Pemuda Di Simpang Jalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 March 2019

Ada seorang pemuda sebut saja namanya Kalam, ia adalah seorang pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas dan seperti biasa setiap pagi ia melakukan rutinitasnya untuk berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, Kalam pun melalui jalan yang sudah lama ia kenal bahkan semenjak ia masih anak-anak, dan ketika ia berjalan ia menemui suatu persimpangan yang mana setiap jalan di persimpangan itu sama sama bisa ia lalui untuk pergi ke sekolah, dan ketika di depan persimpangan ia pun berhenti sebentar sambil berpikir “jalan mana yang harus kupilih” tapi karena memang ia sudah kenal atau tau jalan itu ia pun tidak lama berpikir untuk memilih untuk melewati jalan yang mana karena ia tau dari jalan di persimpangan itu hanya ada satu jalan yang tidak terjal dan berbatu, begitu mudahnya ia menentukan pilihan karena memang ia sudah mengenali pilihan itu.

Tapi suatu saat Kalam disuruh untuk membeli beras di pasar oleh ibunya yang mana Kalam tidak pernah sekalipun pergi ke pasar itu bahkan ia pun tidak tau alamat atau jalan menuju pasar itu tapi karena kalam pun tidak ingin menolak permintaan ibunya akhirnya ia pun pergi ke pasar itu untuk membeli beras dan ketika ia ingin pergi berangkat ibunya pun memberi tahu arah jalan menuju pasar itu akan tetapi tetap saja kalam bingung, tapi tetap ia pun pergi berangkat dan ketika di perjalanan ia bertemu sebuah persimpangam yang belum pernah sama sekali ia lewati, ia pun bingung harus memilih jalan mana yang harus ia lalui, berpikir berpikir dan terus berpikir ia sangat lama memilih jalan mana dan masih terus berpikir hingga akhirnya memilih salah satu jalan untuk ia lalui, lalu ia berjalan terus berjalan dan ternyata jalan yang ia pilih penuh oleh genangan air hujan licin penuh bebatuan dan hal yang tidak diinginkan pun terjadi ia terpeleset terjatuh ke genangan air, yang lebih sialnya uang untuk membeli beras dari ibunya pun basah lalu dengan putus asa, ia pun memilih untuk kembali ke rumahnya dengan tangan kosong tak membawa beras.

Nah coba kita ingat ketika tadi kalam bertemu dengan simpang jalan yang belum ia kenal begitu sulitnya ia menentukan jalan mana yang harus ia pilih walau memang akhirnya ia menentukan pilihannya namun apa hasilnya jalan yang ia pilih adalah jalan terjal yang berbatu karena apa ia memilih jalan itu karena ia belum mengenali jalan yang ia lalui.

Cerpen Karangan: Dayat Jadoel
Blog / Facebook: Sang Alang
Aku tak mau mengingakari hati nurani

Cerpen Pemuda Di Simpang Jalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertaruhan Cinta

Oleh:
30 orang murid kelas 2 IPA 3 berebutan dan saling dorong di depan jendela kelas. Penyebabnya cuma satu, selembar kertas yang berisi nilai ulangan matematika minggu lalu. “Aduuuhh… remedial

Benci Menjadi Cinta

Oleh:
Namaku Aries, ini adalah kisahku dan ketlas(ketua kelas)ku. Dulu sebelum aku dan dia menjalin hubungan, aku sangat benci padanya karena dia itu yang paling berisik di antara temannya. Dulu

HI

Oleh:
Alarm sudah berbunyi tapi Dimas belum juga bangun, alarm kedua bunyi dan Dimas masih tetap saja belum bangun Alarm ketiga akhirnya berhasil membangunkan Dimas. Eh tunggu dulu, suaranya beda

Rahasia Diary

Oleh:
Aku masih ada di tempat tidur saat tiba-tiba suara handphone-ku berbunyi nyaring. Ada apa ini?, pikirku. Segera kuambil Handphone yang kuletakkan di meja belajar. Halo: Maaf dengan siapa ini?,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *