Mustahil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 December 2016

Di sebuah perkampungan ada seorang gadis, di kampung ia terkenal dengan gadis baik, ramah dan cantik pula, hidup sederhana dan tinggal hanya bersama Abah dan kakak laki-lakinya, ibunya sudah pergi meninggalkannya sejak dia berumur 3 tahun. Gadis itu bernama Ella Setya Ningrum, ia dipanggil Ella sejak kecil Ella diurus sama abanya. Pekerjaan Abahnya Ella pun tidak seperti lainnya, ia bekerja sebagai tukang elektronik karena abahnya punya kemahiran memperbaiki barang-barang elektronik yang rusak seperti mesin tv, radio dan lain lain.

Ketika berumur 10 tahun Ella merasa berbeda dengan temannya, teman-temannya setiap pulang sekolah selalu dijemput ibunya sedangkan Ella sehabis pulang sekolah harus berjalan kaki. Setiap hari Ella pulang-pergi ke sekolah berjalan kaki, jarak rumahnya dengan sekolahan mungkin sekitar 2 km perlu waktu 1 setengah jam untuk sampai ke sekolah.

Seiring berjalannya waktu, Ella yang saat itu masih duduk di bangku kelas 5 SD sekarang sudah duduk di bangku kelas 2 SMP. Ella bersekolah di SMPN Nusantara. Ella bangga bisa bersekolah di sekolah favorit walaupun dia mempunyai masalah dengan pembayaran spp yang harus dia bayar setiap bulannya. Di sekolah Ella termasuk siswa yang berprestasi, hingga suatu hari Ella dipanggil guru ke kantor

“Siswa yang bernama Ella kelas 8h segera ke kantor dipanggil pak kepala sekolah” pengumuman yang diserukan di pengawas harian.

Saat itu Ella sedang berada di kantin pada jam istirahat, dan teman Ella memanggil!
“Ella, kamu dipanggil ke kantor!” ucap seorang teman sekelasnya
“ehhh, iya sebentar!” Ella yang awalnya pengen beli minum akhirnya tidak jadi.

Di kantor guru
“permisi pak, bapak memanggil saya?” tanya Ella
“iya nak, kamu Ella dari kelas 8h kan?” tanya pak kepala sekolah
“betul pa, ada apa?”
“begini nak, saya dengar kamu siswa yang kurang mampu untuk bayar spp kan?”
Tanpa pikir panjang Ella berkata “iya pak, saya tau saya siswa yang kurang mampu, tapi saya akan berusaha akan menepati tagihan SPP tiap bulan” wajah Ella berubah menjadi murung.
“kamu kenapa nak? Begini masalah biaya kamu tidak perlu menjadi beban pikiran, karena kamu mendapatkan beasiswa selama kamu bersekolah di sekolah ini, semua biaya ditanggung oleh sekolah asalkan kamu bisa mempertahankan prestasimu!” ucap pak kepala sekolah menjelaskan.
“benarkah pak?, terimakasih banyak pak” Ella tidak menyangka akan mendapatkan beasiswa
“iya nak sama-sama, tapi kamu harus menepati janji kalau kamu bisa mempertahankan prestasimu di sekolah ini” ucap pak kepala sekolah lalu memberikan dana anggaran beasiswa kepada Ella.
“SIAP PAK!!” ucap Ella senang dan berpamitan dengan bapak kepsek tersebut, dan Ella berjalan menuju kelas.
Ella merasa sangat beruntung, walaupun baru saja diadakannya beasiswa untuk siswa yang tidak mampu dan berprestasi, Ella merasa sangat bangga bahkan melebihi kata bangga. Dia tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa dikelas 2 ini.
“setidaknya bisa mengurangi beban pikiranku tentang pembayaran SPP.” Ucap Ella.
Bel berakhirnya istirahat pun berbunyi.

Saat pelajaran dimulai Ella melamun dia memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa mempertahankan beasiswanya sampai dia lulus sekolah.
“Ella, kamu tidak apa-apa kan?” ucap Lilis khawatir
“ehh, iya tidak apa-apa” Ella tersadar dari lamunannya
Aktivitas belajar pun kembali berlangsung sampai jam 13.30 bel tanda pulang berbunyi, dan semua siswa pulang ke rumah.
Seperti hari biasa Ella pulang berjalan kaki sampai di rumah sekitar jam 14.30.
Hari demi hari Ella lewati tanpa pantang menyerah dia yakin bisa mempertahankan prestasinya di sekolah.

Di lingkungan sekitar Ella termasuk siswa yang tertutup, ada masalah dia memendamnya sendiri. Hingga hari itu sehabis pulang sekolah
“Ella, pulang sama aku yuk?” ucap salah seorang temannya
“ehh, enggak usah terimakasih. Aku bisa jalan sendiri” balasnya dengan ramah
“idihhh. Anak orang miskin belagu banget, diajak pulang gak mau” balasnya dengan kesal.
Ella menundukkan kepala karena tak bisa menjawab apa apa lagi.

Sampai di rumah Ella menangis
“ya tuhan, kenapa denganku? Apa aku salah menjadi orang miskin? Apa aku harus tampil seperti orang-orang kaya?. Aku sudah tidak tahan lagi menahan beban ini semua!! Aku hanya ingin menjadi anak biasa tanpa harus mempunyai masalah di sekolah! Sudah cukup aku menahan beban ini. Perkataan mereka yang membuatku merasa berbeda dengan yang lain!!!” Ella menangis, dia ingin menceritakan isi hatinya namun ia tidak tahu harus menceritakan kepada siapa.

Di sekolah guru mengumumkan bahwa akan diadakan audisi menyanyi di Jakarta, siswa yang memiliki bakat bisa mengikuti seleksi di sekolah dan siswa yang berhasil diseleksi akan dikirim ke luar kota untuk mengikuti audisi menyanyi.
Lilis teman Ella berkata, “La, ikut yuk? Siapa tau kita punya bakat nyanyi, hitung-hitung buat nambah pengalaman”
“enggak deh, aku gak bisa nyanyi. Mending kamu aja yang ikut” Ella tersenyum
“enggak seru jika kamu gak ikut! Pokoknya kamu harus ikut, nanti aku daftarin kamu, heheehehe” Lilis tertawa
“ah, kamu mah gitu” Ella cemberut
“senyum dong, kalo cemberut cantiknya ntar hilang, heheheehe” Ucap Lilis
Ella hanya bisa tersenyum.

Pendaftaran audisi pun berlangsung, Lilis diam-diam ternyata hanya mendaftarkan Ella, dia tau kalau Ella mempunyai bakat menyanyi.
“good luck ya La” ucap Lilis
“iya, good luck juga buat kamu Lis”
“good luck buat apa la? Audisi?” ucap Lilis
“iya, kamu juga ikut kan?”
“haha, ya gak lah, kan aku cuman daftarin kamu hehehe” Lilis tertawa kecil
Seketika wajah Ella berubah murung
“kenapa La, kok terlihat murung? Marah ya?”
“kamu jahat”
“kok gitu?, iya deh aku minta maaf, aku ngelakuin ini demi kamu kok, aku tau kamu jago nyanyi dan aku gak mau bakat kamu hanya dipendam begitu saja, aku yakin kamu bisa La. Aku selalu mendukungmu dan aku janji akan selalu ada untukmu” ucap Lilis kepada Ella karena begitu sayangnya
Mereka pun berpelukkan. Ella membisik kepada Lilis “terimakasih, kamu sudah mau menjadi sahabat aku dan terimakasih kamu udah mengerti aku” ucap Ella dan Lilis tersenyum.

“panggilan kepada Ella Setya Ningrum perwakilan dari kelas 8H agar segera menaiki panggung”
“udah gak usah murung lagi, tarik nafas, senyum dan naik ke atas panggung, yakin kamu bisa” Lilis memberi semangat
“huhhhh” Ella tersenyum dan naik diatas panggung.

Dari atas panggung Ella melihat begitu banyak penonton yang menyaksikannya termasuk Lilis yang berdiri di depannya.
“Ella, kamu mau nyanyi apa?” tanya sang host kepada Ella
Dengan singkat Ella menjawab “Rolling In the Deep ~ Adele”
“ok, kali ini teman kita bernama Ella akan membawakan lagu Adele berjudul Rolling in The Deep. Tepuk tangan untuk Ella”

Ella menyanyi dengan sangat hikmat dia menyanyi penuh penghayatan. Ella memulai audisinya dengan nyanyian yang sangat menggetarkan penonton
“there’s a fire starting in my heart reaching a fever pitch and bringing me out the dark…”
Mata penonton hanya tertuju kepada Ella. Dan sampai penghujung lagu
“and you play it, to the beet” semua penonton bertepuk tangan memberikan A plus kepada Ella.
“wow! Itu tadi lagu yang keren!! Tepuk tangann untuk Ella”
“prok.. prok.. prokk… prokk”

“kamu keren la! Aku tertegun melihat kamu nyanyi tadi!” ucap Lilis
“hehe, kamu bisa aja” Ella Malu

“Akhirnya semua peserta sudah menunjukan bakatnya dan sampailah sudah di penghujung acara diumumkan siapa yang akan mendapatkan juara. Juara ini hanya untuk 3 orang dan siapa yang mendapatkan juara 1 akan dikirim langsung ke Jakarta”
“ok kita akan mengumumkan siapa yang mendapatkan juara 3 dulu, siswa yang mendapatkan juara 3 atas nama… Putri Wulandari kelas 7C”
“prok, prok, prok”
“siswa yang mendapatkan juara 2 adalah… fi, safitri cahyadewi dari kelas 8G”
Prok, prokk, prok”
“dan siswa yang mendapatkan juara 1 yang akan kita kirim ke jakarta mewakili sekolah kita adalahhh… Ella Setya Ningrum dari kelas 8H”
Ella terkejut dan langsung memeluk Lilis yang berada di sampinnya
“selamat ya, kamu menang La. Aku bangga sama kamu” ucap Lilis
“aku tidak menyangka, aku hanya orang miskin yang mustahil bisa mendapatkan ini semua” ella menangis
“husss, kamu gak boleh ngomong begitu!! Semua ornag berhak mendapatkannya termasuk kamu. Dari awal aku sudah bilang kalau kamu memiliki bakat nyanyi dan bakat itu gak boleh dipendam begitu saja!!” Ucap Lilis

“pemenang segera menaiki panggung”
“prok… prok… prokk” semua siswa memberikan tepuk tangan kepada Ella.

“silahkan, ada yang mau diucapkan?”
“terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, terimakasih juga kepada bapak-ibu guru yang sudah memercayai saya sebagai perwakilan ke Jakarata nanti, dan Terimakasih juga untuk sahabat saya yang sangat saya sayangi Lilis, karena ia sudah memberikan saya motivasi kuat untuk mengitkuti audisi ini. Dan sekali lagi terimakasih untuk kalian semua” ucap Ella terharu.

Sampai di penghujung acara Ella diberi ucapan oleh semua siswa termasuk guru-guru.
“Selamat ya la. Oh, ya Ella, sekolah akan mengirimmu ke Jakarta minggu depan, jadi persiapkan dirimu dengan baik-baik” Ucap Pa Kepala Sekolah.
“Baik pa” ucap Ella.
“ingat! Kamu harus benar-benar mengikuti audisinya karena kamu akan membawa nama baik sekolah bahkan mungkin kamu akan membawa nama baik provinsi. Jadi kamu tenang semuanya disini mendukungmu!” ucap pak kepala sekolah sekali lagi
“Siap pa, saya janji akan mempersembahkan semaksimal mungkin!” Ella tersenyum dan bersalaman dengan pak kepala sekolah.

Pak kepala sekolah pun meninggalkan lapangannya. Dan semua siswa kembali ke kelas masing-masing.

Di Kelas
“ciyee Ella”
“good luck la”
Penampilan kamu tadi keren banget la”
“makasih ya semuanya” ella tersenyum manis.

Cerpen Karangan: Sheilla Farazela
Facebook: Sheilla Farazela

Cerpen Mustahil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ujian Praktik Berenang

Oleh:
Ujian Nasional merupakan suatu kegiatan yang sangat mendebarkan bagiku. Saat itu aku kelas 3 SMA di salah satu sekolah negeri di kota Banyuwangi. 3 hari aku menempuh ujian tersebut.

Kebaikan Kecil Yang Bermakna

Oleh:
Siapa sih yang akan merasa bahagia jika akan dihadapkan dengan ujian praktek yang sangat susah? Itulah nasib Alyssa, sepertinya ujian seni musik -pelajaran yang tidak pernah ia kuasai- akan

Motivasi Yang Kuat

Oleh:
Keberhasilan didapat dari 99% usaha dan kerja keras dan 1% kecerdasan. Kata kata itulah yang selalu terlintas di benak Key. Key seorang cewek remaja yang sudah berumur 17 tahun.

Katatonia

Oleh:
Pedih dan letih, itulah yang kurasakan. Aku kembali kehilangan teman dan sahabat. Di tempat baru ini aku benar-benar merasa sendiri. Tak ada satu pun orang yang kukenal. Rasa takut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *