Sederhana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 December 2017

Sederhana adalah satu kata yang dapat mengajarkan kita untuk tidak berlebih-lebihan. Berada di sekolah sederhana, rumah sederhana, sebuah kehidupan yang serba sederhana, itu ada pada keluarga Ghuca. Ghuca adalah siswa favorit para guru di sekolahnya. Karena kecerdasannya, kebaikan, keramahan, dan yang terpenting kesederhanaan yang Ghuca punya. Tapi disamping itu banyak yang tidak menyukai Ghuca karena keirian mereka terhadap Ghuca.

Hari ini, hari dimana Ghuca harus hadir dalam perlombaan karya seni yang diadakan di sekolahnya yang bertingkat kabupaten. Ghuca diantar ayahnya ke sekolah menggunakan motor agar cepat sampai. Sebelum Ghuca berangkat ibunya memberinya bekal makanan yang sangat sederhana.

Sesampai di sekolah Ghuca langsung menuju ruang yang akan digunakan perlombaan. Tas para peserta harus diletakkan di luar kelas.

Perlombaan berlangsung dengan lancer. Ketika Ghuca keluar kelas dan mengambil tasnya lalu mengeluarkan bekal yang dibawakan oleh ibunya dan membawanya ke kantin untuk dimakan di sana. Karena kebiasaan Ghuca membawa bekal dari rumah dan dimakannya di kantin, ibu kantin sudah hafal dengan pesanan Ghuca yaitu air mineral.

“Pesanan datangg…” Ibu kantin membawakan air mineral.
“Waahhhh ibu mah tau aja, belum juga pesan.” Ucap Ghuca.
“Loh emangnya kamu tidak pesan?” Tanya ibu kantin.
“Nggak bu, Cuma bercanda aja kok.” Jawab Ghuca.

Sesaat Ghuca makan, tiba-tiba ada yang menyenggol meja yang Ghuca tempati. Bekal Ghuca pun berantakan di lantai dan tidak bisa dimakan lagi. Dan ternyata yang nyenggol meja itu Frondi salah satu peserta lomba sekaligus siswa di sekolahku yang termasuk siswa yang serba ada.
“Ohhh… Sorry nggak sengaja.” Ucap Frondi lalu meninggalkan Ghuca.

Ghuca memilih untuk pergi ke taman dan membaca buku, sambil menunggu waktu pengumuman pemenang lomba karya seni.
Seluruh siswa mulai berlarian menuju lapangan sekolah, karena akan diumumkan pemenang lomba. Pastinya seluruh peserta deg-degan. Ketua panitia yang akan mengumumkan pemenangnya.

“Saya akan bacakan mulai dari juara 3 dulu setuju?” Tanya ketua panitia kepada seluruh peserta.
“Setujuuuuu…” Jawab seluruh peserta.
“Baik, juara 3 diraih oleehhh…” Ucap ketua panitia bertele-tele.
“Juara 3 diraih olehhh.. Kuntiani dari sekolah SMP Mahkota Bangsa…” Lanjut ketua panitia.
“Untuk pemenang harap segera maju ke atas panggung.” Ucap MC acara.
“Saya lanjutkan, untuk juara 2 diraih olehhh… Muhammad Dimas Pratamaaa dari sekolah SMPN 1 Cirebon … Untuk Dimas harap segera maju ke atas panggung, agar tidak berlama-lama supaya dipercepat. Saya sudah tidak sabar untuk mengumumkan juara satu perlombaan karya seni ini. Baik juara satu dalam perlombaan ini adalahhh… Ellyna Ghuca Kusumaa dari SMP Rindang Jati.. kepada pemenang harap naik ke atas panggung.” Ketua panitia mengumumkan dengan penuh semangat.

Semua orang bertepuk tangan untuk para pemenang. Ghuca tidak menyangka bahwa dia mendapat juara 1 di perlombaan ini. Ghuca bergegas naik ke atas panggung untuk menerima trophy, sertifikat, dan hadiahnya. Sungguh kejadian yang tak diduga oleh Ghuca dengan kesederhanaan yang dibawanya.

Cerpen Karangan: Visa
Facebook: Visa
Dzul Hilmi Al Hafidh

Cerpen Sederhana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Hope You’re Happy (Part 1)

Oleh:
‘Willing to do all this just for you’. Ya, mungkin itu ungkapan hati ku untuk saat ini. mengapa aku bilang seperti itu? karena aku berharap pengorbananku untukmu tidak sia-sia.

Maaf

Oleh:
Kupandang sosok lelaki yang tengah berjalan menuju kantin bersama teman-temannya, kualihkan perhatian temanku saat hampir ketahuan memandang seseorang dan itu memerlukan waktu lama. Dia anak kelas IX B, sosok

Guru Senjaku

Oleh:
Suasana pagi yang segar di bulan agustus 2015 itu mengawali perjalananku. Ya, panggil saja aku Giovani. Inilah kali pertama aku jauh dari kedua orangtuaku. Perasaan sedih dan takut menghampiriku.

Lebih Baik Padam Daripada Pudar

Oleh:
Aku tak pernah menyangka bahwa semuanya datang dan pergi begitu cepat bagaikan kilatan petir di langit yang menghitam. — Tempat kos yang aku tempati ini lebih nyaman dari yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *