Och!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 November 2014

“Din, gue mau ngomong sesuatu sama lo! Tapi lo jangan marah ya, pliss” Ucap Sarah.
“apa sih Sar? Kayanya serius banget nih. Hahah selow aje” jawab Dina.
“gue cemburu lo deket-deket Raka. Gak tau kenapa, tapi gue gak bisa buat kesel sama lo.” Kata Sarah dengan suara dipelankan.
“astaga sarrraaahh! Lo kenapa bisa cemburu sama gue sih? Gue sama dia cuman temen doang bener deh gak lebih” Dengan nada tinggi Dina menjelaskan kepada Sarah.
“gak tau, lo kayanya bisa akrab banget gitu sama dia. Mungkin karena lo baik, asik diajak ngobrol, seru lagi” jawab Sarah.

Siang itu matahari tidak terlalu terik, malah gumpalan awal gelap menyelimuti kota Bandung. Dina berjalan perlahan sambil memikirkan omongan temannya itu. Perkataan Sarah sama seperti perkataan Rani dulu. Malah Rani bilang kalau Dina lebih cocok sama gebetannya ketimbang dia. Padahal Dina dekat dengan gebetan Rani hanya untuk membantu mereka jadian.

Ada juga temen sekelas Dina yang cemburu sama dia karena Dina deket sama cowok-cowok kelasnya. Padahal deketnya juga Cuma buat bercanda doang dan nanya tentang pelajaran.

Dina seorang cewek yang bisa dibilang gampang bergaul, lumayan pintar, dan seru. Dia juga care sama temannya. Bukan hanya teman ceweknya saja, teman cowoknya pun banyak yang curhat dengan dia. Jadi mungkin banyak teman-teman yang cemburu terhadap Dina karena itu.

Dina punya sahabat cowok yang sudah jarang ketemu dan kontak-kontakan. Waktu itu Dina bbman sama sahabatnya dan cuma nanya sebatas “heii bray, apa kabar lo?” dan nanya tentang sekolahnya. Eh, keesokannya malah pacar sahabatnya bilang kalo Dina itu kegenitan sama cowok orang. Dina sudah coba jelasin ke pacar sahabatnya kalo dia itu cuma sahabatan dan gak mungkin kegenitan sama sahabat sendiri.

Dina bertanya sendiri “apa salah gue sih? Kalo kaya gini terus bisa-bisa banyak temen yang cemburu sama gue. Terus gue dijauhin dan arggghhh!!”. Dina bingung apa yang harus dia lakuin sekarang.

Malam harinya dia minta saran ke Anty, Putra dan Ahmad, sahabat Dina.
“parah banget deh Din, kok bisa gitu ya? Padahal lo kan cuma temenan sama cowok-cowok itu. Lo mungkin harus jaga jarak aja kali Din sama mereka, entar takutnya kalo lo biarin aja malah banyak yang mikir enggak-enggak” jawab Anty.
“wakakaka. Biarin aja. Yang penting lo udah jelasin. Lagian hidup dibawa santai aja” jawab Putra.
“lo berdoa aja Din. Lagian kenapa mereka bisa bilang gitu?” jawab Ahmad.

Esok harinya, Dina mencoba untuk jaga jarak sama temen-temen cowoknya itu. Tapi tetep aja Dina gak bisa. Itulah Dina, dia susah berubah walaupun memang seharusnya berubah dan dia gak bisa berpura-pura di depan orang lain. Mulai hari itu, Dina mencoba untuk melupakan kejadian-kejadian yang sudah berlalu dan Dina ingin cepat-cepat supaya lulus agar masalahnya bisa dilupakan sama teman-temannya dan juga dia.

Cerpen Karangan: Nadiya Muthmainah
Blog: Muthmainadiya.blogspot.com

Cerpen Och! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kang Luffy

Oleh:
Langit hitam memekat sunyi dalam gelapnya cakrawala. Dengan ditemani jangkrik-jangkrik yang bersiul riang menyambut separuh malam. Pukul 00.22 WIB kulirik jam bermerekan 3ATN water resistant stainless biru polos, dengan

Hello To Myself

Oleh:
Quqila Mataku menatap sesosok pria yang sedang asyik memainkan piano, sambil sesekali aku menuangkan pemandangan indah itu pada secarik kertas yang kugenggam. Pria itu adalah Kevin. Ya, aku menyukainya

Citarasa Cinta Masa SMA (Part 1)

Oleh:
Namanya Aldiara Sanjaya. Begitu sempurna untuk dikagumi para kaum hawa di sekolahku. Secara fisik, ia tinggi, atletis dan jelas saja tampan. Seorang yang berotak encer dalam bidang akademik dan

Bagai Bintang Sirius

Oleh:
Plak! Tamparan keras mendarat di pipi Nella yang mulus. “tampar aja terus! Tampar!” ujar Nella penuh emosi. “beraninya kamu dengan ayah kamu sendiri!” balas ayah Nella. “ayah? Ayah gue

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *