“tanyain aja kali sama si adit nya, benar gak lo cewek murahan. Lo nantingin gue? emang gue takut hah? Dasar cewek mu…”
“Heh vita, kalo ngomong tuh dijaga. Ayo lah re kita pergi aja.” Kata kiki yang memotong pembicaraan vita.
Adit hanya diam memperhatikan aku dan kiki yang pergi meninggalkannya dan vita.

Aku pun dibawa oleh kiki ke belakang. Dia tahu kalau mataku sudah berkaca-kaca dan air mataku akan segera memetes. Aku duduk di kursi yang terbuat dari kayu yang sederhana.
“Udahlah re gak usah nangis. Maafin cewek gue. Cewek gue itu memang kaya gitu, nyebelin.” Ucapnya yang mengusap tetesan air mata yang jatuh di pipiku
“Ki gue cape. Semua orang ngatain gue cewek murahan, emang gue gitu ya ki?”
“Enggak. Lo itu enggak murahan tapi lo itu terlalu mencintai adit.”
“Adit tuh gimana sih ki? Dia tuh kenapa bikin gue di posisi serendah ini?”
“Adit emang kaya gitu. Dia bilang ke gue kalo dia cuek karena gak mau nyakitin cewek yang suka sama dia. Tapi orang kan beranggapan lain re.”
“Tapi buat apa dia umbar-umbar line dari gue yang isinya gue nanya dia udah punya pacar atau belum. Dan kenapa dia selalu diam, gak pernah bicara sama gue?”
“Itu teman-temannya bukan adit yang ngumbarin. Udahlah re. Dia itu diam karena tidak ingin dibilang php sama lo. mungkin.”
“Udahlah gue cape, gue akan pasang tarif yang mahal buat cowok. Biar gue gak dibilang murahan lagi sama semua orang”

Murahan, apa ada orang yang ingin dipanggil murahan. Tidak ada bukan. Aku kadang berfikir apakah aku murahan? Kiki mengatakan kalau aku hanya terlalu mencintai adit bukan murahan. Tapi hatiku terus bertanya apakah aku semurah itu?

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany

Cerpen Murahankah Aku? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mungkin Aku…

Oleh:
Belakangan ini dia sering terlihat murung, tak bersemangat seperti biasanya. Bola basket yang selalu dimainkannya dengan lincah, sekarang hanya ia pantulkan lemah sambil duduk di pinggir lapangan. Aku memang

Cinta Yang Terbalas

Oleh:
Tak terasa tiga tahun hampir berlalu, tapi perasaan Vee tidak pernah berubah. Masih sama seperti dulu, ketika Vee bertemu dengan John. John adalah seorang gitaris handal, mahir dalam bidang

Malam yang Panjang

Oleh:
Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang. Suara jarum jam dinding pun terasa sangat lama. Seperti enggan berpindah dari satu angka ke angka yang lain. Sekarang, jam menunjukkan pukul

Tara

Oleh:
Setahun yang lalu… Hari pertama masuk sekolah setelah MOS di SMAN 21… Pelajaran fisika. Seorang guru muda masuk ke sebuah kelas. “Selamat pagi anak-anak. Baiklah sebelum kita mulai pelajaran

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *