Sahabat Yang Tak Aku Sangka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 October 2016

Kembang api bertaburan di sela-sela pergantian tahun, aku menatap bintang seorang diri di tengah-tengah gelapnya malam.

Awal tahun baru yang lalu, hmmm mungkin itu awal dari cerita ini. Awalnya aku SMS seseorang yang tak aku kenal sebelumnya, aku minta nomor hapenya lewat obrolan yang ada di facebook aku minta nomor hapenya karena penasaran dengan orang tersebut dari status-status di facebooknya yang aku suka.

To: 085842172200
Asalamualaikum, boleh ganggu gak?

From: 085842172200
Waalaikumsalam, iya nggak pa2, siapa ya?

To: 085842172200
hmzt aku Dinda yang ngirim pesan di fb tadi.

From: 085842172200
oh iya, ada yang bisa saya bantu?

Saya mengenalkan diri melalui SMS dan dia namanya adalah Romeo, kami membicarakan tentang makanan favorit, minuman favorit dan warna kesukaan masing-masing. Romeo makanan favoritnya Capcay sedangkan aku makanan favoritnya itu nasi goreng. Minuman favorit Romeo itu teh manis yang agak panas katanya dan romeo paling suka kalau teh manis buatan ibunya kata Romeo. Kalau aku sih nggak suka sama teh manis aku sukanya sama es teh manis aku suka banget. Dari makanan favorit dan minuman favorit itu nggak ada yang sama tapi setelah itu aku tanya tentang warna kesuakaan dan ternyata Romeo dan aku punya selera warna kesukaan yang sama yaitu warna merah. Waktu pertama SMSan sampai hampir jam 12 malam. Menurut aku romeo itu orangnya asik jadi kalau SMSan itu nggak bosenin, ada bercandanya ada seriusnya jadi nggak terlalu teganglah. Hampir setiap hari aku selalu SMS sama romeo itu walaupun dengan SMS “malem” kaya begitu tapi nanti jadi panjang kaya cerita-cerita sama curhat-curhat gitu.

Setiap malam aku sering curhat sama Romeo yang aku kenal lewat facebook itu ternyata orangnya asik banget. Aku sering curhat tentang masalah sekolah, masalah keluarga dan masalah hari-hariku lewat SMS dan Romeo ngasih saran-saran kepada aku dari masalah-masalah yang aku alami itu. Yang aku rasain sih nyaman deket sama dia walaupun lewat SMS, aku juga sering dikasih motivasi-motivasi sama Romeo. Kami udah deketlah tapi nggak pernah ketemu. Karena orang yang aku SMS itu rumahnya jauh di Bandung dan dia masih kuliah juga sedangkan aku masih di bangku SMA Kota Semarang.

Hari pun berganti…
Sudah tiga bulan kami bercanda dan ngobrol hanya lewat SMS, kadang di facebook, rasanya pengen ketemu banget tapi rasanya nggak mungkin karena rumah Romeo itu jauh. Tapi Romeo pernah bilang sih kalau dia katanya mau ke rumah saudaranya yang ada di kota Semarang, tapi romeo sengaja nggak tanya rumah aku tepatnya dimana karena menurut romeo itu kalau sudah ditakdirkan bertemu ya bertemu biar menjadi kejutan katanya. Bener juga sih tapi kenapa sih pake acara kaya gituan segala.

Bulan ke Empat yaitu bulan April, Malam ini kota Semarang terasa kelam, yang biasanya indah kini gelap tak berbintang. Aku terpaku dalam kesendirian menatapi layar hapeku. Tiba-tiba hapeku bergetar bertanda ada SMS masuk. Kulihat layar hapeku, ROMEO!

drt… drt… drt

From: Romeo
Din bsk aq mau ke kota Semarang

To: Romeo
Semarangnya dimana? aku kan tidak tahu?
SEND

From: Romeo
Klau Allah Menghendaki ktemu psti bsk kita akan ktmu kok. Selamat malam semoga kita besok bertemu ya

To: Romeo
Tapi?, kenapa sih nggak nyebutin tempatnya langsung?

Itu SMS terakhir aku, romeo tidak bales lagi SMS aku. Aku tidak tahu besok aku harus kemana agar aku bisa bertemu dengan Romeo. Malam itu aku nggak bisa tidur sampai tengah malam tiba.

Hari pun berganti.
Sang mentari pun mulai muncul di ufuk timur, Cahayanya bersinar terang menyinari kota Semarang pada saat itu. Waktu pagi hari aku terus memandang layar hape aku berharap Romeo SMS ke aku tapi tak ada satu pun SMS yang masuk dari Romeo. Aku memutuskan untuk pergi ke Alun-alun kota Semarang berharap agar disana bertemu dengan Romeo. Aku menunggu di Alun-alun kota Semarang sampai 3 jam lamanya. huft.. rasanya capek karena yang aku tunggu nggak ada disana.
Badanku terasa lemas, karena dari rumah tak satu pun makanan yang masuk ke dalam perutku. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke tempat makan di kota Semarang, aku mencari warung nasi goreng tapi sayang nasi gorengnya sudah habis yang tersisa hanya capcay, karena aku sudah lapar sekali akhirnya aku terpaksa memesan capcay yang sebenarnya aku kurang suka. Sambil menunggu hidangan capcay aku terus memandangi layar hape yang berharap ada SMS masuk dari Romeo huft… tapi nggak ada satupun SMS yang masuk ke hape aku.

Tiba-tiba ada cowok datang dan langsung memesan capcay di warung itu. Cowok itu duduk pas di depan tempat duduku karena tinggal tempat duduk itu yang tersisa. Cowok itu tersenyum kepadaku sambil bilang ‘permisi’ senyum ramah. Aku pun membalas senyum ramahnya, ternyata itu Romeo.

Cerpen Karangan: Rohawi
Facebook: Rohawi Aquarius / facebook.com/rohawi.berkelana

Cerpen Sahabat Yang Tak Aku Sangka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Annoying Guy for Chubby Girl

Oleh:
Hari ini ulang tahunku ke 14 tahun. Aku menunggunya sejak lama dan akhirnya hari ini datang juga. 14 tahun sejak aku dilahirkan ke dunia. Dulu, aku kecil mungil, namun

Pos Hujan

Oleh:
Kulihat langit senja di tepi jalan ini, tak terasa hari sudah mulai berganti malam. Ku bergegas pergi menuju rumah, Aku baru saja pulang dari rumah sahabatku untuk membuat tugas

Pertemuan Terakhir

Oleh:
Jam terus berputar. Detik, menit dan waktu terus berlalu. hingga Salah satu teman di sampingku berbisik keras dan kemudian menyadarkanku dari lamunan. Peristiwa memalukan kemarin membuat hari-hari yang kujalani

Hal Hal Terhorror Di Sekitarmu

Oleh:
Aku menyilangkan kaki di sebuah cafe tak jauh dari tempat tinggalku. Di hadapanku seorang siswa SMA dan di sebelahku ada seorang siswa SMP. “Jadi..?” “Sehorror apa kisah lu?” tanyaku

Kisah KiKi

Oleh:
Namanya Kiki, umur 16 tahun, sekolah kelas XII di SMA Tunas Harapan. Doi anak tunggal, alias semata wayang dan sebatang kara. Hehehe, soalnya papi-maminya terlalu sibuk dan jarang ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *