Rasyalin, Please Give Me Your Smile (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 March 2019

“prang…” suara piring pecah lagi. Jam masih menunjukkan angka 04:27 pagi, tapi keributan sudah terjadi di dapur rasyalin. Dia gadis yatim berumur 17 tahun. Dia ditinggal ibunya sejak usianya 4 tahun dan ayahnya menyusul ketika ia duduk di kelas 3 SD. Kehidupan gadis itu cukup rumit. Dan merupakan hal yang luar biasa bahwa dia mampu bertahan hidup sampai saat ini mengingat begitu beratnya beban yang ia tanggung dimasa lalu ketika ia masih anak-anak.

Ayahnya merupakan anak tunggal begitupun dengan ibunya. Sehingga sanak saudara kandung yang ia miliki sangat terbatas jumlahnya. Keluarganya memang cukup berada dan kebutuhannya akan materi memang dapat teerpenuhi tapi tidak sama halnya dengan kasih sayang dan perhatian. Gadis itu memang cantik, rambut lurus, hidung mancung, kulit putih bersih, body tinggi langsing. Hanya sikap pendiamnya yang membuatnya kurang memiliki banyak teman. Sikapnya begitu dingin dan kaku.

“eh katanya ada anak baru loh” cerita zaskia pada teman-temannya. Zaskia adalah teman sekelas rasyalin. Kebetulan saat itu rasyalin ada di kelas sehingga ia bisa mendengar percakapan teman-temannya.
“iya loh katanya seorang cowok” tambah nadila
“Ganteng ga cowonya?” tanya putri jadi ikut penasaran.
“Ga tau juga sih. tapi aku dengar-dengar dia pindahan dari london loh” timpal zaskia makin semangat.
“Wah berarti bule dong” Ungkap putri lagi
“Mudah-mudahan dia masuk kelas kita ya” harap nadila

Ternyata harapan gadis-gadis itu terkabul. Bel tanda pelajaran akan dimulai pun berbunyi guru kelas xll ipa 1 pun masuk bersama seorang pria.
“Anak-anak, ibu mau kasih tau bahwa sekarang kita kedatangan teman baru. Ayo nak perkenalkan dirimu” ucap bu gita pada siswa baru itu.
“Hy semuanya. perkenalkan aku Randy anggiansyah. Panggilannya randy. Aku pindahan dari london…”
Rasyalin acuh saja dan tak memperhatikan siswa baru itu. Dia hanya fokus dengan awan-awan lucu yang berjejeran di hamparan langit biru itu. Dia melamun. Sampai akhirnya seseorang menepuki pundaknya.

“Hy aku randy” ucapnnya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan. Rasyalin acuh saja. Dia tak menggubris pria itu.
“Knapa? kamu ga mau kenalan denganku?” tanya randy lagi seraya tangannya masih tetap stand by dengan posisi semula. Siswa lain yang memperhatikan randy dan rasyalin merasa kasihan dengan randy karena terus menerus diacuhkan oleh rasyalin.

Randy yang tak kunjung menurunkan tangannya, akhirnya berhasil membuat rasyalin menyerah. Dia membalas jabatan tangan randy
“Rasyalin” ucapnya. Randy mengernyit. Rasyalin kebingungan melihat ekspresi randy.
“Kamu kenapa?” tanya rasyalin
“Ternyata ini benaran kamu sya..” ucap randy. Nama panggilan yang randy sebut sontak membuat rasyalin kaget. Sudah lama sekali ia tak mendengar nama panggilan itu disebut. Hanya seseorang yang dari masa kecilnya yang biasa memanggilnya dengan sebutan itu.
“Ini aku sya. gian.. masa kamu lupa sih sama aku?” rasyalin terdiam sejenak.
“Oh.. senang bisa bertemu kamu lagi” hanya itu kata yang rasyalin ucapkan. Randy sedikit kecewa dengan sikap rasyalin tapi ia diamkan kecewanya itu karena sekarang saatnya untuk belajar.

Setelah bel tanda istirahat berbunyi, dia berusaha untuk mengajak rasyalin mengobrol namun usahanya sia-sia. Sungguh ia sama sekali tak mengerti dengan sikap rasyalin saat ini.

“Aku kasihan sama kamu randy.” ucap jaka teman baru randy
“kasihan gimana maksud kamu jaka?” tanya randy
“Ya gitu lah. Secara sebagai sahabat masa kecilnya rasyalin yang selalu bermain dan tertawa bersama tentunya kamu kaget melihat perubahan tingkahnya itu” jelas jaka.
“Iya kamu benar jaka. Aku juga ga tau mesti berbuat apa saat ini” kata randy tertunduk lesu
“Emang setelah pindah ke london kamu ga pernah kontekan lagi sama dia ran?” tanya vino sahabat baru randy yang lain
“Nggak pernah lagi. Ya jujur saja setelah di sana aku langsung lupa dengan ssemua hal yang ada di indonesia”
“Lah kamu itu gimana sih randy. Masa langsung lupa sih. kualat kamu randy” timpal jaka
“kamu gimana sih namanya juga anak kecil” jawab randy lagi.

“Tapi randy kamu tau nggak kalo selain pendiam, rasyalin itu juga dikenal satu sekolah sebagai cewek cantik psikopat loh” jelas vino lagi.
“psikopat..? aku aku nggak ngerti”
“Jadi gini loh randy, rasyalin itu orangnya rada-rada aneh setelah bokapnya meninggal dan bukan rahasia lagi kalo dia itu kebiasaan atau suka mecahin piring atau gelas tiap pagi atau setiap kali dia marah atau emosi” jelas jaka.
“Dia juga sering ngamuk di kantin, dan kamu tau sekarang setiap kali dia mesan sesuatu bu kantin pasti pake mangkok plastik.” Tambah vino.

Randy hanya diam seraya memangut-mangut. Dia memikirkan sesuatu entah apa hal itu hanya dia yang tau. Sementara gadis psikopat yang mereka bicarakan tengah terdiam merenung dalam perpustakaan. Buku yang ia pegang sama sekali tak ia baca. Sepertinya ia juga sama kagetnya dengan pertemuannya hari ini dengan randy. Dia menarik napas dan menghembuskannya.

Bu kirana guru penjaga perpus yang selalu care padanya memperhatikannya sejak tadi. Bu kirana tau bahwa ada hal yang kurang beres dengan gadis pendiam kesayangannya itu. Bu kirana sebenarnya masih gadis perbedaan usianya hanya terpaut 4 tahun dengan rasyalin. Sehingga mereka lebih cocok disebut sebagai kaka adik. Bu kirana mengambil sebungkus coklat dari tasnya dan menghampiri rasyalin.

Bu kirana meletakkan coklat itu di atas meja rasyalin. Dia kaget.
“Apa yang kamu pikirkan dari tadi sehingga membuatmu tak membaca sebaris kalimat pun dari buku ini?” tanya bu kirana dengan suara lembut
Rasyalin hanya diam saja.

“Kalau kamu ada masalah kamu boleh cerita padaku. Aku akn berusaha untuk membantumu” bujuk bu kirana. Namun seperti biasa rasyalin hanya diam saja.
“Baiklah kalau kamu tidak mau menceritakannya padaku tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksamu.” tuturnya. tuturnya
“Kamu makan ya coklat itu. Rasanya enak loh” tambah bu kirana seraya berlalu. Rasyalin menatap coklat itu, meraihnya lalu 3 menit kemudian ia memakannya. Bu kirana tersenyum tulus melihat hal itu. Dalam hati ia sangat menyayangi gadis pendiamnya itu.” semoga kelak kau bisa tersenyum lagi gadis pendiamku” gumam bu kirana penuh harap.

TO BE CONTINUED

Cerpen Karangan: Ester Christa Manalu
Blog / Facebook: Ester Christa Manalu

Cerpen Rasyalin, Please Give Me Your Smile (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Harapan yang Tak Sesuai (Part 1)

Oleh:
Ini aku. Seorang yang sangat suka berkhayal. Entah itu berkhayal tentang mimpi ataupun berkhayal tentang masa depan. Dan, suatu hari, saat aku sedang asyiknya berkhayal, tiba-tiba aku didorong oleh

Sang Bendahara Kelas 9 dan Fotocopy

Oleh:
Aku ini bernama Cea, gadis yang tak pernah dihargai. Aku ini merasa hidupku ini hanya dimanfaatkan saja oleh teman-temanku. Aku hanya mempunyai beberapa teman dekat yang tak pernah memanfaatkanku.

Lexa Dan Axel (Part 2)

Oleh:
Vita yang duduk di belakang axel menepuk punggung axel. dan axel pun menoleh. “hai!! lo udah lupa sama gue?” tanya vita. Axel palsu yang merasa bingung menggelengkan kepalanya “Ini

True Love

Oleh:
Hai. Namaku Khoirul Nissa. Kalian bisa panggil aku Nissa. Aku adalah siswi dari salah satu SMA swasta di Tuban. Aku adalah seseorang yang pandai (menurut teman-temanku). Aku juga baik

The Quirky Life Of Beang

Oleh:
Namaku Beang. Tadinya aku suka namaku. Lalu secara kebetulan kemarin aku nonton sebuah anime. Di dalamnya ada karakter Lalat bermuka penguin yang suka makan kotoran. Mungkin karenanya akhir-akhir ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *