My Persami Story (Part 4) Morning Day

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 January 2018

Setelah kami semua berganti pakaian dan berkumpul di ruangan kelas 7C, kami semua ke lapangan yang saat itu sudah ramai penghuninya. Kami berlatih LKBB yang akan dilombakan. Kami berlatih sebisa kami dan sampai para petugas plus anggota paduan suara disuruh latihan untuk misa pagi. Fiks, Valen dan Dea segera ke hall dan tersisa aku, CL, Yopita, Caressa, Khen Ing, dan Vania. Kami berlatih jalan ditempat sampai benar-benar kompak.

Tak lama, kami mendengar panggilan ke hall, dan kami pun naik ke hall untuk misa. Saat misa, karena kondisiku yang sangat capek dan mungkin Yopita juga, kami hampir tertidur. Memang pada saat itu, aku sangat mengantuk plus bersemangat karena aku baru pertama kali ikut misa. Tapi, juga karena aku sudah keburu lapar plus capek berharap misa segera selesai. Dan setelah menunggu selama 1 jam 30 menit, misa akhirnya selesai. Leganya. Dan aku bersama CL segera ke kelas 9G, yang pada saat itu sebagai ruang pengambilan makanan. Aku bersama CL segera mengantri sembari menunggu para ketua regu plus wakilnya selesai mengambil nasi.

Fiks, aku dan CL sudah mendapat nasinya. Hari ini menunya nasi uduk plus sambal plus kerupuk udang. Kami semua plus regu Anggrek dan Tulip makan bersama sampai perut kami terasa kenyang. Dan sudah ada pengumuman bahwa kami sudah boleh berganti baju untuk melanjutkan lomba yang paling terakhir. Aku segera berganti pakaian santai. Aku memakai baju berwarna putih bergambar girls di tengahnya dan memakai celana panjang berwarna pink peach. Setelah itu, aku membawa anggota ku untuk ke hall dan berbaris. Kali ini dipimpin oleh Kak Paskalia.

Lomba yang akan kami tempuh bernama Lomba Estafet. Maksudnya, di lomba tersebut terdapat banyak cabang lomba dan tertuju menjadi satu lomba. Di lomba estafet ini ada lomba pengindraan (melihat, meraba, mencium bau), LKBB, Morse peluit, Bowling, dan Estafet karet. Dan, kata Kak Paskalia, kami boleh bebas menentukan yang mana yang akan kami pilih. Dan setelah mendengar beberapa ketentuan, akhirnya kami disuruh bubar. Aku dan semua anggota regu Lili segera mendiskusikan yang mana yang akan kami pilih duluan.

“Jadi, mau yang mana?” tanyaku.
“Yang indra-indra saja,” usul Valen.
“Oh, kita LKBB dulu saja. LKBB kan susah,” usul Vania.

“Boleh, kita LKBB dulu, lalu lomba indra, lalu kita ikut bowling, lalu morse peluit, dan terakhir estafet karet. Setuju?” kataku.
“Setuju,” seru Anggota Regu Lili serempak. Dan kami segera ke lapangan untuk lomba LKBB. Pembagian tempat lomba juga acak. Lomba pengindraan dilakukan di kantin, lomba LKBB di lapangan, morse peluit di taman, bowling di parkiran SMA, dan estafet karet di lapangan SD. And then, disimpulkan bahwa semua itu adalah posko.

Kami semua segera ke posko LKBB. Disitu kami diberi satu kertas, panduan LKBB. Lalu aku sebagai ketua melihat-lihat isi kertasnya dan siap untuk melaksanakan lomba tersebut. Kami dijurikan oleh Ko Feju/Ko Felix Julian. Aku segera memimpin mereka sampai habis. Oke, Ko Feju selesai menilai penampilan kami, dan kami dibolehkan untuk lanjut ke lomba lainnya. Satu lomba selesai.

Kami segera ke kantin untuk mengikuti lomba pengindraan. Valen mengikuti lomba Indra Raba, Khen Ing mengikuti lomba Indra Penciuman, dan aku sendiri mengikuti lomba Indra Penglihatan. Sebenarnya yang mengikuti lomba Indra Penglihatan adalah Dea, tapi karena Dea tidak mau ya sudah aku yang harus menggantikannya. aku, Valen, dan Khen Ing segera ke posko perlombaan masing-masing. Aku yang sudah sampai ke posko Indra Penglihatan segera menghampiri kakak-kakak yang sudah menunggu. Kakak- kakak pembina kali ini adala Kak Caroline dan Kak Silvia. Ternyata, lomba ini bukan hanya melihat, tapi mengingat. Di situ diberikan 10 benda dan disuruh mengingat benda-benda itu dalam waktu 30 detik. Hemmmm… kali ini aku bisa mengingat. Aku segera menghafal 10 benda tersebut dan fiks saat ingin menghafal sekali lagi, waktu yang diberikan sudah habis. Oke, aku sudah siap dan pasrah. Aku segera mengisi 10 nama benda dan mengumpulkan kertas ke panitia. Satu lomba selesai. Lalu aku menghampiri teman-temanku yang sudah menunggu.

“Val, gimana lombanya?” tanyaku.
“Cuman disuruh raba 5 detik jak, habis itu kami disuruh isi benda apa yang ada di dalamnya,” sahut Valen.

Aku melihat Khen Ing yang sedang lomba Indra Penciuman. Aku dan Valen segera menghampiri mereka yang sedang menunggu Khen Ing.
“Gimana lombanya? Bisa gak?” tanya CL.
“Lumayan, lha,” jawabku. Valen mengangguk. Kami menunggu Khen Ing. Dan Khen Ing sudah selesai lomba indra penciuman. “Gimana, Khen?” tanya kami semua. “Lumayan, lah. Aku bisa semuanya. Cuman 1 jak yang agak ragu. Kalian?” jawab Khen ing yang sedang meregangkan otot-otot tangannya. “Aku sih lumayan,” kataku. “Aku yang enggak lumayan. Cuman bisa isi 2, jak,” jawab Valen. Aku tergelak. Khen Ing terperangah. Dan kami segera ke posko bowling.

Saat di posko bowling, hanya 5 orang anggota yang bisa ikut. Dan di situ, aku diikutkan kembali. Sisanya aku lupa. Kami bermain bowling dan hanya mendapat 2 poin lemparan. Fiks, sudah 3 lomba yang sudah diselesaikan. Lanjut lagi, kami ke taman untuk mengikuti lomba morse. Sayangnya, di lomba morse, kami hanya bisa menjawab asal karena tidak ada satupun yang kami tahu. Tapi, tak apalah, yang penting kekompakkan dan kerja sama. Dan finishingnya ada di lomba estafet karet. Lomba yang menyenangkan dan paling terakhir. Kami segera menyelesaikan lomba estafet karet dengan hati riang gembira. Dan selesai, kami mendapat 3 karet di sana. Fiks, semua lomba sudah diselesaikan dengan sempurna. Menurut kami semua, mau menang atau kalah itu tidak masalah, yang penting pengalaman, kerja sama, dan kesenangan.

Aku dan semua anggota regu segera ke ruangan kelas 7C. Di situ kami mengobrol ria karena hanya kamilah yang satu-satunya selesai di ruangan 7C ini. Di situ kami menyiapkan pakaian, lalu memasukkan kembali barang-barang yang kami pakai, dan kami juga mengemil ria. Sampai dimana sudah ramai beres-beres dan kami yang sudah tersusun rapi. Musik yang diputar juga membuat kami semangat. Sampai dimana ada lagu yaitu “Goyang Dumang” yang dinyanyikan oleh Cita-Citata diputar, kami semua bernyanyi ria. Sama halnya dengan lagu Sambalado, Sakitnya tuh Di sini, dan lain-lain. Menyenangkan sekali. Dan saat itulah kami disuruh berganti pakaian. Kami yang awalnya senang menjadi cemberut. Bukannya tak mau, tapi kami sangat malas untuk berganti baju. It’s oke. Kali ini aku berganti pakaian dulu, lalu duduk sambil menunggu makan siang. Saatnya makan siang. Aku yang pada saat itu tidak ada di ruangan, akhirnyalah Yopita dan CL kembali mengambil makan siang.

Saat aku kembali, semua orang yang ada di ruangan 7C sedang makan. Mereka duduk di bangku kelas. Bangku yang awalnya diangkat, diturunkan kembali. Kali ini menunya adalah sop plus ayam goreng. Waw…

SAYONARA

Saat kami semua sudah selesai makan dan sudah siap-siap plus operasi semut dan mengecek kembali yang akan dibawa pulang. Disitulah, dasi Valen hilang.

“Kalian ada lihat dasi aku, gak?” tanya Valen.
“Enggak,” jawab kami.
“Dasi aku hilang, gimana nih? Padahal aku simpan di kursi ini, tapi gak ada? Gimana ya?” tanya Valen.
“Lapor aja ke Kak Rinny,” usul CL.

“Iya juga, sih. Tapi nanti dihukum kek mana?”
“Endak, kok. Asal kau udah lapor jak,” kataku.

Valen segera mencari Kak Rinny tapi tetap saja tidak ada orangnya. Lalu, Valen bertemu dengan Kak Catherine yang saat itu sedang menawar gorengannya kepada kami. Langsung saja Valen melaporkan insiden tersebut.

“Ntar, laporannya bakal ditindak lanjuti. Tapi, mau beli gorengan ibu gak?” tawar Kak Catherine.
“Kak, beli 2 dong lumpianya,” sahutku yang membeli lumpia kak Catherine.
“Tuh, Silvia aja beli, masa kamu enggak?”
“Iyalah. Beli itu satu dong,” jawab Valen. Aku yang melihat kejadian itu langsung tertawa geli dalam hati. Lalu memakan lumpia dan tak lama terdengarlah tanda berkumpul.

Aku segera mengambil tas plus tongkat regu. Lalu berbaris di hall menunggu teman-teman kami berkumpul. Dan dilanjutkanlah dengan upacara penutup. Upacara penutup yang menjadi petugasnya adalah para laki-laki/putra. Dan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang plus pembagian hadiah. Fiks, regu kami tidak ada yang menang sama sekali. Tapi, kami tetap bahagia karena pertama sebentar lagi sudah mau pulang, dan kedua kami sudah merasakan kerja sama, bahagia sama-sama, susah sama-sama, dan apapun yang dilakukan hampir semuanya bersama-sama.

Setelah semuanya disebutkan, dilanjutkan dengan menyanyi-nyanyi sebentar dan ditutup dengan doa. Pada saat itu sedang hujan. Jadi, aku pulangnya dengan basah kuyup. Di dalam hatiku, Persami kali ini tidak akan aku lupakan, karena aku sudah bisa kerja sama, mandiri, dan hidup bersama orang lain/sesama kita seperti teman-teman, kakak-kakak pembina, dan kakak pramuka inti penggalang. Ya semoga saja, akan ada Persami berikutnya yang lebih indah dari sekarang.

THE END

NOTE:
Pengalaman ini sesuai dengan realita aslinya. Kecuali di depan-depannya itu rekayasa sedikit. Ya semoga saja, kalian menikmati semuanya. Oh ya pas pulang dari PERSAMI, kulit Ariki semuanya bentol-bentol karena Ariki alergi sama yang namanya autan. Fiks, dengan ini My Persami Story dinyatakan selesai.

#SalamYareYare
#Ariki_Taruka
#A_t

Cerpen Karangan: Silvia Anggelina
Facebook: Silvia Anggelina
Oke, nama beken aku memang Ariki, jadi, kalian boleh dong panggil Ariki-san!!! Salam otaku, ya!!!

Cerpen My Persami Story (Part 4) Morning Day merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Salah

Oleh:
Namaku Indah, usiaku 17 tahun.. umur yang kata orang dimana seorang remaja mengenal cinta. AKu duduk di bangku SMA tepatnya lagi kelas dua, tapi anehnya aku mencintai cowok yang

Love 1 Month (Part 1)

Oleh:
Hari ini, sama seperti hari-hari kemarin. Tak ada yang istimewa buatku. Kecuali, datang ke sekolah pagi-pagi hanya untuk melihat seorang adik kelas yang ku sukai. Namanya Nano. “Kepagian nih

Tentang Lo dan Gue

Oleh:
Seorang cewek menangis di tepi tempat tidurnya, entah apa rasanya hatinya saat ini, dia hanya bisa mengeluarkan air matanya. Seorang itu bernama gladis putri rahayu, keturunan orang indonesia asli.

Khayalan

Oleh:
Aku terlahir menjadi orang miskin di kampungku, jangankan punya rumah bagus, makan untuk setiap hari aja susah. Namaku Dino sekarang aku sudah di kelas X-3 S,AN 16 di kabupaten

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *