Pacaran Sama Seleb

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 January 2016

Jakarta di situ tempat aku dan kakakku tinggal bersama hanya berdua untuk mencari pendidikan yang lebih baik. Orangtua kami tinggal di amerika untuk satu tahun karena ada pekerjaan yang begitu sangat penting. Jadi kami berdua dibelikan sebuah rumah di salah satu kompelk di jakarta.

“Kak ke mall yuk.” ajakku kepada kakakku yang senang asyik main handphone.
“ayo, beta juga sih ke moi ya.” kata kakakku sambil menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
“oke Kak.” jawabku dengan rasa sangat senang.
Setiba di mall kita berdua melihat ada keramaian dan itu adalah artis seumuran kita yang kami berdua idola-idolakan dan selalu ada di mimpi kami. Dia Tommy, Deni, kami berdua mendekatinya.

“hai Kak Tommy dan juga Kak Deni.” sapaku kepada mereka berdua.
“hai juga de.” jawab mereka kompak.
“nama kamu siapa?” tanya Kak Deni.
“Tesya.” jawabku dengat agak sedikit malu.
“oh, umur berapa?” tanya Kak Deni dengan sangat penasaran.
“13 tahun.” jawabku.

“oh berarti kita seumuran dong, jadi kamu gak usah bilang aku Kak panggil aja Deni.” kata Deni.
“hmm… Tesya boleh minta nomor hp-nya gak?” tanya Deni kepadaku dengan agak sedikit malu dan muka yang sangat imut itu. “hmm.. boleh aja nih.” kataku sambil pergi dengan rasa senang dan agak malu.

Dan kakakku sedang asyik berbicara dengan Kak Tommy. Dan aku langsung mendekati kakakku dan mengajaknya pulang. Sesampainya di rumah aku dan kakakku bercerita tentang kejadian tadi yang di mall, kami berdua sangat bahagia dan senang karena bisa memiliki nomor hp-nya mereka berdua dan mereka menembak kita di tanggal yang sama.

Cerpen Karangan: Nisa Amelia Oktari
Facebook: Nisa Amelia Oktari

Cerpen Pacaran Sama Seleb merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Memang Lucu

Oleh:
Aku diajak teman satu kos-an-ku keluar cari makan. Biasa anak kos. Seringnya memang makan di luar. Makan di luar di sini bukan berarti makan di luar ruangan. Tapi makan

It Was Too Late

Oleh:
“Gue bete ah, bete banget, bete banget!!” “Heeh, kenapa sih?” “Si Hadi. Terlalu perhatian sama gue. overprotective banget. inilah, itulah. Lo tau kan gue orangnya bebas banget, gak suka

Selembar Kertas

Oleh:
Sudah beberapa bulan Risa mendapat selembar surat dalam lokernya. Surat-surat itu berisi tentang sebuah cerita tetapi romantis. Tidak seperti biasanya jika orang mengirimkan surat berupa kata-kata mutiara, puisi, ataupun

Jomblo Dikejar Si Mamma

Oleh:
Putri Handayani. Itu nama lengkap aku. Uti. Itu nama panggilanku. Pelajar. Itu statusku. Polos. Kata orang-orang itu jiwaku. Naruto. Itu anime kesukaanku. Tapi, “Jomblo” mungkin itu nasibku. Jomblo. Jomblo

Dia Hanya Ingin Kembali

Oleh:
Pagi hari itu, seperti biasa, aku berangkat menuju SMA. Bukan untuk mengikuti pelajaran, karena memang sudah selesai UNAS, si penentu kelulusan pada waktu itu. Sekolah 3 tahun dan hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *