Putih Biru Cinta Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 March 2016

Krriiiinng.. Krriiinngg… Kringgg. Suara bel sekolah.
“Masuk tuh Bob suara bel udah bunyi,” ujarku kepada temanku Bobby.

Pagi ini serba suasana baru, mulai dari pakaian, teman dan guru baru. Namaku Ungga Haquziimaru. Biasa dipanggil Ungga. Aku bersekolah di sebuah satu sekolah di kota palembang, saya duduk di kelas 1 SMP. Pagi yang cerah, suasana yang begitu cerah membuatku semakin bersemangat bersekolah. Pelajaran pertama pun di mulai, pada saat itu pelajaran pertama ipa, tapi gurunya hanya menerangkan saja, tidak belajar, dan dia juga mewakili kelas kami dia adalah wali kelas kami namanya panggil saja dengan sebutan ibu Meli. Setelah melewati beberapa hari MOS aku semakin bersemangat bersekolah. Baru pertama masuk aku orangnya sangat pendiam. Aku belum mempunyai banyak teman. Walaupun belum banyak tapi aku udah punya 2 teman baru. Yang namanya Bobby dan Rey. Baru kenal sih tapi udah akrab.

Singkat cerita pelajaran pertama pun sudah selesai. Setelah ibu Meli memberikan suatu penerangan dan tata cara di sekolah dengan baik.
“Terima kasih ya anak-anak, semoga kalian menjaga tata tertib sekolah ini dengan baik.” Kata ibu Meli.
“Iya Bu,” Teriakan sekelas.
Pelajaran kedua dimulai. Pada saat itu kami tidak belajar mungkin guru-guru sedang sibuk Rapat.
“Ngga yuk kita ke kantin?” kata Bobby.
“Gua ikut Bob,” kata Rey.
“Ayo ayo.” Kataku.

Setelah tiba di kantin, ada seorang cewek yang menghampiriku. Dia mengajakku untuk berkenalan. Aku pun sangat malu, dan hanya terdiam. Beginilah sifatku dulu. Kalau ada cewek yang menghampiri, aku hanya bisa terdiam dan mengeluarkan satu atau dua kata saja. Aku sih bukannya takut sama cewek. Aku hanya malu aja. Aku juga belum ngerti yang namanya cinta walaupun banyak wanita yang mau berkenalan denganku tapi aku biasa saja.

“Hai, kita sekelas kan, boleh kenalan gak?” Kata cewek itu.
“Iya boleh,” kataku. Aku hanya tersenyum melihatnya. Nama cewek itu adalah Tary dia sangat cantik, dia tinggi dia putih. Raut wajahnya yang begitu manis. Itu menurutku yang aku nilai. Tapi aku cuman biasa aja dan merasa senang telah mengenalnya.

Setelah berbincang-bincang kepada temanku dan Tary di kantin. Bel sekolah pun berbunyi, dan ternyata pada saat itu kepala sekolah hanya menyampaikan pesan melalui mig. Dan kami pulang cepat pada saat itu… Tary pun mengajakku untuk pulang sekolah bersamanya. Aku pun sangat bingung karena aku ada janji dengan temanku Bobby dan Rey. Untuk kerja kelompok. Di rumahnya Bobby. Mau bilang iya atau tidak yah. Bilang iya yah. Bilang tidak yah. Wkwkwkwk, jadi nyambung ke lagunya al-ghazali.

Setelah aku pikir-pikir aku antarkan saja dia lalu aku ke tempat Bobby untuk kerja kelompok. Pada saat itu aku, menaiki motor -matic- tahu gak peribahasa yang trend. Cowok motor matic, ceweknya pasti cantik. Cocokkk! (kata mamanya boy) Yang bener bae! (mang diman menjawab) Wkwkwk (korban film aja) Setelah ke luar sekolah dan waktu di jalan Tary bilang kalau dia mau minta nomor hp-ku. Aku pun mengasihnya. Di perjalanan aku hanya terdiam saja, 5 menit kemudian sampai lah ke rumah Tary.

“Thanks yah Ungga,” kata Tary.
“Iya Tary sama-sama,” kataku.
“I love you,” Kata Tary.
“Hah? Apa?” Kataku. Aku pura-pura gak denger.

Dia malu, lalu langsung berlari menuju rumahnya. Aku pun kepikiran perkataan dia tadi. Tapi aku mengira itu hanya perkataan biasa, aku kan gak kenal cinta, terus aku gak tahu bahasa inggris tapi sekarang lancar. Setelah selesai kerja kelompok di tempat Bobby bersama Rey, aku pulang ke rumah. Tiba di rumah. Drett… Drettt… Dretttt… Hp-ku berbunyi, ternyata itu smsnya dari Tary. Yang berisi pesan. “Hay Ungga, selamat siang? Ini aku Tary.” Lalu aku balas pesannya. “Selamat siang juga Tary -emotsenyum-” Setelah panjang lebar dan gak jelas aku smsan dengan Tary aku pun tertidur.

Setelah waktu demi waktu berganti hari, lalu hari demi hari berganti bulan, bulan demi bulan berganti tahun, lalu tahun demi tahun berganti abad lalu kiamat. Belum cuy, belum tamat masih panjang ceritanya. Minum es dawet dulu cuy biar gak cape. Setelah setengah tahun berlalu di sekolah bersama teman-temanku. Aku dan Tary pun semakin akrab dan dekat. Seperti sebuah kekasih. Pada saat itu ujian sekolah semester satu dimulai. Setelah belajar dan belajar. Aku percaya diri untuk mengerjakan soal nanti.

Tiba di sekolah, perlengkapan sudah pas. Bel berbunyi. Ulangan pun digabungkan dengan kakak kelas. Kelas 1 dan 2. Pada saat itu aku tidak sekelas dengan Tary, aku merasa sangat sedih. Tapi untung ada teman-temanku aku sekelas dengan dua temanku. Bobby dan Rey. Aku duduk bersama ayuk kelas yang bernama Wenny. Dia sangat baik, cantik, dia sering bercanda tawa denganku, entah kenapa aku sangat merasa senang di sampingnya, dan tidak sedikit pun merasa malu. Ujian pertama pun dimulai. Dengan wajah ceria dan penuh keyakinan. Aku bersemangat mengerjakan soal ujiannya. Setelah itu datang guru pengawas mengantarkan absen. Dan meminta tanda tangan. Jadi kayak artis aja ya dimintai tanda tangan hehe.

“Hei?” Dia menunjuk ku dan memanggilku berbisik-bisik dari kejauhan.” Dia ayuk kelas
“Iya kenapa?” Kataku dengan nada lembut. Ternyata ayuk kelas itu menunjukkan, kalau dia mau menandatangani sebuah absenku. Dia duduk pertama kali di depan pintu kelas. Aku pun bingung siapa dia, aku hanya menjawab, “Iya silakan.” sambil senyum.
“Dia temanku adik,” Ujar kata Wenny ayuk kelasku yang sebangku denganku, “mungkin dia suka sama kamu.”
“Hehehe,” Aku hanya tertawa sambil mengerjakan soal ujian. Setelah absenya tepat berhenti di depan ku, aku melihat tanda tanganku yang ditanda tangani oleh ayuk kelas itu berbentuk love. “Apa maksudnya?” dalam hatiku. Dia pun melihatku dan tersenyum manis kepadaku. Aku pun sangat terkesan. “Sepertinya aku jatuh cinta kepadanya. Tapi bagaimana dengan Tary. Aku kepikiran dia terus.” dalam hatiku.

Setelah ulangan selesai aku ke luar bersama temanku Bobby dan Rey. Menuju ke lantai pertama. Sekolahku 4 tingkat saat itu. Aku melihat sebuah pemandangan dan mobil-mobil yang lewat dari kejauhan. Sambil memikirkan -apa ini yang dinamakan cinta. Dari lantai pertama aku melihat Tary bersama dengan cowok di kantin. Aku sangat heran dan bertanya-tanya, siapa sebenarnya cowok itu. Singkat cerita setelah bel masuk ujian kedua dan tiga dimulai. Lalu setelah selesai ujian aku langsung pulang ke rumah. Dengan hati yang bertanya-tanya.

Tiba di rumah. Aku menciptakan sebuah lagu untuk Tary. Yang judulnya “Cinta terpendam”. Sedikit lirik lagunya begini: Aku adalah hati yang terluka, terluka oleh hatimu yang kini telah bersamanya.
Mencoba untuk tetap setia padamu, karena hatiku hanya terpaut olehmu..
Berjuta cinta yang datang tak akan luluhkan, hatiku.
Terlalu lama ku pendam rasa ini, dan tak pernah ku coba, ungkapkan. Waktu pun terus berputar namun tetap ku simpan, rasa ini di hati

Begitulah lirik lagunya. Kalau ku yang nyanyi dan lo dengerin. Pasti lo nangis. Setelah ciptain lagu dan ku rekam lalu ku kirim dengan Tary. Lalu dia sms..
“Apa ini maksudnya Ungga?” Kata Tary.
“Dengar lalu pikir aja Tary, itu lagu ciptaan aku buat kamu!” Kataku.
“Oh iya terima kasih yah,” kata Tary. Hanya membalas pesan singkat.
Aku hanya diam dan kepikiran mungkin jodohku bukan dia.

Keesokkan harinya di sekolah. Aku bertemu dengan Tary, dia bersama cowok baru. Aku hanya terdiam dan melihatnya.. -sungguh aneh kataku. 5 menit kemudian. Datanglah sesosok wanita yang menandatangani sebuah absenku kemarin. Aku memanggilnya.

“Hay,” Kataku.
“Hey” Dia menjawab.

Setelah aku pikir-pikir, aku memberanikan diri mendekati dia dan mengajak dia berkenalan. Ternyata nama dia Tamy dia menurutku sangat cantik, anggun, baik, mempunyai keperibadian yang unik. Setelah berkenalan kami pun semakin akrab berdua. Aku berniat mengajaknya pulang sekolah bersamaku. Dengan senang hati dia menjawab ajakanku. Aku mengajaknya untuk ke sebuah taman setelah pulang sekolah ke Taman pelangi di situ kami berdua bertanya dan bercerita tentang keseharian dan kehidupan kami. Sangat senang bagiku mengenalnya. Dari kejahuan aku melihat kakak-kakak yang sedang membawa gitar.

“Tunggu yah,” ujarku kepada Tamy.
“Iya..” Tamy menjawab.

Setelah bertemu orang yang membawa gitar tersebut, aku pun berniat untuk meminjamnya. Lalu aku bayar 20 ribu anggap saja menyewa. Aku mendatangi Tamy kembali.. Lalu aku menyanyikan lagu buatnya, ini lagu ciptaan aku sendiri. Yang lirik nya begini: “Ini aku yang kan selalu ada, di saat kau terluka, anggaplahku malaikat hatimu, yang kan selalu ada untukmu. Tamy menangis ketika aku menyanyikan lagu ciptaanku buatnya. Aku pun memegang tangannya, dan menghapus air matanya. Aku mengungkapkan semua perasaanku kepadanya.

“Tamy, aku sayang kamu, aku cinta kamu, apa kamu mau jadi pendamping hidupku, menemani aku di saat aku susah, sedih, bercanda dan tertawa. Aku ingin jadi pangeranmu. Menjaga hatimu selalu. Menyayangimu selalu. Sejak pertama aku mengenalmu, aku langsung jatuh cinta kepadamu, apakah kamu mau jadi pacarku?”
Tamy pun menjawab dengan senyum yang sangat manis disertai dengan air matanya yang mengalir -tangisan bahagia. “Iya, aku juga sayang kamu, aku juga cinta kamu, aku mau jadi pacar kamu, nemenin kamu di saat susah senang dan sedih. Aku mau jadi segalanya buat kamu.” Kata Tamy.

Setelah mendengar ucapan itu, aku sangat senang dan gembira. Hidupku terasa di surga.
“Udah ah jangan nangis sayangku,” kataku.
“Iya sayang makasih yah. Aku seneng banget hari ini.” kata Tamy dia memeluku.
“Udah, udah. Aku ada lagu lagi ini buat kamu, kamu mau denger gak,” Kataku.
“Iya sayang aku mau.” kata Tamy. Setelah bernyanyi, bercanda, pokoknya lengkap deh. Aku merasa sangat bahagia bersamanya.

Tamat

Cerpen Karangan: Ungga
Facebook: https://www.facebook.com/ungga.gcd
Nama Ungga. Ini cerpen pertamaku, maaf jika ada salah kata atau kata yang kurang mengerti menurut anda.. 🙂 terima kasih Add Me facebook: Ungga

Cerpen Putih Biru Cinta Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ji Chang Wook dan Penggemar Kelas Berat

Oleh:
“Yeoboseyo. Halo.” “Lisa lagi sibuk, ya?” “Biasa, lagi nyeterika tiap minggu pagi.” “Jam sepuluh ke rumahku, ya. Aku punya film Korea baru.” “Film apa? Apa judulnya?” Tut… tut… tut….

Kutu Beras

Oleh:
Rabu, sembilan maret pukul tujuh lewat dua menit. Hari ini libur, horrayy!! Tapi tugas yang sangat menumpuk, pekerjaan yang menggantung di mana-mana, belum lagi masalah-masalah lain yang muncul di

Rani Menanti

Oleh:
Hari ini Rani Berdiri di depan kaca, senyumnya selalu terpancar pagi ini. Mulai dari dia bangun tidur hingga mengenakan setelan seragam sekolahnya yang baru. Tentu saja, sekarang di akan

Mengapa Cintamu Bersyarat?

Oleh:
Satu persatu murid memasuki ruang kelas, namun aku tak menyadari bahwa bel masuk telah berbunyi. Hingga seseorang menyadarkanku dari lamunan indahku. “Heh! Kenapa kau senyum senyum sendiri,” tanya Kelvin,

Hanya Mimpi

Oleh:
Matahari muncul dari ufuk Timur. Menyinari seluruh kehidupan. Orang-orang segera melakukan aktivitasnya masing-masing. Begitu juga diriku. Karena hari ini hari Minggu, aku bebas melakukan apa saja. Pagi ini aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *