Orang Kira Dia Hanya Seorang Yang Lemah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 June 2016

Ghani, temanku ini berasal dari daerah lain. Orangtuanya menjadi transmigran karena bekerja disini. Sebenarnya dia bukan anak baru disini. Sudah sekitar 4 tahunan tinggal di desa ini. Di sekolah, dia termasuk anak yang pendiam. Walau dia sedang mempunyai masalah, dia tidak pernah menceritakan kepada orang lain. Dia tak pernah berulah yang macam-macam dan termasuk pemalu. Bagiku, dia dalah seorang teman yang baik, tetapi, bagi anak-anak lainnya, dia adalah seorang pembantu yang sangat bisa dimanfaatkan.

Ghani pun menjadi sahabatku. Aku sering ke rumahnya untuk belajar kelompok ataupun hanya bermain. Orangtuanya tidak kelihatan keberatan atas kedatanganku setiap hari dan persahabatan kita berdua, walaupun kami berdua telah berbeda suku. Permainan-permainan tradisional dan modern sering kami mainkan.

Pagi ini, adalah ulangan harian. Soal-soal pun dibagikan ke siswa. Aku pun mulai mengerjakan soal-soal tersebut. Anak-anak lainnya pun juga mulai mengerjakan soal, termasuk Ghani yang duduk di sampingku. Waktu pun habis. Syukurlah, aku pun telah selesai. Anak-anak lainnya pun juga sudah selesai, begitupun dengan Ghani.

Tak terasa, 2 hari sudah, sejak ulangan harian tersebut. Hari ini adalah waktunya pembagian hasil ulangan harian. Aku dapat berapa ya?. Pikir semua anak-anak. Pak Guru pun mulai memebagikan hasil ulangan satu per satu. Dimulai dari absen pertama dan seterusnya. Sesudah semua hasil ulangan dibagikan, semua anak-anak bertanya-tanya ke teman-temannya. Dari percakapan teman-temanku tersebut, aku berpikir, bahwa semua anak mendapat nilai baik. Baguslah kalau begitu, kataku dalam hati.

Walaupun aku berpikir demikian, tetapi ada 1 anak yang mendapat nilai buruk. Siapakah gerangan anak tersebut? Tanyaku dalam hati. Ternyata adalah Ghani. “Mana mungkin Ghani mendapat nilai seperti itu?”. Anak-anak pun berkata “ya jelaslah Ghani dapat nilai seperti itu. Kan dia tidak bisa apa-apa. Cuma bisa menjalankan perintah dari kita. Pantas kalau dia jadi pembantu”. Aku hanya bisa terdiam mendengar hal itu.

Sejak saat itulah, Ghani semakin diremehkan dan dianggap hina oleh teman-temanku. Kasihan sebenarnya diriku ini pada Ghani. Tetapi, aku bisa berbuat apa? Anak-anak itu pasti meremehkanku dan akhirnya berbuat semena-mena padaku. Hanya Tuhan yang bisa mengatasi masalah ini.

Hari ini adalah pelajaran olahraga. “Hore, saatnya bulutangkis”. Semua anak-anak pun gembira karena bulutangkis merupakan permainan yang paling digemari di kelasku. Bulutangkis pun dimulai. Semua anak menunjukkan kehebatannya. Tapi, ternyata, Ghani-lah yang paling mahir dalam permainan bulutangkis. Walaupun lawanya cukup mahir, Ghani dengan mudah mengatasinya.

Kemampuan Ghani terus menerus meningkat. Akhirnya dia mengikuti lomba bulutangkis tingkat provinsi dan berhasil menjuarainya. Ternyata, Ghani adalah anak hebat. Pikir semua anak. Terus maju Ghani!

Cerpen Karangan: Wildan Hasibuan Amriansyah
Facebook: Wildan Hasibuan Amriansyah

Cerpen Orang Kira Dia Hanya Seorang Yang Lemah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pejuang Kokoh

Oleh:
Mata bulat itu menerawang jauh, lamunannya membuat pikirannya melayang, meninggalkan raga yang masih terduduk kaku. Tangannya terus saja memainkan pena hitam dengan mengetuknya ke dasar meja. Sesekali ia betulkan

Aku Suka Kamu

Oleh:
Ketika cinta yang kita beri pada seseorang, namun dengan gamblangnya dia katakan tidak pada kita, disitulah jati diri kita yang sebenarnya yang akan meluluhkan hati yang beku. “Ra, liat

Loe Itu Pelanginya

Oleh:
Malam sudah larut tapi Clarisa masih disibukkan dengan Cucian piringnya, Walaupun sebenarnya Pembantu di Keluarga Clarisa ada kurang lebih 10 orang tapi dia tetap aja kekeuh buat bisa nyuci

Pacar Invisible (Part 1)

Oleh:
Udara dingin menyelimuti suasana malam hari ini. “sepertinya segelas cokelat hangat sangat nikmat kali ini.” gumamku, Aku bergegas menuruni anak tangga yang berada di rumahku ini, oh iya sampai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *