Pacaran? No Way!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 June 2017

“Hai, namaku Resya. Aku pindahan dari Surabaya. Aku pindah karena ikut ayahku.” Hanya itu yang aku ucapkan saat disuruh memperkenalkan diri. Aku sekarang berada di Kelas 10 IPA IIV, setelah memperkenalkan diri aku disuruh duduk di samping Yumi

Bel istirahat berbunyi, semua anak perempuan yang berada di kelas mendatangi mejaku. Mereka ingin berkenalan denganku. Aku berkenalan dengan Misha, Elga, Shilvy, Cinmy, Vilea, Devi dan mereka semua menjadi sahabatku.

3 bulan berlalu, sekarang aku telah mengenal semua anak di kelasku. 2 hari lagi akan ada Ujian Semester I dan yang nembuatku sedih adalah kelas kita akan dipisah, Cinmy ada di ruang 04. Devi dan Elga di ruang 05. Misha, Shilvy, Vilea dan Aku di ruang 06.

Selama 5 hari aku belajar deng keras untuk mendapatkan nilai sempurna. Pada hari ke 4, seperti biasa aku pulang bersama Chinmy tetapi baru saja aku akan keluar dari gerbang sekolah, Misha menarik tanganku. Mataku ditutup dan aku dibawa entah kemana, setelah aku membuka mata aku berada di taman sekolah hanya ada aku dan… Reza. Ya reza adalah teman sekelasku. Dia cukup nakal tapi tetep care, lucu dan aku suka sama dia.

Reza kemudian menarik tanganku dan mengajakku duduk di bangku taman, aku hanya menurut. Selama beberapa saat terjadi keheningan di antara aku dan dia. Aku bingung dan entah apa yang dia pikirkan. Akhirnya Reza berlutut di hadapanku, dia nembak aku dan aku hanya bisa diam. Dia terus berbicara sedangkan aku hanya menjawab dengan “hhhmm…”

Tiba-tiba Misha datang dari belakang dan mencekikku. Misha memaksaku untuk menerima cintanya dan aku dengan pasrah menjawab iya. Aku berpacaran selama 3 bulan. Selama 3 bulan itu nilaiku menurun drastis.

Aku mencoba curhat dengan Cinmy. “Cin, aku bingung deh. Kenapa ya nilaiku menurun drastis?” tanyaku. “Mungkin karena kamu pacaran sama Reza” jawab Cinmy. “Hah? Gara-gara Reza?” aku tak percaya. “Iya mungkin aja gara-gara Reza, soalnya sejak kamu pacaran sama Reza aku perhatiin kamu nggak fokus belajar” jawab Cinmy lagi. “Iya sih, tapi terus gimana?” tanyaku lagi. “Ya kamu putusin ajja tapi dengan cara yang nggak nyakitiin perasaannya” jawab Cinmy lagi dan lagi. “OK deh” aku pun setuju.

Esoknya, “Reza” panggilku “Iya apa Resyaku yang cantik” jawabnya “Hhmmm… aku.. aku..” kataku terpotong olehnya “Kamu kenapa?” Tanyanya “Hhmm.. AKU MINTA PUTUS” jawabku dengan suara yang lantang. “Kenapa??” tanyanya shock. “Soalnya kita kan masih kelas 10 jadinya aku masih mau fokus belajar. Nggak papa kan” jawabku dengan rasa sedikit bersalah “Nggak papa kok yang penting kita tetep temenan kan?” jawabnya sekaligus bertanya “Iya kok kita tetep temenan” jawabku lagi

Mulai saat itu aku berjanji tidak akan pacaran lagi dan jika ada yang menembakku akan kutolak secara halus dan berkata “PACARAN? NO WAY!!”

Cerpen Karangan: Anargya Salung Narda Prastya

Cerpen Pacaran? No Way! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Khayalan

Oleh:
Aku terlahir menjadi orang miskin di kampungku, jangankan punya rumah bagus, makan untuk setiap hari aja susah. Namaku Dino sekarang aku sudah di kelas X-3 S,AN 16 di kabupaten

Sahabat Scouts Selamanya (Part 4)

Oleh:
Aku bangun lalu berjalan dan berhenti di tengah-tengah mereka semua. “Teman-teman semua,” panggilku lemas, mereka semua mengarahkan pandangannya kepadaku, juga teman-teman Ulfa. “Semuanya harap tenang, dalam situasi seperti ini

Harta dan Tahta

Oleh:
Namaku Seanna Quionia Maldives, itu nama yang diberikan oleh Eyang putriku yang bermukim di Solo. Kamu memang Keanggunan dan Kesuburan Maladewa, itu juga yang sering ia ucapankan dulu. Ya,

Sahabat Itu Nggak Ada Putusnya

Oleh:
Aku masih menatapnya tidak percaya saat ia mengatakan dengan jelas, di depan wajahku, dia memutuskan tali persahabatan yang telah terjalin sejak lima tahun yang lalu. Aku menggeleng-geleng, menatapnya nanar.

Waktu Yang Tepat

Oleh:
Gelisah, senang, bingung, perasaan apa yang sebenarnya aku rasakan sekarang. Kepalaku pusing banget, dan rasanya agak mual. Aku memikirkan semua kejadian di mimpiku semalam. Apa maksudnya?. “Ra, kamu kenapa?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *