Remaja Anti Narkoba

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 September 2020

Namaku Intan Savitri, aku sekolah di SMA 27 Jakarta. Aku memiliki satu kakak laki-laki yang bernama Aan Rendika, dia sekarang masih kuliah jurusan sosiologi dan aku masih duduk di kelas 1 SMA. Ayah dan bundaku adalah asli orang Jakarta. Beliau senang dengan kegiatan karang taruna dan ibu-ibu PKK.

“Bun lagi lihat berita apa?” Tanya kakak “lagi lihat berita tentang banyaknya narkoba yang sudah disebar luaskan nak” jawab bunda. “owh, itu mah berita dari dulu bun” ucap kakak. Mereka semua sedang berada di ruang keluarga dan sedang melihat berita tentang narkoba.

Hari pun sudah semakin sore. “dek, dengar-dengar sekolahmu besok kedatangan polisi ya? Ada apa memangnya?” Tanya kakak “iya kak soalnya setiap 6 bulannya sekolahku ada penyuluhan tentang ‘Remaja Anti Sekolah’ ” jawab Intan “owh, gitu” jawab kakak singkat. Yaa di sekolahku SMA 27 Jakarta memang setiap 6 bulannya ada penyuluhan tentang narkoba yang dilakukan oleh polisi-polisi yang ada di daerah kami. Jadi para siswa dijelaskan mengapa masyarakat dilarang untuk memakai obat-obat terlarang seperti narkoba dan apa dampak mengkonsumsi obat-obat tersebut.

Pagi hari pun tiba. Kakak sedang bersiap untuk pergi kuliah, ayah sedang bersiap untuk pergi ke kantor, ibu sedang memasak dan aku sedang bersiap untuk ke sekolah. “bunda… Dimana kotak makanku?” Tanya Intan sambil berteriak “iya sebentar Intan lagi bunda siapkan” jawab bunda berteriak. “oh iya kak, nanti pulang sekolah tolong belikan aku buku panduan tentang bahaya narkoba yaa!” pinta Intan kepada kakaknya “ya untuk apa memangnya?” Tanya kakak “tidak tau kak, guruku yang meminta agar semua murid membeli buku panduan tentang bahaya narkoba” jawab Intan “ya nanti kakak belikan sehabis kuliah” jawab kakak. “Intan, ini kotak makannya” panggil bunda “iya bun, letakkan di dalam tasku ya soalnya aku sedang mencari beberapa buku” teriak Intan “ya..” jawab bunda “Intan, ayo cepat ayah sudah terlambat ini ke kantor” ucap ayah tergesa-gesa “iya, iya ini sudah siap kok” jawab Intan “ya sudah, ayah tunggu di mobil yaa…” jawab ayah.

Intan adalah anak kesayangan keluarganya dia juga sangat dimanja oleh kakaknya Aan. Intan selalu berangat ke sekolah diantar oleh ayahnya dan pulang juga selalu dijemput oleh ayahnya ataupun kakaknya.

Intan pun tiba di sekolah. “eh Rida! Kamu sudah membeli buku panduan tentang bahaya narkoba belum?” Tanya Intan kepada Rida temannya “eh kamu Intan, iya aku sudah membelinya, memang kenapa?” ucap Rida “aku masih belum membelinya Ri, dan baru nanti dibelikan kakakku, soalnya aku lupa jika bu guru menyuruh kita untuk membeli buku tersebut he, he?” jawab Intan nyengir.

“hey-hey ada pengumuman tuh semua siswa-siswi disuruh berkumpul di aula sekolah sekarang!” ucap seluruh teman-teman Intan. “iya, ayo-ayo kita kesana sekarang tapi, kita letakkan tas dulu di kelas” ucap Intan tergesa-gesa. Intan dan teman-teman pun berkumpul di aula sekolah dan bapak polisi pun telah datang dan menyampaikan tentang bahaya narkoba.

Beberapa menit kemudian pak polisi memberi kesempatan kepada para siswa dan siswi untuk bertanya. “pak polisi saya. Nama saya Intan Savitri saya ingin bertanya apakah narkoba itu selalu berbahaya?” Tanya intan lantang “iya intan terimakasih atas pertanyaannya. Narkoba sebenarnya tidaklah berbahaya tetapi narkoba disalah gunakan oleh pemakainya contohnya narkoba sebagai obat penenang pikran kita tetapi tidak digunakan secara terus menerus dan kebanyakan orang lain dipakai untuk hal-hal yang negatif dan dipakai terus menerus” jawab pak polisi “owh.. gitu ya pak, terimaksih pak polisi” ucap Intan.

Hari pun semakin siang dan Intan bersama teman-temannya sedang beristirahat dan intan pun memakan bekal yang telah dibuatkan bunda tadi “Intan kenapa sih kamu selalu mambawa bekal?” Tanya Rida “owh, soalnya bundaku tidak suka kalau aku membeli makanan di luar terlalu banyak takutnya itu nanti berbahaya” jawab Intan sambal mengunyah makanannya “owh, gitu yaa” ucap Rida. Mereka pun berbincang-bincang di kelas dan Intan pun selesai makan dan bercerita kepada Rida “semoga saja teman-teman tidak ada yang menggunakan ataupun terjerumus ke dalam narkoba ya Rida karenakan, pengaruhnya sangat berbahaya untuk kesehatan…” ucap Intan “iya Intan jangan sampai deh teman-teman kita termasuk kita sendiri sampai terjerumus kedalam narkoba” jawab Rida.
Bel masuk pun berbunyi dan dimulailah pelajaran

Beberapa jam kemudian
Bel pulang pun berbunyi “Rida kamu pulang bareng aku yuk..!” ajak Intan “tidaklah aku kan bawa sepeda motor” jawab Rida tersenyum “oh iya yaa he, he, he” jawab Intan sambil tertawa.

Beberapa menit kemudian intan pun sampai di rumah “dek, ini buku panduan narkobanya dan ini insyaAllah yang paling lengkap kok” ucap kakak “iya makasih ya kak, oiya kak tadi Rida bertanya sama pak polisi, katanya narkoba itu sebenarnya tidak berbahaya kak, tapi tinggal orangnya saja yang salah memakainya…” cerita Intan yang sangat panjang kepada kakaknya “ya memang benar kata pak polisi itu, tapi kok adik kakak ini berani sih bertanya seperti itu?” Tanya kakak “ya berani donk, Intaaan gitu looh!” jawab Intan dengan PDnya.

Nah jadi intinya narkoba itu sebenarnya tidak berbahaya tetapi, kita yang harus pandai-pandai mengkonsumsinya dan cara menggunakannya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Ayu Putri Wulandari
Blog / Facebook: Ayu Kaidea
sekolah: MTs Negeri Tembelang
kelas: IX C

Cerpen Remaja Anti Narkoba merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


If You Like Someone

Oleh:
Di sebuah taman sekolah, aku termenung menunggu kedatangan seseorang yang sedari tadi belum muncul batang hidungnya. Beberapa saat kemudian orang yang ditunggu pun datang, dia menuju ke arahku. Aku

Kasih Tuhan

Oleh:
Ini adalah cerita gue sama keluarga gue. Gue adalah Stella Lukitasari, perempuan, 16 tahun, SMA FV1. Tentunya kalian semua pernah merasakan rasanya punya keluarga. Gue punya keluarga yang terdiri

When You (Part 2)

Oleh:
Setibaku di rumah sakit Adinda langsung diarahkan ke ruangan Instalasi gawat darurat/IGD. Aku panik, aku tidak tau harus bagaimana, aku mencoba menghubungi sahabatku bagas, tetapi tidak ada respon, tidak

Sahabat Bisa Jadi Cinta

Oleh:
Hai nama aku Dita. Aku kenalin sahabat aku nih, Echa, Pita, Meme dan Evan. Kita sudah temenan dari kelas 1 SD sampai sekarang SMA kelas 2. Kita selalu sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *