Oh Ternyata

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 April 2017

Sore yang begitu mengagumkan semburat jingga menghiasi langit, warna ungu dan biru pun tak mau kalah ikut terselip di antara kemerahan awan yang mengepul, sore ini aku sangat bersemangat untuk belanja keperluan sekolah karena tahun ini aku memasuki tahun ajaran baru dan menjadi anak SMA, kata kebanyakan orang sih masa abu-abu itu masa yang paling indah dan tak terlupakan yang membuat aku semakin tak sabar memakai seragam abu-abuku.

Sore ini aku belanja dengan Karin teman SMP sekaligus bakalan jadi teman satu SMA juga. Pandanganku seketika terhenti yang tadinya celingukan kesana kemari mencari barang yang aku butuhkan mendadak tertuju pada cowok cakep berbaju merah di hadapanku, seakan waktu berhenti dan berkompromi agar aku bisa memandangnya lebih lama, dia keren banget apa yang sebenarnya terjadi pada pekarangan hatiku yang semula hanya ada rerumputan kini mendadak menjadi taman bunga,
“bruuuaaakk…kk” aku menabrak rak pulboin, cowok itu menghampiriku semakin membuat jantungku berkejaran.
“kamu tidak apa-apa?” tanyanya
Tanpa mengalihkan pandangan, aku mengacungkan bulpoin sambil nyengir
Dia membantuku berdiri dan berlalu begitu saja, oh Tuhan bodohnya aku tidak sempat menanyakan namanya. “Kalau kita jodoh pasti ketemu lagi!” gumamku menenangkan hati dan aku pun melupakan kejadian sore itu yang lumayan memalukan aku menabrak rak gara-gara cowok.

Bersemangat sekali aku hari ini karena aku mulai masa orientasi, bertambah semangat lagi aku terpilih menjadi anggota osis dan akan mengikuti LDKS, Sekolahku mempunyai beberapa cabang SMA, SMP dan SMK yang berada di beberapa tempat di Mojokerto, senang sekali membayangkan aku akan punya banyak teman baru karena semua cabang di sekolah ini ketika LDKS dikumpulkan jadi satu dan melakukan kegiatan bersama.

Suatu hari aku dan sherin janjian ketemu di salah satu cafe di Mojokerto. Yaah meskipun kota ini kecil tapi tidak terlalu ketinggalan zaman lah sudah ada cafe dan mall di sini. Dan sherin adalah temen dekatku di SMP
“hay apa kabar” tanya sherin yang kebetulan baru datang dan aku datang lebih dulu
“baik sher! Lo gimana? eh sekolah di mana sekarang?” tanyaku
“baik juga, aku sekarang di Surabaya ikut mamaku fer.”
“eh lo pesen apa?” aku mengalihkan pembicaraan karena wajah sherin yang semula cerah mendadak mendung ketika membahas tentang orangtuanya maklumlah orangtuanya bercerai.
“hemmm” dia clingukan tanpa menjawab tawaranku.
“lo nyari siapa si sher?” tanyaku karena dia seperti mencari seseorang.
“sepupu aku fer, aku tadi sama dia” cetusnya tanpa mengalihkan pandangan. “eh itu dia!” tambahnya sambil menunjuk ke arah cowok berwajah putih bersih, badannya tinggi tegap dan dia manis ada lekukan di pipinya saat dia tersenyum membuatnya semakin terlihat berkarisma.
Dia adalah cowok di toko beberapa waktu lalu. Jantungku seketika berirama dengan kencangnya seakan Tuhan memang berancana menjodohkan kami berdua sehingga kita bertemu lagi di sini, ternyata dia sepupunya sherin selama ini kita dekat karena rumah kami beda gang saja hanya saja Tuhan ingin pertemuan kita dikemas dengan dramatis dan di waktu yang tepat.

Semenjak pertemuan itu kami sering berkomunikasi dan sengaja bertemu sampai akhirnya kami menjalin hubungan atau berpacaran namun Febri menyuruhku untuk menyembunyikannya dari sherin.
Hari-hariku sangat berbeda aku lebih bahagia semenjak ada dia karena dia sangat mengerti cara memperlakukan perempuan dan membuat aku bahagia itu seperti apa.

Hari ini pun tiba, aku melakukan kegiatan LDKS, tujuan kami adalah salah satu hotel di Trawas,
Aku menghirup nafas dalam “akhirnya sampai juga” sembari melanjutkan langkah dan turun dari bus
Ada beberapa bus yang berdatangan yakni dari sekolah sekolah cabang, pandanganku tak mau berhenti terus saja memandangi anak-anak lalu lalang mereka sangat asing karena memang beda sekolah, pandanganku tiba-tiba terhenti ada sosok yang aku kenal seakan saraf dalam tubuhku tegang seketika yakni adalah kekasihku. Kemarin dia bilang beberapa hari yang akan datang dia akan sedikit sibuk apa karena kegiatan ini tapi mengapa dia tidak bilang kan kita bisa melakukan kegiatan bersama-sama! (tanda tanya besar) selama kita pacaran sekitar 2 bulan yang lalu aneh dan bodoh rasanya kenapa aku gak pernah menanyakan padanya sekolah di mana, marah pun dia tak salah toh aku tidak pernah tanya akan hal itu. Dia turun dari bus berindentitas SMK yang bertempat tak jauh dari sekolahku seragam sekolahnya pun aku kenal.

“halo ganteng!” sapaku dari telepon
“hem, yaaa!.” jawabnya singkat
“kenapa kau jahat sekali! Ikut kegiatan LDKS yang sama denganku tapi gak bilang, bukankah aku menceritakannya sebelumnya.” cetusku dengan nada sedikit manja
Dia celingukan mencariku “maaf sayang, aku tidak tau kalau LDKS kita sama.” jawabnya sambil terbata-bata dia memandangku dari kejauhan lalu menunduk.
Ada perasaan bahagia namun juga heran kenapa secara kebetulan seperti ini. Seperti dalam film yang alurnya memang sengaja disetting oleh sutradaranya.

Sehabis upacara pembukaan seluruh siswa dipersilahkan masuk kamar dan beristirahat. Malam itu aku tidak bisa tidur, padahal besok pagi-pagi sekali aku harus mengikuti serangkaian kegiatan sampai siang. Tiba-tiba saja salah satu dari temanku kesurupan sontak seluruh isi kamar bangun dan ketakutan. Guru-guru berdatangan dan mengatasinya beberapa saat kemudian temanku yang lain pun ikut kesurupan. YA Tuhan hari apa ini aku benar-benar merinding kondisi kamar yang sangat ramai masih saja terasa seperti sedang berada di kuburan sendirian.

“Anak-anak, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kalian semua bapak bagi ke kamar-kamar lain ya!” kata seorang guru.
kami pun dibagi ke beberapa kamar lainnya. Dengan kesal setengah ketakutan aku berjalan di koridor yang terdapat beberapa kamar, suasana yang sepi dan remang membuat aku semakin takut bahkan aku beberapa kali dikagetkan oleh bayanganku sendiri. Kecemasanku bertambah karena kamar yang aku cari tak kunjung kutemukan, sudah beberapa meter aku berjalan,
“akhirnya” aku menghela nafas, akhirnya aku menemukannya, rasa tak sabarku ingin berada di tempat tidur dan segera mengakhiri mimpi buruk ini.

Tok..k.. Tok..k.. Aku beberapa kali mengetuk pintu namun tak ada jawaban, saking lamanya menunggu aku semakin gelisah beberapa kali aku mengecek suasana di sekitarku, yang membuat bulu kudukku merinding.
Aku tak patah menyerah, aku lebih mempercepat irama ketukanku dan lebih keras sembari celingukan ke arah belakangku, rasanya gak lucu jika tiba-tiba ada hantu yang berdiri di belakangku.

Kriiii..ii..eeek suara pintu terbuka. Seketika aku langsung berbalik arah pintu kamar. Seakan rahasia besar mengobrak-abrik seluruh isi dalam otakku, tubuhku mendadak membatu atau bahkan mendadak tulang belulangku meleleh, tak ada satu kata pun yang terlontar dari bibirku. Aku tidak percaya apa yang aku lihat, semuanya seperti di adegan film-film layar lebar dan aku jadi pemeran utamanya, aku melihat kekasihku di kamar perempuan dan lebih mengejutkan lagi aku membaca name seragamnya Febriana permata putri itu nama kekasihku Febri yang aku kenal yang selama ini bersamaku bercumbu mesra denganku adalah seorang perempuan, ingin rasanya aku berteriak atau bahkan ingin bunuh diri di tempat. Dia hanya menatapku seakan tak sadar bahwa aku mengetahui kebohongan ini. Aku langsung pergi dan berlari tak kuasa aku membendung air mata yang sejak tadi ingin tumpah, derai air mata ini tak henti-hentinya sederas air terjun, aku marah, aku benci, aku sedih, aku jijik entahlah semuanya tercampur aduk. Rasa sesal yang terus menggerogoti jiwa tak pernah bisa sirna.

Cerpen Karangan: Kasih Nuranti
Facebook: Kasih Nuranti

Cerpen Oh Ternyata merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Seindah Harapan (Part 2)

Oleh:
Aku berjalan menuju ke kelas sambil tersenyum-senyum, tanpa aku sadari temanku Lusi sudah berada di sebelahku dan berkata “Ciiieee… Ciieee… Hahaha…”, Aku kaget dan berkata “Haaa? Maksuudddnya? Kamu nggak

Best Friend

Oleh:
Singkat cerita. Iqbal, Aldi, Salha, Kiki dan juga Cassie sudah bersahabat dari kecil. Mereka berlima selalu satu sekolah yang sama. Dari TK, SD, SMP, dan sekarang saatnya mereka memilih

Glasses Make Me Random

Oleh:
Galau! Gila! Kemana kacamata gue. Masa iya meja ini makan kacamata gue. “Da, ngapain lo blusukan gitu?” suara cempreng Kiki memecah konsentrasi gue. Rese. “Kacamata.” jawab gue singkat. Padahal

Zahranomia

Oleh:
Zahranomia. Sindrom itu sudah merebak di kalangan siswa dan siswi di sekolahku. Katanya sindrom tersebut diakibatkan oleh sebuah virus tak dikenal yang masih diselidiki jenisnya. Data terbaru yang diketahui

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *