Persahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 May 2016

Namaku Nurullia Annisa, biasa aku dipanggil Nurul. Aku memiliki tiga orang sahabat yaitu Fifah, Ami, dan Asri.

“Nurul… Bangun Nak sudah jam 05.00 ayo bangun salat subuh dulu,” perintah umiku.
“Iya Umi.” dengan langkahku yang gontai aku pun pergi ke belakang untuk mengambil wudu dan melaksanakan salat subuh.

Setelah selesai aku pun langsung mengambil handuk dan segera mandi setelah mandi aku memakai baju seragamku. Lalu ke luar, dari kamar dan sarapan. Setelah sarapan, aku pamit kepada abi dan umiku lalu langsung mengambil sepeda? Dan mengayuhnya sampai ke sekolah. Setelah sampai di sekolah aku langsung memarkirkan sepeda milikku. Lalu melewati lorong-lorong kelasku ean naik tangga karena kelasku di atas. Sesampainya di kelas aku disambut baik oleh ketiga sahabatku itu.

“Assalamualaikum Nurul, selamat pagi!” sapa mereka secara bersamaan.
“Wa’alaikumussalam. Selamat pagi juga.” jawabku.
“Nurul, kamu sudah siap belum PR matematika?” tanya si Asri.
“Sudah, dong.”
“Nah, kalau ulangan matematika sudah siap belum?” tanyanya lagi.
“Hah, hari ini ada ulangan matematika ya, astagfirullahal’azim, aku belum belajar.” sontak aku kaget.
“Ya udah cepetan belajar 5 menit lagi Bu Elmi masuk loh.” Lanjut Ami langsung. Aku pun langsung mengeluarkan buku? Dan menghafal rumus matematika.

5 menit telah berlalu. Bu Elmi pun masuk. Setelah berdoa, bu Elmi menyuruh kami untuk mengumpulkan PR dan menyiapkan kertas selembar. Teng…Teng…Teng.. Bel istirahat sudah berbunyi aku bersama ketiga sahabatku pergi ke kantin. Kami masih membahas soal ulangan tadi ternyata soal tadi lumayan susah. Teng…Teng…Teng.. Bel masuk pun berbunyi kami masuk kelas dan melanjutkan pelajaran berikutnya. Jam 12.00. Teng…Teng…Teng.. Bel pulang berbunyi, empat sahabat ini langsung pulang ke rumah masing-masing.

15 menit kemudian…
“Assalamualaikum, umi Zahra pulang.” ucapku sambil meletakkan sepatu di rak sepatu.
“Wa’alaikumussalam.” sambut umiku lembut. Aku langsung masuk kamar dan ganti baju. Lalu aku langsung menyambar hp? Ku dan membuka facebook, twitter, dan sosmed lainnya. Setelah aku kerasa bosan aku pun ke luar untuk mengambil air wudu lalu salat. Setelah itu aku ke luar dari kamar dan langsung mengambil nasi. Dan lauk yang umiku masak saat aku lagi makan? Tiba-tiba hp? Ku berbunyi. “La..Lala..Laa..” aku pun langsung menyentuh tombol speaker. Agar suaranya terdengar jelas.

“Halo..” ucapku mengawali percakapan.
“Halo,”
“Ini siapa ya?”
“Ini Fifah, Nurul nanti jam ba’da asar kita ketemuan ya,”
“Di mana?”
“Di tempat biasa,”
“Oke, aku bakal datang ke sana.” setelah itu aku pun langsung menghabiskan makananku dan langsung mandi.

30 menit kemudian. Aku telah siap dengan memakai baju dan rok panjang yang berwarna ungu, pink, campur putih. Dan jilbabku yang berwarna ungu putih. Setelah itu aku langsung ambil wudu dan salat asar. Setelah salat aku pamit dengan kedua orangtuaku. Setelah itu aku diantar oleh Ami, yang ternyata juga diundang. Setelah itu kami berdua langsung naik ke mobil pribadi? Milik orangtuanya Ami. Sesampainya kami di taman? Yang biasa kami nongkrong bersama-sama di sini.

“Mana mereka katanya disuruh ke sini,” keluhku.
“Nurul itu si Asri sama Fifah,” seru Ami. Kami pun langsung pergi menyusul ke sana.
“Assalamualaikum, Asri Fifah.” sapaku.
“Wa’alaikumussalam. Akhirnya kalian datang juga.”
“Pasti dong,” ucapku dan Ami serempak.
“Ya udah kamu mau bicarain apaan Fifah?”
“Mm.. Jadi sebenernya aku disuruh Mamaku buat SMP di padang. Nah, kalau si Asri katanya dia pondok di palembang,” ucap Fifah panjang lebar sambil dengan nada sedih.
“Lalu?” tanyaku lagi.
“Ngg.. Kalian gak marah kan?” tanyanya makin sedih.
“Enggak kok kami gak marah, udah lah sekarang fokusin aja sama UN.”

Beberapa bulan kemudian. UN pun diadakan. Beberapa minggu kemudian, hasil UN semua siswa dinyatakan lulus dengan nilai yang baik juga. Sekolah pun mengadakan perpisahan. Sedihnya karena harus meninggalkan sekolah tercinta lebih-lebih sama guru-gurunya. Dan tiba saatnya aku dan tiga kawanku berpisah. Rencananya aku berdua bakal datang ke bandara? Tanpa sepengetahuan Asri dan Fifah. Esoknya aku dan Ami sudah tiba di sana mereka sibuk mencari Asri dan Fifah. Akhirnya mereka pun ketemu. Aku dan Ami langsung menghampiri mereka. “Asri..Fifah..” Teriakku. Kami pun berpelukan. Mereka berjanji kalau liburan bakal dateng ke sini.

Tamat

Cerpen Karangan: Fatimatuzzahra Ade Sya’bani
Facebook: Fatimatuzzahra Ade Sya’bani
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan namaku Zahra ini biodataku: Nama: Fatimatuzzahra ade sya’bani. Kelas: VI A, Sekolah: MI Iskandar Muda.
Ini adalah kisah hidupku cuman nama-namanya aku ambil dari kawan-kawanku. Kalau mau kritik/saran boleh kok.

Cerpen Persahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Emang Kebetulan

Oleh:
Namaku Yurenda Ainun Khofifah. Tapi aku lebih suka dipanggil Rere Senja. Bukannya nggak menghargai orangtua. Aku seneng aja pake nama itu. Aku kelas 2 SMP di salah satu sekolah

Dear Friend

Oleh:
“Teman… bolehkah kau ku panggil Sahabat? Meski sikapku padamu dulu tak bersahabat!” Aku menuliskan kata itu di sebuah mading sekolah sebagai tanda isi hati sekaligus penyesalanku pada sosok teman

Laskar Putih Abu Abu

Oleh:
Remaja berkulit putih, berambut ikal, bertubuh tinggi, dan memiliki semangat yang tinggi dalam mengejar impianya. Remaja itu bernama Viara, ia duduk di kelas 10 di salah satu sekolah modern

Syukur Atas Kemerdekaan

Oleh:
Ting-tong… Ting-tong… Ting-tong… Finaly! Bel pulang berbunyi juga. Menurut kami, para siswa, bel pulang sekolah itu sudah seindah lagu-lagu karangan Beethoven. Setelah tujuh jam lebih aku berada di sekolah,

Sakit Hati Yang Luar Biasa

Oleh:
Di setiap pagi kujumpai orang-orang yang kusayang, hari-hari kujalani dengan keceriaan dan kesedihan yang bergiliran mengiringi jalan hidupku. Aku tahu aku tidak sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik allah swt,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *