Pelajar Bego

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 September 2015

Hidup ini bagaikan air sungai yang mengalir. Kita mengikuti aliran sungai, menabrak batu sungai, dan akhirnya sampai ke muara dan bergabung dengan air-air sebelumnya. Cinta itu dari mata turun ke hati dan menurut aku cinta itu seperti tanaman yang tidak ditanam dengan sengaja. Ada burung dari hutan menjatuhkan biji buah yang ia makan. Kemudian akan tumbuh benih-benih cinta yang akan tumbuh menjadi tumbuhan yang besar dan tua. Tapi ada kemungkinan pohon itu mati karena adanya parasit pada tanaman tersebut.

Pelajaran itu terkadang sangat mudah dipahami atau sebaliknya, tergantung pada IQ masing-masing individu. Tapi bagiku ada dua faktor yaitu faktor pelajaran dan faktor guru. Faktor pelajaran adalah mudah atau tidak mudahnya materi dimengerti sedangkan faktor guru adalah bagaimana kita dan guru berkomunikasi, sikap guru, dan bagaimana cara guru menyampaikan materi tersebut.

Aku adalah seorang anak pramuka tapi entah bagaimana aku bingung kenapa aku bisa ikut pramuka, -flashback- saat MOS aku sangat benci dengan PBB. Tidak ada penjelasan, malah langsung mulai dengan praktik. Sesudah masuk sekolah, pada hari pertama masuk ekskul pramuka aku beranggapan.
“Kegiatan bodoh macam apa ini? Panas-panas sambil teriak-teriak.” Tapi akhirnya aku bisa bergaul dengan pembina pramuka dan menekuni pramuka dengan rajin dan giat. Aku belum tahu apa tanggapanku terhadap pramuka.

Praja Muda Karana -pramuka- dalam pramuka aku menemukan banyak sekali pengalaman yang tidak bisa aku lakukan. Aku ingin menantang kalian silahkan nyanyikan lagu.
“Balonku Ada Lima” Pertanyaannya, balonnya ada berapa? Warnanya apa saja? Kata temanku, Hanif, dari MTsN Kumai, menyanyikannya begini.
“Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya. Merah, kuning, kelabu, merah muda, dan biru. Meletus balon hijau. Dor! Hatiku sangat kacau. Balonku tinggal empat. Ku pegang erat-erat.”

Merah, kuning, kelabu, merah muda, dan biru Meletus balon hijau. Dor! Aneh banget kan? Katanya balon hijau yang meletus. Tapi balon hijaunya sendiri gak ada di lirik awalnya. Suatu hal yang kontradiktif. Kesalahan yang terlihat sederhana. Kebanyakan orang akan menganggap ini kesalahan pencipta. Tapi ini kesalahan diri sendiri yang mungkin menggonta-ganti lirik lagu milik orang lain. Dari tantangan tadi kita bisa belajar untuk lebih teliti. Tidak mudah menyalahkan orang lain. Kalian harus bisa introspeksi diri sendiri.

Sekarang aku sudah kelas 8. Sekarang aku ingin bercerita tentang kisah cinta kutu aku, karena monyet terlalu gede. Kelas 8 aku naksir sama seorang cewek. Dia adik kelas. Panggil aja dengan nama, Anka. Kalau kata anak ABG sekarang, dia itu bisa dibilang dengan PHP, pemberi harapan palsu (walaupun sebenarnya PHP itu temen www dan http). Kalau ada gosip yang bilang aku pernah nembak dia, aku enggak terima. Tapi aku bisa move on dengan cepat walaupun kena masa galau juga sih, seperti yang sudah aku tulis tadi. Bisa juga karena memang sudah waktunya tanaman itu mati dan akan ada lagi tanaman yang tumbuh. Karena kisah cinta dan kisah ke-indigoan aku ini, aku menjadi anak yang bisa dibilang bandel di sekolah.

Aku sering dinasihati oleh guru mata pelajaran favorit saya yaitu Bahasa Inggris. Kalian anak SMP pasti tahu siapa guru Bahasa Inggris saya. Yaps, Ibu Nirma Hutapea, S.Pd. Ing. “Selamat, Bu, akhirnya lulus juga,” kata Ibu Nirma. “Arif sekarang kamu makin bandel.”
Lalu aku pun menjawab, “materinya kali ini agak susah bu.” Ibu pun hanya terdiam.

Dulu aku ingin menjadi dokter, guru, actor, dan Penulis Ternama, tapi sekarang aku memiliki cita-cita, yang menurutku cukup bagus, yaitu menjadi orang yang berguna, bagi Agama, Keluarga, Bangsa, dan Organisasi. Aku ingin menjadi seorang pemimpin, ya jika kita ingin memimpin kita juga harus bisa dipimpin, aku akan mengetahui apa yang aku dapat pada saat aku sampai di muara.

Siapa yang tidak bersyukur dengan sedikit yang ia dapat, pasti tidak bisa bersyukur dengan yang banyak

Cerpen Karangan: M. Arif Widianto
Facebook: https://www.facebook.com/arif.nagh.chumay.gaul.anonymous
Twitter: arifchumayclalu
Instagram: arif_clalu_chumay
http://arifchumay.wordpress.com

Cerpen Pelajar Bego merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perubahan

Oleh:
Aku Rio, cowok paling keren di sekolah tempatku menuntut ilmu. Hampir semua cewek tergila-gila melihatku. Tapi hanya satu yang dapat menarik hati dan perhatianku. Dia telah memikat hatiku. Namanya

Hujanku Matahariku

Oleh:
Satu, dua, kuhitung tetes demi tetes air dari langit yang mulai berjatuhan.. Lama, semakin lama, semakin banyak, hingga kusadari bahwa sebenarnya aku tidak bisa menghitung banyaknya air yang turun

Ketika Autisku Berbeda

Oleh:
Aku ada karena cinta. Begitu juga dengan kau, kau ada karena cinta. Aku tak habis pikir betapa teganya orangtuaku menelantarkan aku di panti asuhan, karena aku didiagnosa berpenyakit autis

Kutuangkan Dalam Nada

Oleh:
Hari hari yang kulalui cukup membuatku nyaman walau saat ini tidak ada wujud dari kedua orangtuaku di sampingku. Memang, pernah ada pepatah mengatakan “Carilah Ilmu sampai negeri Cina”, dan

GeTer (Gebetan Terbaik)

Oleh:
Namanya Adinda Putri Wijaya sering dipanggil Eicha. Waduh, jauh banget kan dari nama aslinya, entah dari mana datangnya nama Eicha itu. Katanya sih dia bosan sama namanya jadi cari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *