Pria Berosario Hijau

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 October 2015

Pagi yang selalu ku hadapi mulai jam 6.30, selalu biasa. Anak macam apa aku ini, macamnya tidak niat sekolah. Sebenarnya, jika sudah mau sekolah, aku sangat bersemangat. Ya, aku bilang itu karena di sekolah, aku bisa dapat buanyak pengalaman pun pengamalan. Tapi, itulah. Penyakit bangun kesianganku ini tak berkesudahan.

Hari ini, sangat tumben aku agak lama bersiap-siap ke sekolah. Mungkin karena aku terlalu bersemangat sekali mengingat hari ini waktu pelajarannya hanya 30 menit per les. Senangnya -eh, sedihnya. Nanti aku akan cepat bosan setelah pulang sekolah. Flat. I think, after from the school, I would face the flat day. Aku tersadar setelah adikku yang paling kecil sedang menonton kartun kembar yang imut, yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta pada pukul 7.10. What? Aku belum makan pagi! Aku bergegas ke dapur dan makan dalam keadaan berdiri. Selesai makan, aku meminum susu putih yang meng-eneg-kan. Sumpah. Tapi demi tubuh, baiklah.

Aku berangkat, dan setelah sampai di simpang rumah, angkot yang ku tunggu lama datang juga. Sebenarnya aku tahu “semua” angkot di daerah ini sangatlah.. yah! LELET! Karena itu aku gak sanggup untuk melihat jam di hp-ku. Karenaku tak sanggup.. oh -nyanyi menggila. Akhirnya aku sampai di pemberhentian 1. Aku jalan cepat menuju pemberhentian 2, pemberhentian di mana aku akan menaiki angkot yang menuju sekolahku. Di sinilah petualangan dimulai. Sebenarnya dari lubuk hatiku yang paling sudut, yang paling kecilnya, aku mengharapkan seseorang yang satu sekolah dan ku kenal lewat dan mengajak aku untuk nebeng. Biasa. Modus gak berongkos. Gak sih, biar cepat juga.

Oke. Intinya, di perjalanan pendek tersebut, tiba-tiba di belakangku ada seorang yang sedang berkata-kata gak jelas di belakangku. Aneh. Jika dilihat dari postur tubuhnya, dia lebih tinggi sedikit dariku. Umurnya pun mungkin lebih tua satu tahun dari akulah. Satu hal yang memikat perhatianku darinya, rosario hijau yang dipakainya. Hmm.. dia mirip temanku. Eh, tidak-dia tidak mirip siapapun. Aku jadi penasaran dengannya. Siapa dia? Tolong, gue penasaran. Sangat. -Sedikit alay getooh ya.

Dia juga berhenti di pemberhentian 2 ku. Huu.. wer ist das? Angkot yang ku tunggu tak kunjung jua. Layaknya menunggu pangeran berkuda terbang datang. Dan angkot, saat itu menjadi barang tersier. Oke. Ini alay. Tapi inilah yang ku alami. Huaa. Dan jam pun gak mau menunggu. Ia tetap berjalan, berjalan di saat ku lihat dia menunjukkan pukul 7.34. dan lo tahu? Sekolah gue itu bell pukul 7.45. gila.

Tiba-tiba aku melihat angkot yang jarang lewat dari sekolahku, yang sering lewat sudah mampus mungkin. Angkot itu tidak berpenumpang. Hanya sang supir yang menemani mesin yang menjerit itu. Aku menanyakan arah sekolahku, dan sang supir menyatakan iya. Aku naik. Dan ternyata sang pria itu naik juga. Awesome! Sebenarnya ada seorang lagi yang naik, dan kau pikir aku peduli sama orang itu? Haha.. No!

Dia duduk di belakang supir, dan aku dekat pintu. Jadi, seperti membentuk diagonal gitulah. Baiklah. Aku jujur. Dan ini bukan stasiun twitter @JawabJujur. Back. Aku jujur. Aku melihatinya di sepanjang perjalanan. Toh, dia gak peduli. Di sepanjang perjalanan, aku berpura-pura membaca buku, padahal lagi ngelihatin dia. Hua… dia keren! Dia kece. Kece dengan kaus putih dan kemeja dengan 2 kancing atas dibuka dan rosario hijau yang dikeluarkannya agar tampak. Kapanlah waktu ini berhenti? -ini alay- agar aku dapat melihatinya selalu?

Sekolahku sudah terlihat. Macamnya cepat kali aku sampai. Mulai dari turun dari angkot, sampai saat ini aku masih berpikir tentang dia. Dia menarik. Maksudku, stylenya menarik. Kapan? Kapan aku bertemu dengan dia dan berkenalan dengan dia? Tapi aku harus melupakannya, sebab aku tak tahu bagaimana kepribadiannya. Cukup. Aku pengen ketemu dia besok, besok, besok..

Tdd
Stephanie Carolin Dind

Cerpen Karangan: Dwi Panca
Blog: dwipancawicha.blogspot.com
Hello, namaku Dwi Panca. Aku sekolah di SMA Budi Mulia kota Pematangsiantar. Aku cinta menulis dan membaca, dan juga cinta menghitung. Love you, readers 🙂

Cerpen Pria Berosario Hijau merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi Anak Borneo

Oleh:
Ruangan itu sudah dipenuhi banyak orang. Dadaku berdegup kencang. Perasaanku bercampur antara cemas dan bahagia. Aku yang mengenakan pakaian terusan bewarna merah dengan corak batik Kalimantan yang indah, berjalan

Hurt

Oleh:
Ya siapa lagi kalau bukan dia. Dia adalah cowok ganteng yang pertama kali gue liat sejak pertama kalinya gue masuk kelas X IPB. Awalnya gue cuma deket biasa, ehh

I Hate You Because I Love You

Oleh:
Hari ini terulang lagi penebar pesona itu mulai menyebarkan tatapan mata indahnya lagi hatiku mulai berdetak tak karuan… “heeiii… Kenapa kamu melihatku begitu..?” tanya habibi mengagetkanku “tidak, aku hanya

Partner

Oleh:
Cerita ini dimulai dari sebuah rencana beberapa waktu lalu antara aku dan kedua sahabatku, Tyara dan Fitri. Waktu itu kami semua akan menghadapi UNBK. UNBK akan dilaksanakan dua minggu

Bukan FTV Cinta

Oleh:
“Sas.” Cinta menyikut lengan Saski yang tengah asyik melahap bekalnya. Mulutnya penuh dengan roti isi selai kacang kesukaannya. “kemarin aku lihat si Diana diantar pacarnya pergi ke butik, loh.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *