Rasa Yang Terpendam Lama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 February 2015

Kenalin dulu aku Octa Waktu itu aku berada di kelas 7c kisah ini dimulai. Waktu pertama kali aku masuk masih anak yang polos, belum tahu yang gitu gituan. Aku sekelas dengan Andhi. Oh ya sebelumnya kenalin dulu Andhi cowok yang aku sukai sejak kelas satu SMP. Disitu aku belum muncul rasa suka ku ke dia. Tapi pas suatu hari aku berpapasan dengan Andhi yang sedang bersama temannya. Waktu itu aku sebel sama temannya kenalin saja ini teman Andhi teman sekelasku juga namanya Yudi, habisnya dia ngatain aku ya gitu dech yang intinya tuh dia bilang aku jelek. Aku maklum soalnya waktu itu aku belum mementingakan penampilan. Lalu Andhi bilang ke temannya “Sssttt”. Waktu itu aku sakit hati.

Trus beberapa lama aku tau dia dari temanku yang lagi berbincang-bincang pada waktu olahraga yang pokok pembicaraannya tuh si Dia. Yang aku denger sih dia tuh pinter, dia anak kedua, kakaknya kerjanya pelayaran. Itu kan belum terbukti. Dan waktu mulai aktifnya pembelajaran lama kelamaan disitulah terbukti bahwa dia tuh pinter, aktif dalam pelajaran. Di situlah muncul rasa suka ku ke dia. aku suka cowok yang aktif dalam pembelajaran salah satunya ya dia.

Ketika bel berbunyi waktunya pulang. Aku cerita atau lebih enaknya dibilang curhat sama temanku. Lebih enaknya kenalin dulu teman baikku Fatma sambil mengayuh pedal sepeda. Aku curhat tentang Andhi. lama kelamaan itu menjadi kebiasaan hari-hari ku curhat ke temanku tentang dia.

Disitulah rasa ini yakin muncul. Tapi sayangnya ada seseorang cewek alias temen sekelas kita yang kaya nya tuh suka sama dia kenalin saja namanya Aini. habisnya temanku sekelas ngatain dia dengan sebutan nama cewek sekelas ku itu. Rasanya tuh hilang sudah, rasanya aku mulai nyerah suka sama dia, habisnya cewek itu pintar. Kan cocok pintar sama pintar. Tetapikan belum terbukti. Masih ada harapan. Di situlah cewek itu menjadi motivasiku untuk menjadi dia yang pinter. agar aku bisa mengambil hati Andhi dengan cara aku menjadi seorang yang pinter dan aktif dalam pelajaran di hadapannya.

Dan mulai disitu aku menjadi giat belajar. Di suatu hari aku ngobrol dengan teman teman ku, dia bicara masalah pacar. Waktu itu aku merasa belum cukup umur untuk berpacaran. Tapi bagi temanku tidak. Ya otomatis aku kaget dan langsung bilang “Kamu udah punya pacar kan masih kecil” kataku ke temanku. Dia mungakin dengar perkataanku. Keesokan harinya dia ditanya sama temanku “Kamu udah punya pacar” kata temanku ke dia. Dia pun juga bilang “belum kan masih kecil, belum waktunya” aku pun kaget ternyata dia sependapat sama aku. Rasanya tuh senang soalnya dari perkataannya tuh membuktikan kalau dia gak bakalan punya pacar dan berpacaran sebelum lulus sekolah. Karena dia menganggap masa sekolah itu tidak untuk memikirkan hal itu. disitulah aku makin kagum sama dia. yang lebih kusuka darinya meskipun ulangan belum belajar sepenuhnya dia tidak ada niat jiplak (nyontek). dia bilang meskipun nilainya jelek yang penting itu hasil murni dari dia sendiri. Ya Allah aku kagum sama dia.

Pernah pada hari apa aku lupa dia ditanya ama teman cewekku kalau kriterianya itu kaya apa sih. Trus dia bilang “ya gitu deh, pokoknya mandiri dan berambut panjang”. Ya disitu aku berpikiran kalau itu semua (kriteria) berada pada diri teman cewekku itu yaitu Aini. Aku minder dan aku takut kalau pikiranku benar. Setelah berapa bulan terlewatkan di adakannya MID semester disitu pula aku akan membuktikan hasil belajarku selama ini. Dan akhirnya terbukti. Dari sekian banyak pelajaran aku hanya remidi 2 pelajaran yaitu bahasa jawa dan ips yang menurutku susah. Aku senang banget. Dan semester satunya juga aku hanya remidi satu pelajaran yaitu bahasa Jawa yang kuanggap susah. ya karena aku juga gak asli orang sini. Maklum lah (hehehehe…).

Dan waktu pembelajaran semester dua dimulai. Ada teman sebangakunya yakni Yudi yang ngatain aku waktu itu meminta nomor hp aku. Ya aku kasih tapi nomor hp ibuku soalnya waktu itu hp ku ketinggalan waktu liburan ke rumah kakek aku di bogor. Tapi yang bikin aku kecewa kenapa harus dia (teman cowok sebangaku dia) kenapa bukan kamu Andhi. Dan beberapa harinya lebih tepatnya waktu malam hari dimana memperingati beberapa hari mbah buyutku gak ada di dunia ini, ada yang telephon ke nomor Ibu aku dan ternyata nomer asing. jadi aku takut ya gak aku angakat deh. Tapi lama kelamaan sebel ringtone hp ibuku bunyi mulu bosen kupingaku mendengarnya. Jadi aku angkat. pertama kata kata yang keluar dari mulutku “assalamualaikum ini siapa ya?”. Setelah tau itu suara cowok jadi aku matiin habisnya aku takut. Lalu orang itu sms yang berisikan “Hy cewek…” lalu aku membalas pesannya dengan kalimat tanya “ini siapa ya?”. dan kemudian dia menjawab “ini emangnya siapa”. Ih aneh orang ini malah balik tanya. ya udah gak ku balas. Dan dia sms balik “ini Octa kan?”. Aku sms “ini siapa dulu” dan akhirnya dia sms “ini bagus”. trus lama kelamaan terjadi percakapan dalam tulisan sms di hp. Lama kelamaan enak juga punya temen smsan yang tiap hari pasti sms an. Yang semula pulsaku irit jadi boros.

Dan waktu sekolah aku bingung kenapa ya si Andhi dan temannya itu ketawa sambil pandangannya tuh ke aku, ya aku bingung. sampai rumah aku dapat sms darinya yang akhirnya aku tanya “kamu orang mana?” lalu dia ngejawab “masa enggak tau sih, aku seSMP sama kamu”. Aku berpikir siapa ya, seSMP ama aku, berarti kemungakinan dia kelas tujuh juga tapi tujuh apa ya. Di situlah di sekolah aku mencari informasi tentang orang yang mengaku bagus itu. ternyata yang namanya bagus yang ada di kelas tujuh itu tepatnya kelasnya berhadapan dengan kelas ku itu yaitu 7-A. tetapi makin anehnya kenapa ya Yudi dan Andhi itu tiap hari ketawa dan arahnya tuh kaya ngetawain aku. Ya aku bertanya sama mereka “kenapa sih?” eh malah dia ketawa sambil bilang “Octa…”. ya aku malu ada apa sih, aneh mereka. Apa yang mereka ketawain dari aku. Dan kenapa dia ngelontarin kalimat-kalimat yang aku pernah sms ke orang yang mengaku bagus itu. Yang sepertinya lagi membahas hal itu. Aku kan curiga. Dan waktu istirahat ada cowok jail dan namanya tuh bagus dari 7–A . ya aku bertanya-tanya dong dalam hatiku, apakah benar bagus ini yang selama ini smsan ma aku. Di kelas ku tuch bagus jail banget, masa nakut-nakutin semua cewek di kelasku dengan cacing ya otomatis teman-teman cewek ku pada menjerit. Kalau aku mah enggak, aku kan gak merasa jijik (hehehehe…) kan cacingnya kecil. Dan suatu ketika ada yang ngelapor ke aku kalau Andhi gak masuk sekolah karena sakit dan ku tulis dib uku absen dia izin 2 hari selaku aku Petugas pengbsen harian. Gak semangat aku nya. tetapi gak papa di waktu itu juga aku seru-seruaan sama pengabsen yang 1, namanya Ziki. aku bercanda sama dia eh malah dia jail sama aku, masa dia ngambil buku ku ya jadi aku kejar dia. Aku nya capek jadi dia balikin buku ku. eh pas masuk ke kelas kami disorakin “cie cie Octa sama Ziki”. Ya aku malu.

Setelah dua hari dia masuk. Aku senang. Sampai di rumah orang asing itu sms ke aku “lagi apa?” aku balas “lagi nyantai, la kamu diri lagi apa?”. Kutunggu balasan sms darinya eh dia gak balas-balas. ku sms lagi dengan kalimat yang sama. Eh masih gak dibalas-balas. dan akhirnya dia balas “sory baru bales, soalnya tadi habis main bola”. Dan hari berikutnya lagi lebih tepatnya pas hari minggu. ku sms dia “lagi apa?”. Dan yang mengagetkan ada balasan dari seseorang yang mengirm pesan “Yudi lagi gak da di rumah, mungakin lagi main”. Sontak aku kaget dan tak percaya lagi, aku sms balik “emangnya ini siapa?”. Dan ada sms masuk “ini kakak perempuannya Yudi”. wah makin yakin bahwa yang selama ini smsan ma aku itu Yudi bukan bagus sekarang aku paham kenapa si Andhi dan Yudi ketawa sambil membahas isi pesanku itu. aku kecewa kenapa dia harus berbohong. Semenjak itu gak pernah kubalas sms darinya.

Setelah masuk sekolah dia minta maaf ke aku dan menanyakan kenapa smsnya gak pernah dibalas olehku lagi. Trus aku bilang “orang itu bukan nomer hpku tapi ibu ku kan sudah aku bilang aku gak punya hp. hp ku ketinggalan sewaktu liburan di kakekku dibogor. dia mohon mohon ke aku minta nomorku. Tapi enggak aku kasih soalnya kalau sudah tau yang sms dia akunya malu donk, apa lagi dia ngasih tau isi pesanku sama si Andhi.

Sudah hari hari dan masalah itu terlewatkan dan kami jalani hari hari seperti sedia kala. Tanpa ada sms dari teman smsan lagi di hp ibuku. Tapi gak papa deh untungnya ketahuan kalau itu bukan sms dari bagus melainkan dari arif dan pikiranku yang bertanya-tanya kenapa si Andhi dan Yudi tertawa sambil memandangaku dan seperti membahas isi pesanku sudah terpecahkan yang disebabkan oleh pelaku Yudi.

Cerpen Karangan: Mega Octa Danuarifah
Facebook: Ega Peri Riank

Cerpen Rasa Yang Terpendam Lama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Dan Cita Cita Ku

Oleh:
Aku menatap lalu lalang mobil dengan pandangan bingung. Bus yang membawaku pulang ke rumah melaju kencang atau bisa dibilang ugal-ugalan. Jujur, aku bingung. Kejadian di sekolah tadi masih mengganggu

Hanya Sahabat

Oleh:
Seperti biasanya aku selalu bersemangat untuk pergi ke sekolah, kalian tahu apa alasanya?, yup itu karena aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Kali ini aku berangkat lebih awal dari

Love in Popmie

Oleh:
Hari ini dingin sekali karena semalam hujan lebat sampai sekarang belum berhenti. Di bangku paling pojok belakang aku dengan lahap memakan popmie kesukaanku sendirian. Meski aku sering dimarahi oleh

Sebab Akibat

Oleh:
“Busyet dah! Udah jam setengah delapan?!” Teriakku ketika melihat jam dinding yang tepat berada di depan pandanganku ketika baru saja bangun. Reaksi ini pasti akan ku lakukan mengingat waktu

Kutunggu Lagi Cintamu

Oleh:
“Pangeran! Pangeran! Pangeran!” Di mana-mana kudengar namanya, di setiap langkahku selalu aku dengar namanya, sering kali aku pernasaran akan sosok Pangeran yang kerap orang bicarakan. “iyaa, Pangeran itu orangnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *