Neighbor Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 30 April 2016

Hari pertama diriku menginjakkan kakiku di sekolah yang berbeda, sungguh berbeda. Karena sekarang diriku sudah melepas seragam SMP-ku dengan seragam SMA. Dan sekarang pagi-pagi sekali aku harus datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan ospek, sudah tidak aneh di telinga kan, bila kita akan masuk ke suatu sekolah yang lebih tinggi lagi. Pasti ada kata ospek di setiap pertama masuk ke sekolah tersebut. Pagi ini aku naik kendaraan umum karena, kakakku sedang berada di luar kota.

“Aduhh..” pekikku ketika merasa ada yang menabrakku hingga terjatuh.
“Sorry-sorry. Gue gak sengaja, aduh.. Maafin gue ya?” terdengar kalimat panjang dari salah satu orang, yang sudah dikenal pasti seorang pria.
“Maaf sih gampang, tapi bantuin gue dulu dong bangun!”
“Oh.. Iyah,” cowok itu pun membantu diriku, terasa tangan dirinya bersentuhan dengan tanganku. Halus dan nyaman.. Eitthh.. Kenapa jadi gini sih?
“Oke.. Kalau gitu gue duluan ya..” akhirnya setelah membantu diriku bangun si cowok itu pun pergi.

Ah.. Akhirnya sampe juga di sekolah, sekolah itu pun. Sudah dipenuhi oleh ratusan siswa dan siswi tentu saja. Orang-orang yang bersekolah di sini. Pukul 05.30 terlihat beberapa orang. Yang aku perkirakan mereka adalah anggota OSIS dan MPK. Yang akan memimpin jalannya kegiatan ospek ini.
“Pagi.. Semua,” sapa kakak kelas perempuanku.
“Pagi.. Kak.” jawab kami yang ada di lapangan serempak.

“Perkenalkan nama Kakak, Whenda..” dan perkenalan antar kakak kelas yang anggota OSIS MPK pun.. Berlangsung. Dan setelah selesai perkenalan tiba-tiba.
“Aduhh.. Maaf Kak, saya telat. Soalnya tadi saya ke toko buku, dan kejebak macet deh..” suara itu. Ya suara yang aku dengar tadi pagi. Dan ketika aku mengalihkan pandanganku dari handphoneku dan ternyata benar saja.. Cowok itu.
“Baru pertama ospek udah telat, dan alasannya juga tidak logis!” bentak kakak OSIS pria yang bernama Yogi.
“Maaf Kak tapi saya tidak bohong.” bela pria itu.

Dan akhirnya masa orientasi peserta didik atau (MOPD) itu telah selesai. Dan waktunya aku bersekolah untuk belajar seperti biasa. Aku pun berangkat sekolah dengan menaiki angkutan umum karena kakakku masih belum pulang dari tugas luar kotanya. Ketika diriku ke depan komplek tiba-tiba aku melihat sesosok makhluk yang tidak lain adalah pria itu. Ya ternyata nama pria itu Alvin, dan dia.. Omg dia juga satu perumahan denganku.

“Hei.. Ngapain lo, lihatin gue?” ucap si cowok dari balik pintu pagar yang menjulang tinggi.
“Idih.. Geer banget lo, siapa juga yang lihatin lo kayak yang kurang kerjaan,” sewotku.
“Biasa aja kali.. Gak usah sewot,”
“Terserah loh.. Eh tapi kalau gue boleh tahu ini rumah lo?”
“Iya ini rumah gue, terus kenapa lo mau ngomen lagi terus pake sewot?”
“Idih.. Biasa aja kelless, kayak cewek sensi aja. Lo, gue jadi takut. Nih, mending gue cabut deh. Bye!!”
“Good bye.. Semoga kita gak akan pernah ketemu lagi cewek aneh!”

“Apa.. Lo bilang, cewek aneh? Lo kali cowok sensi. Dasar orang yang gak pernah bersyukur lo..”
“Hah.. Gak pernah bersyukur. Orang gue suka bersyukur kok.” jawabnya tak mau kalah.
‘Ah.. Dasar cowok, ganteng? Emang sih.. Dia ganteng tapi kenapa sifatnya kayak cewek sensi, mending gue pendem rasa suka ini dari sekarang. Sebelum terlambat.’ ucapku dalam hati.
“Tahu.. Ah, ngomong sama cowok sensi kagak nyambung.. Bye.”
Aku pun melenggang pergi ke sekolah.

Cerpen Karangan: Nazia Nabila
Facebook: Nazia Nabila Multifandom

Cerpen Neighbor Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beda Alur

Oleh:
Ribuan titik hujan jatuh dari langit begitu derasnya. Kupandangi jalan. Bergenangan air. Teringat akan waktu 5 tahun silam. 5 tahun lalu Aku berdiri di depan kelasku. Kelasku berada di

Aku dan Mereka

Oleh:
Pagi ini perasaanku sangat bahagia dan bersemangat, rasanya ingin tiba di sekolah dengan segera. Bagaimana tidak, kejutan demi kejutan membuat pagiku begitu ditemani banyak bunga-bunga, hal itu tentu membuat

Ratapan Jiko

Oleh:
“JIKO!!” Suara dari wanita yang sekaligus emaknya Jiko menggelegar. “Jiko. Bangun. Demen banget lu liat emak koar-koar tiap pagi buat ngebangunin elu!!” si emak menarik selimut yang membungkus tubuh

Kakiku Berdetak Kencang

Oleh:
“Don gimana ini soal no 3?” Tanya kori teman gue pas lagi ujian. “Bentar kor.” Ujar gue sambil acungin jari telunjuk sama tengah buat kasih tahu kalo jawabannya B.

Mimpi Berto

Oleh:
Pada Suatu malam di sebuah kampung terpencil di ujung timur Indonesia, hiduplah seorang anak kecil yang bercita-cita menjadi seorang pemain sepakbola. Ia adalah Berto, remaja muda yang berasal dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *