Pahitnya Surabaya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 August 2019

Perkenalkan saya adalah salah satu mahasiswa baru dari Lombok yang sebelumnya belum pernah tinggal di kota Surabaya yang terkenal dengan kota metropolitan setelah Jakarta.

Setelah saya menamatkan study saya di MAN SELONG saya berinisiatif untuk melanjutkan studi di UNIVERSITAS NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA, karena termasuk PTKIN terbaik di Indonesia bahkan bisa dikatakan diatas UIN Jakarta dan UIN Jogja setelah melihat alumni uinsa yang begitu sukses dalam bidangnya masing-masing. Salah satu alumni uinsa yang sukses adalah bapak imam nahrowi yang sekarang menjabat sebagai menpora.

Setelah saya ditrima di Uinsa tangispun tak terbendung karena sesuai dengan harapan saya. Pada tanggal 13 mei 2017 pertama saya menginjakkan kaki saya di kampus tercinta Uinsa kala itu saya melakukan verifiksai dan ingin segera mewujudkan impian yang terpendam.

Sebelum aktif kuliah saya pergi ke Surabaya mencari kos-kosan. pada saat itu ada teman dari desa yang memberitahu ada kos-kosan murah, katanya DP dulu 200 karena kalau tidak bisa diambil orang lain yang mencari kos untuk istirahat, temanku juga bilang perbulannya itu 300 kalau sendiri, kalau berdua 450, eh ternyata sendiri atau berdua tetap saja 450 saya pun tetap nego dengan si pemilik kos, apa kata si pemilik kos “ini kos-kosan yang punya saya bukan temanmu itu” setelah ibu kos pergi saya pun tak bisa membendung tangis karena uang yang dikasih oleh orangtua pas-pasan, saya pun berpikir keras untuk mencari kos atau tempat tinggal yang murah yang sesuai dengan budget.

Pada keesokan harinya saya pergi ke kampus untuk menenangkan pikiran yang dikala itu bingung memikirkan terlalu mahalnya kos yang kutinggali, setelah sampai kampus saya tiduran di serambi masjid raya ulul albab milik UInsa eh ternyata ada yang ngechat saya di whatsapps “bagi temen-temen yang belum punya tempat tinggal silahkan hubungi nomor ini” dengan gembiranya saya langsung chat ke nomor tersebut, orang yang chat tadi dengan cepat merespon dan kutanya-tanya bla-bla ternyata tinggal di asrama setahunnya itu 1,6 juta, saya pun tidak ragu menanyakan alamatnya setelah diberitahu saya pun tidak bisa menemukan alamatnya karena saya baru pertama kali di Surabaya itu pun sendirian, tetapi dengan baik hatinya pemilik asrama tersebut menjemput saya di depan kampus lalu membawa saya ke asrama dan diberi sambutan yang begitu baik serta dikasih formulir, pada saat itu saya langsung mengisinya tanpa pikir panjang saya membayar dan meninggalkan kos-kosan yang sudah kubayar.

Setelah saya meninggalkan kos-kosan saya langsung membawa barang-barang ke asrama yang sebelumnya ada di kosan, saya pun langsung tinggal di asrama pada saat bersamaan banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya di asrama yang saya tinggali, selang beberapa hari saya memiliki banyak teman dari berbgai daerah.

Setelah lima hari saya tinggal di asrama saya merasa janggal karena dalam kamar saya melihat bendera Indonesia dibalik dan di atasnya ada bendara HTI saat itu saya masih husnuzan mungkin itu hanya hiasan atau bahkan cuma iseng-iseng belaka.

Suatu hari saya duduk di teras depan asrama dan ditanya oleh pengurus asrama namanya febri “dek lagi apa? Mau ikut rapat ke ketintang gak?” saya jawab “tidak”

Keesokan harinya PKKMB di kampus saya sudah dimulai, sebelum berangkat pkkmb saya dan teman foto-foto saya pun langsung menguploadnya di facebook dan memberi kata-kata maba uinsa asrama ***** *****.

Tak lama kemudian ada yang ngechat aku lewat messenger dalam chat tersebut mengatakan bahwasanya asrama tersebut adalah HTI. saya pun kaget, itu pada saat acara PKKMB, saya minta izin ke kamar mandi dengan alasan pengin pipis padahal kesana saya nangis, saya seratus persen percaya karena yang ngechat saya itu teman dari desa dan pernah di sana selama satu semester.

Setelah saya mengetahui semua saya juga memiliki bukti-bukti yang kuat saya memutuskan untuk pindah dari sana, dan alhmdulillah sekarang tinggal pondok pesantren salaf yang insyaAlloh barokahnya banyak.

Cerpen Karangan: Khoirussubki Munir
Blog / Facebook: Khoirussubki Munir

Cerpen Pahitnya Surabaya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Putih Abu Abu

Oleh:
Masa SMP telah usai, lanjutlah kami mencari sekolah SMA. Aku Santi yang selalu takut jika didekati lelaki. Maklum pemalu, masih kurang pergaulan. Santi mencoba mendaftar di sekolah yang lumayan

Mengapa Aku Berbeda

Oleh:
Hari-hari yang kulalui semenjak menginjak bangku Tsanwiyah lumayan menyibukkan. Tugas demi tugas yang harus kuselesaikan di setiap pertemuan. Tak jarang aku memiliki waktu untuk sekedar holiday. Bahkan untuk sarapan

Apakah Semua Masih Bisa Seperti Dulu

Oleh:
Kata orang masa putih abu-abu itu adalah masa-masa menyenangkan dimana kita sudah mulai bisa belajar kedewasaan. Cerita ini kuawali sewaktu aku duduk di bangku SMA. Disini aku mulai mengenal

Dolphin’s Drama

Oleh:
“Lumba-lumba, lambang cinta abadi. Saat dua orang bertemu dan ada lumba-lumba maka cinta mereka akan abadi selamanya.” “Sadarlah hidup tidak akan seindah drama.” “Ish Manda, biarkan aku berimajinasi sebentar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *