Nathalie Horsen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 December 2018

Pagi mulai menyapa dengan kicauan burung-burung di belakang kediaman megah milik keluarga horsen. nathalie horsen, gadis berparas cantik yang baru menginjak umur 16 tahun ini terkesan malas untuk bangkit dari mimpi indahnya. dentuman alarm mahal milik lie tidak sanggup membangunkan gadis cantik ini.

“sayang woke up dong… masa kamu mau telat sih, ini hari pertama kamu masuk sekolah lho… momi aja udah nggak sabar pengen lihat yang bening-bening di sekolah kamu yang baru masa kamu enggak… c’mon baby… jangan malas-malasan ah, itu enggak momi banget deh.” ucap sang momi.
“iya-iya mom, lie udah bangun kok, momi keluar aja dari kamaar lie biar lie siap-siap.” ucap Lie.
Sebenarnya itu hanya sebatas ucapan karena lie tidak berencana bangun pagi. Sepertinya kebiasaan molor lie memang tak pernah hilang, dari hidup di LA sampai Indonesia tetap saja seperti itu.
“baby, jangan bohongi momi ya… momi tau…” jawab sang momi lagi.
Mau tak mau akhirnya lie pun bangun dari tidurnya.

SMA HORSEN
pesona Lie sepertinya memang tak pernah surut. wajar lah seorang Nathalie Horsen, putri satu-satunya bagi keluarga Horsen yang kekayaannya hampir setara dengan pemilik microsoft coorperation, siapa sih yang tak ingin bersosialisasi dengan dia. tak terkecuali para siswa SMA Horsen.

“eh minggir, gue mau duduk situ.” usir Lie saat hendak duduk di kantin sekolah.
“emang siapa lo berani-beraninya ngusir gue, lo nggak kenal sama gue..?” dengaan nada sedikit sengit.
“hahahaha seharusnya gue yang tanya seperti itu… tapi udahlah masa bodo gue sama lo… dasar cewek aneh.” balas Lie tak kalah sengit.
“apa lo bilang?” jawab cewek itu.

Cewek itu sebenarnya anak dari Firman andi, patner yang sekarang menjadi musuh bagi keluarga Horsen. Adu mulut tak dapat terhindari lagi. Saling caci dan ejekan sampai akhirnya ada seorang laki-laki yang melerai dua orang elit ini.
“STOP… lo kira ini hutan… lo semua diem.” bentak Yuda.
“siapa lo berani-beraninya bentak gue, lo nggak tau gue siapa? hah??” bentak Lie.
“ok gue nggak tau siapa lo dan gue juga nggak pengen tau tentang lo, DAN asal lo tau gue nggak perduli tentang lo.” jawab yuda sengit.

Hari brganti hari, bulan berganti bulan sampai akhirnya kebencian yang terukir di hati Lie karena Yuda sirna…

hhhh gaje ya ceritanya… maaf soalnya ini spontan dan tentang kebencian Lie pada Yuda akan aku sambung di cerpen berikutnya. pokoknya terusannya deh…

Cerpen Karangan: Zaida Rahma
Blog / Facebook: Zaida
namaku zaida rahma. aku bersekolah di MA MAFAL SUMANDING. Salah satu sekolah di gunung yang berprestasi… sekian dulu ya biodataku

Cerpen Nathalie Horsen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Fara Sahabatku

Oleh:
Teet…!! tanda suara bel masuk terdengar di telinga kami yang masih berada di luar kelas. Karena takut dimarahi oleh pak Ratno, guru matematika kami yang killer, aku dan teman-teman

Nakal Dulu Baru Sukses

Oleh:
Ceritaku dimulai saat aku menginjakkan kakiku ke sekolah ini. Sekolah ini cukup bagus dan mengasikkan bagi seluruh siswa yang pintar, bagiku sekolah ini terlihat biasa saja karena aku masuk

Ada Mei Di Bulan Juni

Oleh:
Senin pagi di awal bulan juni, ku mulai perjalanan menuju sekolah yang berada di desa tetangga. Namaku Kara Febrian, aku duduk di bangku kelas 3 SMA. Seperti biasa aku

Impian Jadi Nyata

Oleh:
“Bina! Coba kamu lihat ini,” ujar seorang anak remaja bernama Bani ini menujukkan koran ke arah si kutu laptop Bina. “Memangya kenapa?” Tanya Bina yang masih berkutat dengan laptop

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *