Rival Baruku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Olahraga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 June 2017

Aku adalah salah seorang Atlet Tae kwon do di kotaku. Aku selalu mewakili kotaku di kelas berat badan 55 kg. Aku selalu bisa membawa pulang medali emas tatkala tantangan kejuaraan datang kepadaku. Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali aku dikalahkan seseorang.

Pagi itu kami berangkat satu rombongan dengan bus yang sudah disiapkan untuk pergi melakukan perjalanan ke semarang. Seperti biasa aku mengobrol dengan beberapa kawanku yang juga akan mengikuti kejuaraan di semarang. Bercanda, membully, tidur, dan banyak hal yang kami lakukan.

Sesampainya di kota semarang aku dan rombonganku datang ke sebuah penginapan yang bisa dibilang agak tua namun jaraknya dari area pertandingan bisa dibilang cukup dekat.
Seusai melepas penat selama beberapa jam, kami pun menjalankan latihan sore, serta penimbangan sebelum bertanding besok pagi. Aku pun menyempatkan diri untuk melihat bagan pertandingan yang dibawa oleh pelatihku. Aku melihat bagan di under 55 kg (berat badan 55 kg) dan menemukan namaku di sana. Tertulis aku harus mengalahkan 5 lawan untuk bisa meraih juara pertama. Aku sebenarnya bosan dengan olahraga ini, bukannya sombong hanya saja aku merasa tak ada lawan yang bisa mengalahkanku di under 55 kg ini. Kalaupun aku ingin meningkatkan berat badanku aku terlalu sulit untuk melakukannya. Ya memang anugerah tuhanlah yang membuatku kurus hingga saat ini, dengan tinggi badanku yang mencapai 187 cm aku pun dengan mudah mengalahkan lawan yang berbobot sama namun dengan tinggi yang berbeda.

Keesokan harinya kami pun berangkat ke arena gor jati diri. Kejuaraan pertama dimulai dari kategori Poomsae atau biasa disebut kategori jurus. Teman temanku di bidang poomsae sudah bersiap untuk mengalahkan lawan lawannya. Namun sayang, Poomsae Tae kwon do semarang adalah Poomsae terbaik nomor 2 seindonesia, sehingga sangat sulit mengalahkan mereka. Pada akhirnya, di bidang poomsae hanya bisa membawa pulang 3 perak serta 1 perunggu dari 4 kategori yang dimainkan.

Tibalah saatku harus bertarung, pertarungan sudah mencapai partai 35, aku yang mendapat giliran di partai 40 harus segera bersiap. Aku pun mengenakan semua perlengkapan tae kwon do ku. Aku pun mulai memasuki lapangan.
Setelah wasit memulai aba aba, aku pun mulai melancarkan seranganku. Seperti biasa, lawan lawanku tak pernah melakukan perlawanan yang mengancamku. Aku biasa bertarung hingga final, namun tetap saja tak ada yang sulit untuk kulawan.
Aku pun menghabisi semua lawanku hingga melaju ke semi final. Fian adalah lawan yang akan aku hadapi di semifinal ini adalah mantan pemain unggulan di under 52 kg, tapi tetap saja pengalamannya di under 55 kg, belum seberapa. Wasit pun mulai mengucapkan aba abanya.

Dia melancarkan serangannya terlebih dahulu. Selama ini, aku hanya tau sedikit mengenai serangan serangan Fian. Dia terkenal akan serangan kombinasi deolko Dwi Huryeo. Yaitu menggabungkan 2 tendangan berputar sekaligus, aku sudah terbiasa mendapat serangan seperti itu dari senior seniorku. Aku pun menghindari serangannya dan membalas dengan tendangan deolyo chagi yang sederhana namun dengan power yang besar.
Aku mengalahkan Fian dengan Skor 15-8. Aku pun berkemas dan meninggalkan lapangan sembari menunggu partai final.

Kulihat di lapangan B adalah pertarungan yang akan menentukan lawanku di Final nanti. Esa adalah orang yang paling sering kuhadapi di final di setiap kejuaraan. Dia merupakan pemain unggulan kedua setelah aku pada kejuaraan ini. Dia sangat hebat dalam masalah kelincahan dan kecepatan, kecerdasannya dalam mengontrol tendangan juga patut diakui jempol. Tapi tetap saja semua hal itu tak dapat mengalahkanku.
Namun, betapa terkejutnya diriku melihat Esa yang merupakan lawan yang kuanggap bisa mengimbangiku dapat dikalahkan dengan skor 15-2, skor yang bahkan belum pernah terjadi padaku. Aku tak pernah mengalahkan Esa dengan skor kurang dari 15-10. Di partai final pun pada akhirnya bukan Esa yang akan kuhadapi namun seorang anak yang memiliki tinggi yang sama denganku dan pastinya dengan berat badan yang sama pula. Entah bagaimana bisa tapi aku yakin akhirnya aku menemukan lawan yang bisa membuatku harus berusaha sekuat tenaga.

“ya, perkenalkan aku adalah Teo. Kau pasti sudah lupa denganku kan Irul…?” tanyanya
“Aku hanya mengenal orang orang yang aku anggap kuat saja, dan mungkin saja setelah ini aku akan mengenalmu… haha” ujarku
“kita lihat saja nanti, siapakah yang akhirnya berada di podium utama” ucapnya

Wasit pun mulai mengucapkan aba abanya. Tiba tiba saja orang itu langsung berada di depanku dan melancarkan serangannya. Ia menyerangku dengan tiga tendangan bertubi tubi. Aku melihat papan skor dengan poin 3-0, aku sedikit terkejut. Akhirnya kulancarkan semua serangan yang bisa kulakukan. Aku menggonakan tendangan berputar dan mengenai kepalanya. Skor berubah menjadi 3-4. Semua penonton bersorak sembari menyemangati aku dan lawanku.
“yaa, lumayan juga kau Teo..” ucapku
“ini masih belum apa apa loh…” katanya

Kami pun menendang secara bersamaan dan menimbulkan Crush dengan suara yang keras. Kakiku terasa seperti hancur, aku heran bagaimana orang ini bisa bertahan dengan crush sekuat tadi, dia bahkan tak terihat kesakitan. Rounde 1 pun berakhir dengan skor 9-10, aku unggul sesaat.

Pertarungan pun dilanjutkan, aku terus mencoba menyerangnya namun selalu saja dia juga berhasil mencuri poin dariku. Di rounde ke 2 pertarungan berakhir dengan skor 19-19 kami imbang. Di babak final poin maksimanya adalah 20 poin, tapi karena di babak kedua skor menunjukan angka sama maka akan dilanjutkan dengan babak sudden death.
Siapa pun yang berhasil mencuri angka pertama di pertandingan ini maka dialah pemenangnya. Aku pun bermain dengan lebih tenang. Selama beberapa detik tak ada yang menyerang. Hingga akhirnya aku menyerang duluan, dia berhasil menghindari seranganku dan melakukan counter aku pun berhasil menghindari counternya. Skor 0-0 masih terlihat di papan skor. Aku baru pertama ini merasakan babak sudden death serta ketegangan yang luar biasa. Apakah aku bisa menang atau kalah, aku pun tak tahu.

Teo melancarkan serangan kombinasi yang biasa dilakukan oleh Esa, lalu melanjutkan serangan kombinasinya dengan serangan milik Fian.
Aku pun berhasil menghindari seranganya. Sekarang aku tau bagaimana bisa dia sekuat itu. Dia sangat pandai mempelajari serangan serta kecepatan lawannya.
“Teo.. kamu memang kuat.. tapi apa gunanya jika semua tekhnikmu itu hanya merupakan serangan tiruan? Aku bisa menghadapinya”
Aku melancarkan tendangan berputar dan mengenai bagian dadanya. Skor pun menunjukan 0-1 untuk kemenanganku. Semua bersorak dan Teo pun menyalami tanganku. Aku pun membalasnya dengan senyuman ramah. Aku pun akhirnya bisa memenangkan pertandingan ini.

Cerpen Karangan: Mr. I

Cerpen Rival Baruku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Melawan Bayangan

Oleh:
Gerimis dan lagu-lagu mellow adalah pasangan yang paling romantis di sore seperti hari ini. Perlahan rinainya membasahi alam. Sama dengan gerimis di pipi Nessa yang perlahan-lahan kian membanjir. Sedikit

Love With Ranika

Oleh:
Aku ian, tinggal sederhana dengan sekolah berbasic pertanian di kota ternama di indonesia. Aku baru saja dipindah sekolahkan karena alasan keuangan yang tidak memungkinkan. Pada hari pertama ini menjadi

Masih Amatir

Oleh:
Siang itu aku berjalan dengan santai menuju ruang guru untuk melaksanakan tugas yang telah diamanahkan kepadaku, tak terbebani sama sekali aku ini namun mata-mata yang curiga dan sok tau

Jangan Gampangan

Oleh:
Aku tak mengerti apa yang aku rasakan. Tapi aku dibuat bingung dengan temanku yang pada intinya agak terlalu mudah bagi ukuran seorang wanita. Selama ini kita sebagai kaum hawa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *