Persaingan Untuk Satu Piala

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Daerah, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 December 2017

Pada suatu hari ada pengumuman tentang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di salah stau Sekolah Menengah Atas di Biak, Papua. Pengumuman itu bukan hanya menjadi wacana biasa bagi para siswa, tetapi pengumuman itu telah menjadi suatu berita yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak berprestasi di SMA itu. Persaingan yang semakin ketat membuat para guru harus berupaya untuk menyeleksi siswa-siswi mereka yang terbaik untuk diikutsertakan dalam perlombaan tersebut, sebab perlombaan tersebut bakal terus berlanjut bagi yang juara hingga ke tingkat Nasional bahkan tingkat Internasional.

“David, ko kenapa terlambat?” Tanya Pak Abdul. “sa bangung telat pak, makanya terlambat” jawab David sambil murung takut dihukum. “ya udah, ko langsung saja ke Aula.. di sana Kelas X dan XI lagi dikumpul” kata pak Abdul. “ada acara apa pak?” tanya david… “ah sudah, ko ke atas saja, biar ko tau lebih jelas” jawab pak abdul sambil tersenyum.. david kebingungan.. dia pun langsung bergegas ke aula.

Tiba di aula david langsung masuk untuk menjumpai teman temannya Mina, Hendro, Sari, Endy. “wei kam, ini ada kegiatan apa k?” tanya david kepada teman temannya… “oh ini? Ini ada seleksi buat yang akan mewakili sekolah untuk ikut Lomba OSN yang akan di laksanakan beberapa hari lagi!!” jawab hendro kepada david. “iya, jadi ini seleksinya tidak semua mata pelajaran, terserah ko mau ikut yang mana, itu yang ko ikut tes nantinya!” kata Mina kepada david. “ko su siap k? Kalau sa sih sudah siap” ujar Endy sambil tertawa. “hahahaha, sa kira ada apa k? Ternyata ada seleksi buat yang akan ikut lomba OSN ya” david sambil angguk anggukan kepala, “sa sbenarnya tidak siap sih, tapi sa akan coba sebisa saya” jawab david sambil tertawa juga.

“david ko mau pilih mata pelajaran apa?” tanya ibu sri, david menjawab “matematika bu..” sambil tersenyum dan berkata dalam hati biar sa kalah karena sa sbenarnya tidak siap. “oke, ini soal dan lembar kerjanya” jawab ibu sri. “makasih bu..” jawab david. “ko yakin mau ikut matematika? bikin macam bisa jawab saja.” tanya Hendro sambil tertawa, david hanya tertunduk mendengar gurauan temannya. “jangan begitu hendro!” kata sari kepada hendro “ko pasti bisa david” kata sari lagi kepada david.

“Anak-anak, apakah kalian sudah siap?? Kita akan mulai!” kata pak abdul kepada murid muridnya. “siap sudah pak!” serentak di jawab oleh siswa-siswi SMA tersebut. David yang tadinya tidak siap dalam mengikuti seleksi tersebut berdoa dan meminta pertolongan pada Tuhan untuk meminta petunjuk pada Tuhan yang maha kuasa. Setelah berdoa, david pun mulai mengerjakan soal yang telah dikasih.

Waktu terus berjalan, para siswa siswi pun mulai mengerjakan soal soal yang dikasih dalam tahap seleksi tersebut. Satu demi satu mulai menumpulkan soal dan lembar jawaban mereka karena waktu yang ditentukan hampir habis, “David, ko su selesai k belum? Ko pu teman teman su selesai smua itu” ujar Pak Abdul sambil tersenyum. “sedikit lagi pak, sisa 2 nomor” jawab david, sambil muka serius.

Tak lama kemudian david telah selesai mengerjakan soal-soal itu, sebelum mengumpulkan david menyempatkan waktu sejenak untuk bertrima kasih kepada Tuhan, ia pun berdoa. Sesudah berdoa dia mengumpulkan soal dan lembar jawaban miliknya sambil berkata kepada pak abdul “pak, ini hasilnya kapan keluar?”. jawab pak Abdul “besok siang hasilnya sudah keluar, kenapa ko tra sabar dengar hasilnya k?” sambil tertawa… “iya pak, terima kasih pak” jawab david.

Keesokan harinya mereka datang dan kumpul bersama-sama sambil menunggu hasil seleksi yang mereka telah ikuti kemarin. “kamu su siap dengar hasil sebentar k belum?” ujar david kepada teman-temannya sambil tersenyum… “sudah” dengan semangat, jawab teman temannya david.

Tiba-tiba disuruh kumpul siswa siswi yang mengikuti seleksi kemarin oleh pak abdul, dengan suasana degdegan anak-anak murid pun berkumpul karena tidak sabar mendengar hasil mereka. “anak-anak yang dikasihi bapak dan ibu guru, dari ratusan anak yang mengikuti seleksi kemarin kita telah memilih 16 anak yang mana akan mengikuti 8 mata pelajaran yang akan diperlombakan. Dari perwakilan mata pelajaran yang lain telah disebutkan perwakilan perwakilannya yang telah lulus seleksi deng nilai nilai yang sangat bagus, akan tetapi keempat teman temannya david tidak ada satu pun yang lulus di seleksi itu, david pun berkata dia pasti tidak akan lulus juga. “dan untuk mata pelajaran Matematika, yang akan mewakili SMA kita adalah Billy dari kelas XI IPA 3 dan David dari kelas XI IPA 5” kata bu chika yang saat itu membacakan hasil seleksi. dengan kaget, david pun tidak percaya kalau dia akan lulus… “sa tidak siap kemarin untuk ikut tes, mana mungkin sa bisa lulus?” tanya david dalam hati. Dia pun menerima kepercayaan yang diberikan sekolah kepadanya dan dia tak lupa berdoa mengucap syukur kepada Tuhan karena dia boleh menjadi salah satu dari ke 16 anak yang terpilih. David mendapat dukungan dari teman-temannya untuk mengikuti lomba tersebut.

Saatnya perlombaan yang dinanti-nantikan itu akan dilaksanakan, semua anak telah masuk dan akan mengerjakan soal soal yang akan dikasih, david pun berdoa dan percaya kalau dia bisa, sebab dia telah mempelajari beberapa materi. “anak-anak sudah siap?” tanya pengawas… “sudah bu!” jawab anak anak yang bergabung menjadi 1 kelas dari semua sekolah menengah atas yang ada di biak.

Waktu terus berlalu mereka mengerjakan soal-soal yang di kasih bahkan mereka telah mengumpulkan karena sudah selesai mengerjakannya. Pada saat pulang, david dijumpai seorang guru dari sekolah lain yang mengatakan kepadanya dan rekannya billy.. kata guru tersebut “Apa yang kamu tabur, itu yang nanti kamu tuai. Jadi kalau kamu berusaha sungguh sungguh dan mengerjakan soal-soal itu dengan tidak berambisi pasti kamu akan mendapat hasil yang baik.” dengan senyum david dan billy menjawab “terima kasih banyak pak atas motivasinya”.

Beberapa hari kemudian hasil tersebut dikeluarkan, dan untuk hasil matematika david di posisi ke dua serta billy posisi ke tiga, sedangkan yang menjadi juaranya adalah Alif dan akan mewakili Biak ke tingkat selanjutnya. Dengan kerja keras yang dilakukan oleh kedua putra asli daerah Papua yaitu david dan billy membuat mereka masing masing beda 1 dan 2 poin dengan yang memperoleh juara 1. Meskipun mereka tidak dapat melanjutkan ke tingkat selanjutnya tetapi mereka telah membanggakan karena usaha mereka yang tidak mau kalah bersaing dengan anak anak dari luar Papua telah terbukti walau hanya duduk di posisi 2 dan 3.

Dari cerita tersebut dapat menjadi pelajaran bagi kita kalau “apabila kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan mengandalkan Tuhan selalu, maka apa yang tidak mungkin bagi kita akan menjadi mungkin. Sebab apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.. dan ingat lakukanlah semua itu dengan ikhlas dan tidak berambisi untuk menjadi yang terdepan”

Cerpen Karangan: Yudha
Facebook: yudhanappystar[-at-]yahoo.co.id

Cerpen Persaingan Untuk Satu Piala merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara Gara Bolpoin

Oleh:
Tanpa sadar jam dindingku telah menunjukkan pukul 06:30 lagi dan lagi aku terlambat bangun. Dengan cepatnya aku segera mandi dan mengganti bajuku dan segera berangkat ke sekolah, aku seakan

Balasannya

Oleh:
Riko, begitulah teman teman memanggilku. Aku sekarang bersekolah di salah satu SMP ternama di Jakarta. Kebetulan hari ini adalah masa penerimaan siswa kelas 7. Belum lama aku pindah dari

Cinta Pertama

Oleh:
Aku Ashilla, gadis 15 tahun yang baru merasakan cinta. Cinta pertama. Ya, karena saat ini aku baru duduk di bangku SMA. Kata orang masa-masa SMA merupakan masa penuh ambisi

Flying High With My Best Friend

Oleh:
Tak terasa hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, setelah aku mengenalnya hari-hariku terasa lebih indah dan aku sangat nyaman saat berada di dekatnya. Ya dia

Chicken LINE

Oleh:
Aku memegang ponselku sejak dari tadi, mengabaikan keributan kelas yang ada. Ketika aku sedang asik mengetik pesan, tiba–tiba saja ada orang yang duduk di sampingku. “Cie yang lagi chattingan,”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *