Perhaps

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 February 2016

Hoaamm… ah hari Minggu. Apa yang akan ku lakukan hari ini? Aish aku berharap hari ini bisa hang out bersama teman-temanku seperti rencana sebelumnya. Namun apa? Bahkan cuaca pun tak mendukung. Benar-benar menyebalkan. Ku putuskan untuk membeli pulsa setidaknya bisa ku gunakan untuk menjelajahi dunia maya. Entah aku harus kesal atau justru bersyukur terlahir dengan mempunyai dua adik, kadang mereka membuatku marah sekaligus muak dengan tingkahnya yang benar-benar menyebalkan.

Terkadang malah terlintas di pikiranku mungkin anak tunggal lebih asyik, tidak ada yang merebut sesuatu darimu. Namun terkadang juga aku bersyukur mempunyai dua adik yang membuatku tidak kesepian, mereka kadang menghiburku. Namun pada hari ini, option pertama sepertinya lebih ku pilih. Mereka menyebalkan!!! Kemarin adikku yang kedua baru saja mendorongku hingga terbentur meja, bahkan sampai sekarang birunya belum pudar. Dan hari ini, apa yang mereka lakukan? Aku sudah berusaha membeli pulsa di counter yang jaraknya lumayan jauh. Namun belum ada jam sepuluh, kuotaku sudah terpakai setengahnya hanya untuk bermain game online! Arghhh!

“Yakkk Jery!! Pergi kau dari kamarku atau akan ku balas sama seperti yang kau lakukan!” bentakku sambil menunjukkan sikutku yang masih membiru. Namun apa? Ia hanya menjulurkan lidah dengan sikap kuda-kuda yang menurutku sangat konyol. “Hahahaha… apa kau bisa Kak? Lihatlah kau bahkan hanya peringkat 9 di kelasmu! Benar-benar bodoh.”

Sial! Selalu saja masalah peringkat yang ia sombongkan. Memang secara harfiah dia tidak salah. Di antara kami bertiga memang dia yang paling pintar. Ah tidak lebih tepatnya ‘genius’. Istilah pintar lebih cocok pada orang yang benar-benar belajar. Namun adikku? Kerjaannya hanya bermain game, bahkan buku-bukunya ia tinggal di sekolah. Di rumah kalaupun ia membaca, paling hanya membaca komik-komik dengan gambar anime yang sejujurnya aku juga suka hehe.

Akhirnya dia pergi juga, dan aku bisa menggunakannya untuk membuka kedua akun facebookku. Aku memilih membuka akun dengan username nama asliku, dan terlihatlah 34 pemberitahuan, 10 permintaan, 4 pesan dan 78 obrolan. Aku memilih mengklik permintaan teman yang belum dikonfirmasi dan terlihatlah satu akun namja dengan 13 huruf yang sepertinya aku pernah melihatnya. Dan ku periksa dengan seksama. Tidak salah lagi! Dia kan senior yang telah lulus tahun ini, saat kelas sepuluh aku sering berpapasan dengannya. Aku meng-klik ‘konfirmasi’ dan tidak lama kemudian muncul pesan darinya.

“Makasih sudah dikonfirmasi.” Aku tidak membalasnya, ku rasa itu tidak penting. Dan juga, percayalah itu hanya modus baru bagi orang yang akan SKSD! Dan lagi, dia membom like status yang ku buat. Aish, benar-benar membuatku sebal. Dia mengirimiku pesan lagi. “Hm, kau junior yang dulu berebut kamar mandi denganku kan?”

Astaga. Kenapa harus hal yang memalukan yang harus diungkitnya?! Aku bahkan tidak menceritakan pada siapa pun karena itu memalukan. Ya memang waktu itu aku pernah berebut kamar mandi dengannya. Saat kelas sepuluh aku memang sering berangkat lebih awal dibandingkan dengan sekarang. Dan aku sering melihatnya sudah duduk manis di kelasnya dengan mendengarkan musik yang bahkan dari jauh aku dapat mendengarnya. Dan kalian harus tahu, aku memang seseorang dengan tubuh yang memasok air lebih dari yang kalian tahu. Jadi jangan kaget ketika tiba-tiba aku menyuruhmu menemaniku ke toilet.

Dan saat itu aku ingin ke toilet, padahal biasanya aku ke toilet jam-jam istirahat atau setidaknya ketika pulang sekolah. Nah, setelah memarkirkan sepeda cepat-cepat aku berjalan menuju toilet. Di sana sudah ada tuh senior sedang berdiri di sebelah tangga. Aku kira dia tidak akan ke toilet jadi ku putuskan setelah seseorang dari dalam ke luar aku langsung masuk mendahuluinya. Tapi belum selesai aku menutup pintu ia sudah mengelak marah.

“Heh aku duluan.” aku pura-pura tidak mendengarnya dan langsung menutup pintu. Ku rasa setelah ini aku tidak perlu menceritakannya. Dan setelah selesai aku membuka pintu dan terpampang jelas sosok sunbae dengan wajah datarnya. Hhh… Memangnya hanya dia yang bisa memasang wajah seperti itu? menyebalkan. Aku yang hendak mengatakan maaf jadi tersumbat di tengah perjalanan. Dan justru melangkahkan kaki ke tangga menuju kelas.

Ku putuskan untuk membalas dengan dua kata sangat singkat ‘Ya’ . Namun justru tanpa ku sadari malah mengarah pada obrolan panjang. Aku yang juga penasaran, meng-stalk akunnya dan kalian tahu? Aku sangat shock melihat foto-fotonya yang toples, maksudnya tanpa memakai baju. Namun dia? Yang dulu ku pikir sosok yang sangat pendiam dan namja baik-baik malah mengaplud foto-foto menjijikkan seperti itu.

Dan lebih parahnya ada yang memakai tato dan ada juga yang merok*k! Ya Tuhan? Apa yang salah dengannya? Kenapa yang ia unggah baik foto dan status seperti menggambarkan ia sedang mengalami masalah. Ini bukan apa-apa. Namun hanya feeling saja, dan biasanya feelingku tidak salah. Dan kali ini feelingku juga benar. Setelah aku bertanya dengan sangat hati-hati. Bahkan butuh 1 jam untuk memilih kata-kata yang tepat tanpa menyinggung perasaannya.

Dan jawabannya membuatku merasa bersalah. Walaupun aku baru mengenalnya masih kurang 24 jam, namun aku bukanlah orang yang mempunyai hati sedingin es. Ya Allah aku menjadi sangat bersyukur mempunyai keluarga yang membuatku bahagia. Aku tahu, ternyata ia broken home, dan ia adalah anak tunggal. Mungkin, ia merasa sendiri tanpa ada orang yang ikut memikul bebannya. Ketika kelas sepuluh memang ada yang aneh dengannya. Ia selalu berangkat paling pagi dan pulang paling sore. Karena aku juga sering seperti itu, tapi alasanku berangkat pagi karena rumahku jauh, dan aku tidak suka naik sepeda ketika panas.

Dan untuk saat ini, aku hanya berusaha mencoba memberi nasihat yang entah didengarkan ataupun tidak. Tapi aku sadar, tanpa kehendak Sang Pencipta semuanya juga sia-sia. Ya Allah semoga dia kuat dengan cobannya. Karena aku yakin Kau memberi cobaan sesuai kemampuannya. Dan semoga ia kembali menjadi sosok namja yang baik-baik seperti sedia kala. Atau bahkan lebih baik dari sebelumnya. Amin.

Cerpen Karangan: Tika Maulidina
Facebook: Tika Maulidina

Cerpen Perhaps merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love Hour (Part 1)

Oleh:
“Na, bukannya itu kecengan kamu?” Kalimat itu terlontar begitu saja dari mulut Lauren saat gadis itu menatap ke luar jendela kelasku. Sontak aku menoleh padanya dan memelototinya. “Jangan keras-keras!”

Tentang Kita

Oleh:
Di sudut sebuah gedung tua itu, tersusun rapi bangku-bangku panjang ditemani deretan kursi kayu bercat kusam. Bukan karena kusam dimakan usia. Melainkan, model bangunannya yang dirancang khusus menyerupai bangunan-bangunan

Bakso Melupakan Segalanya

Oleh:
Akhirnya sampai jugalah aku di tempat tujuanku dengan selamat, setelah melalui macetnya jalan kota Medan. Sesampainya aku di UNIMED aku langsung saja berjalan masuk menuju Gedung Serba Guna Unimed.

Kenangan Indah Sulit Dilupakan

Oleh:
Libur pun telah tiba, aku merindukan semua teman-teman sekolahku dan termasuk dia. Hari kedua, ketiga aku bete di rumah tanpa ada hiburan apapun hanya ditemani oleh keluargaku dan handphone

Cinta Pemalu

Oleh:
Perkenalkan namaku Bimo, aku sekarang kelas 12 ipa di SMA Swasta. Aku mempunyai sifat pemalu, tapi baik. Aku mempunyai seorang perempuan yang kukagumi saat pertama aku melihatnya, dia sangat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *