Musik Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 May 2016

Entah apa yang ada di pikiran Angga sejak melihat pertunjukan Band tadi siang di sekolah, pikiran Angga seakan tidak lepas dari drummer cantik yang tadi dilihatnya di sekolah, nama drummer perempuan itu Dinda dia masuk dalam salah satu Band khusus perempuan di sekolah favorit yang ada di pinggiran kota. Tak perlu lama untuk kenal sama dia, karena Angga juga termasuk dalam salah satu Band di sekolahnya nama bandnya The Bold. Takdir seakan mendukung Angga untuk kenal lebih dekat sama Dinda karena ada perlombaan Band tingkat SMA. Angga dan The Bold seakan tidak mau melewatkan kesempatan emas ini. Angga seakan lupa segalanya dia berlatih keras menghapal chord-chord gitar agar masuk final lomba Band.

Hari minggu pagi rencana Angga beserta The Bold akan rekaman semua personil band dari Angga sebagai Gitaris dan Vokalis, Vian sebagai Basis, dan Cudin sebagai Drummer sudah siap untuk rekaman, CD hasil rekaman pun telah jadi dan sudah siap dikirim ke panitia lomba, Angga, Vian, dan Cudin sangat bersyukur sekali karena lulus rekaman meskipun mereka pertama rekaman. Waktu pengumuman rekaman yang diterima dan masuk final pun telah datang. Angga, Vian, dan Cudin berkumpul dalam satu ruangan untuk mendengarkan hasilnya di radio Vian seakan optimis masuk dalam final dia santai-santai saja, tetapi Angga dan Cudin tidak yakin akan masuk final tetapi mereka terus berdoa sembari mendengarkan pengumumannya. Band pertama yang masuk final adalah band The Class mereka band perwakilan dari SMA lain dan Band yang kedua masuk final adalah band Karizore girl atau bandnya Dinda.

Vian yang dari tadi santai-santai saja sembari memakan snack tiba-tiba dia baru tersadar bahwa bandnya masih belum disebutkan juga dan hanya menyisakan satu band lagi yang belum diumumkan lalu Vian mendekati pusat suara dan berkumpul serta bergandengan dengan Angga dan Vian sembari mendengarkan pengumuman band yang terakhir masuk final. Hati mereka seakan dilanda getar yang sangat kuat terlebih pembaca pengumuman memainkan kata dengan sangat bagus agar pendengar semakin penasaran. Dan akhirnya pengumuman yang ditunggu-tunggu datang yaitu band yang terakhir masuk final adalah The Bold. Seusai pengumuman yang sangat menegangkan, kemudian Angga membeli gitar listrik baru di salah satu toko alat musik tetapi pertemuan yang sangat tidak disangka-sangka terjadi Angga ketemu sama Dinda atau drummer band Karizore giril.

Angga memberanikan diri untuk meminta pin BBM-nya Dinda pun menyebutkan satu per satu angka dan hurufnya lalu Angga langsung menginvitenya, senyum manis yang terpancar dari Dinda seakan melupakan tujuannya datang ke toko alat musik, lalu Dinda pergi ke kasir dengan membawa satu simbal drum dan membayarnya kemudian Dinda pun berpamitan pergi pada Angga. Seterusnya Angga membawa gitar yang tadi dipilihnya ke kasir dan membayarnya lalu Angga pergi meninggalkan toko alat musik itu. Sesampainya di rumah, ponsel Angga berbunyi dan ternyata BBM dari Dinda lalu Angga menyimpan Gitar barunya dan membalas BBM dari Dinda, Angga pun menjadi kenal dekat dengan Dinda bahkan mereka jadi sering makan bareng di restoran cepat saji, bahkan Angga sampai lupa bahwa final lomba Band tinggal satu minggu lagi terlebih persyaratannya ditambah harus lagu ciptaan sendiri.

Angga, Vian, dan Cudin berkumpul di studio ayahnya Cudin tempat biasa mereka latihan, lalu mereka berunding siapa yang akan membuat lirik lagunya, lalu Vian dan Cudin menunjuk Angga yang membuat liriknya terlebih Angga pernah jadi juara membuat puisi tingkat SD dulu. Angga berusaha menolaknya tetapi akhirnya Angga mau juga membuat lirik lagunya. Malam yang sangat indah Angga duduk seorang diri di salah satu bangku yang ada di taman dan menulis lirik lagunya tetapi beberapa kali Angga membuang kertasnya karena Angga rasa kurang bagus, lalu tamu tak diundang tetapi membuat Angga nerveus datang yaitu Dinda. Angga pun sedikit basa-basi dengan Dinda tentang Band Karizore giril, dengan suara agak kaku Angga memberanikan diri untuk meminta bantuan Dinda untuk membantu menulis lirik lagu. Dinda pun bersedia membantu Angga menulis lirik lagu lalu Dinda dijadikan inspirasi Angga menulis lirik lalu. Angga menulis lirik lagu yang indah serta penuh makna tentang cinta secara tidak langsung Angga menyatakan cinta pada Dinda.

Hari esoknya Angga, Vian, dan Cudin berkumpul di tempat biasa mereka latihan lalu Angga melihatkan lirik yang dia tulis semalam dengan Dinda, setelah membaca liriknya Vian dan Cudin langsung memuji Angga karena kata-katanya bagus dan bermakna. Setelah itu mereka langsung latihan menyanyikannya dan memadukan dengan musik, tidak perlu waktu lama mereka langsung main dan hasilnya lumayan bagus. Vian sangat optimis banget bahwa band merekalah yang akan jadi juara. Pulang latihan Angga menyempatkan diri mampir ke toko alat musik untuk membeli stik drum bergambar SLANK lalu Angga mengirim pesan singkat ke Dinda untuk ketemuan nanti malam di taman Dinda pun mengiyakannya.

Malam yang indah dan langit dipenuhi dengan bintang yang terang Angga menunggu Dinda di bangku taman tak lama Dinda datang dengan memakai celana panjang dan switer unggu rambut dikepang satu menambah kecantikan dia. Angga pun memberikan stik drum yang Angga beli tadi Dinda menyukai stik drumnya terlebih ada gambar idolanya. Angin malam sudah begitu berasa menancap sampai ke tulang. Bintang-bintang sudah mulai redup seakan kembali ke asalnya Dinda berpamitan pada Angga tetapi Angga malah mengambil gitar yang sudah ia persiapkan dan menyanyi di hadapan Dinda dengan membawa satu paket bunga, lalu Angga menembak Dinda dengan kata manisnya dan diiringi petikan gitar yang dimainkannya seakan menambah suasana malam menjadi indah. Dinda tidak mau langsung menjawabnya malam ini tetapi Dinda mau menjawabnya malam final lomba band.

Malam final perlombaan band telah tiba. Angga, Vian, dan Cudin menunggu gilirannya tampil di bawah panggung karena mereka kebagian urutan terakhir tampil. Vian semakin optimis akan menang karena band yang pertama tampil tidak terlalu bagus dan giliran band karizore giril tampil hati Angga gelisah karena Dinda akan mengasih jawaban cintanya seusai lagu yang dimainkan band karizore girl. Pembawa acara menyuruh mereka tidak langsung turun panggung atau berkumpul dulu di atas panggung entah siapa yang membuat skenario pembawa acara menyuruh Angga naik panggung lalu di depan para penonton Dinda memberi jawaban yang tidak Angga duga bahwa Dinda menerima Angga sebagai pacarnya. Malam yang sangat indah bagi Angga diterima jadi pacar dan disaksikan oleh penonton.

Pembawa acara akhirnya memanggil The Bold Angga, Vian, dan Cudin langsung naik ke panggung dan memulai memainkan alat musik semula berjalan dengan lancar tetapi pas masuk ke reff Vian tiba-tiba turun dari panggung dan pergi begitu saja Angga dan Cudin memutuskan untuk memberhentikan memainkan alat musiknya dan mencoba memanggilnya tetapi Vian tetap saja pergi menjauh dari panggung. Angga pun mencoba menanyakan pada Cudin kenapa dia yang selalu semangat dan optimis tetapi pas malam perlombaannya dia pergi meninggalkan panggung perlombaan. Cudin pun menjawab dengan apa adanya bahwa Vian suka sama Dinda dan dia cemburu sama Angga, karena Dinda jadian sama Angga, dan rencananya Vian mau nembak Dinda usai lomba final ini. Pembawa acara akhirnya mengumumkan siapa yang jadi juara lomba band tingkat SMA Cudin dan Angga hanya pasrah tidak mungkin bagi mereka jadi juara karena tidak menyelesaikan lagu dengan baik tetapi mereka optimis bahwa band karizore girllah yang akan jadi juaranya.

Cerpen Karangan: Aris Nurdiansyah
Facebook: https://www.facebook.com/aris.nurdiansyah.315
Nama: Aris Nurdiansyah
Sekolah: Mansalopa
Kelas: XI Ips 1

Cerpen Musik Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenapa Aku Berbeda (Part 1)

Oleh:
Adzan shubuh berkumandang. Seperti biasanya, Bundaku membangunkanku dengan kasih sayang dan ketegasannya. “Nak, ayo bangun. Sudah shubuh.” Aku pun terbangun dan melihat Bunda dan Kakak sudah siap untuk sholat.

Ku Tak Peduli

Oleh:
Malam itu aku hanya bisa terdiam di tempat tidur. Kecelakaan siang tadi membuat aku malas untuk bangun dari tempat tidur ini. “assaamualaikum” salam itu membuat aku tersentak kaget. Sosok

Jomblo (Part 2)

Oleh:
Belum sempat Aku jawab iya siska sudah mulai mendekatiku. Dia melepas kacamataku. Melepas kepangan kudaku. Dan Dia mulai menyisiri rambutku, mencatoknya hingga lurus. Entah apalagi yang akan ia lakukan

Ini Sudah Terjadi

Oleh:
Apakah ia tidak berpikir bahwa sebenarnya itu salah? Mungkin begitu. Tetapi mungkin juga tidak. Tidak setiap saat, kecuali jika suasana sedang mendukung. Memang itu sangat berguna untuk kebaikkanku maupun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *