Semangat dari Sungai Brantas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 27 May 2017

Aku terbangun dari mimpiku yang tak pernah jadi, harapan yang selalu pupus di tengah jalan. Kicauan burung-burung kecil di atas atap dan sekitar rumahku rasanya menanyakan apakah mimipimu ada yang sudah tercapai. Bermimpi dan berharp agar aku dapat nilai bagus pada setiap ujianku rasanya hanya ukiran di hatiku. Tak pernah kugapai cita-cita tersebut.

Aku keluar dari kamarku sambil mengucek-kucek mataku dengan tangan. Mengambil air dan mandi. Hari semakin terang, tapi harapanku semakin muram. Setelah mandi dan sarapan, aku pun pergi ke rumah temanku, Refka. Barangkali temanku yang agak aneh itu bisa membuat harapanku menjadi pulih kembali.

Dengan naik sepeda, aku berusaha menyaingi angin yang melawan arah kepada sepedaku, sampailah di rumah Refka. Aku pun memanggilnya, dia pun keluar sambil memakai baju yang bagus dan sepedanya yang mahal. Maklum, dia adalah anak orang kaya. Ayahnya bekerja sebagai pemborong di Kalimantan.

Aku dan Refka pun mulai mengayuh sepeda. Tak mengerti ke mana tujuanku. Aku pun menenggelamkan diri ke dalam keputusan Refka agar bisa mengikuti arus pikiran dari seorang Refka. Refka pun sempat bingung mau ke mana, tetapi akhirnya dia menemukan tujuan yang tepat, yakni ke sungai Brantas.

Desaku memang dekat dengan sungai Brantas. Tak sampai hitungan jam untuk sampai di sungai Brantas dari rumah Refka. Aku pun segera mengayuh sepedaku ke sana, begitupun dengan Refka. Jalanan begitu licin karena tadi malam diguyur hujan, ditambah jalanan yang miring membuatku aku tergelincir dan masuk ke dalam semak-semak. Refka pun segera membantuku dan menolongku. Untung saja, tidak terjadi apa-apa pada diriku dan sepedaku.

Langsung saja aku memakirkan sepedaku di bawah pohon waru. Segera duduk di atas batu besar menghadap ke selatan. Aku mengamati betapa indahnya sungai ini. Mungkin akan semakin indah jika penambangan pasir di sini tidak terlalu banyak. Refka mengamati beberapa penduduk yang sedang bercocok tanam di sekitar sungai tersebut. Refka pun duduk di sampingku. Dia pun takjub dengan pemandangan ini. Sepertinya semangat untuk meraih cita-cita dan mimpiku semakin tinggi.

Hembusan angin seperti memberitahuku bahwa mimpi dan cita-citaku akan terkabul. Tak pernah kupungkiri, pada pagi hari ini adalah pagi yang luar biasa bagiku. Semua elemen bersatu padu untuk membangkitkan semangat meraih mimpiku dan menginspirasiku untuk membuat berbagai hal tentang keindahan. Inilah yang kusebut “inspiration from nature”. Perkenalkan, inilah sungai Brantas, sungai yang menginspirasiku.

Cerpen Karangan: Wildan Hasibuan Amriansyah
Facebook: Wildan Hasibuan Amriansyah

Cerpen Semangat dari Sungai Brantas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Acenk Si Superdonat

Oleh:
Telah lahirlah, anak bernama Acenk supiardi di kawasan taman segitiga yang tepatnya di jakarta pusat. Dia adalah anak dari keluarga golongan bawah yang hanya mengandalkan hasil dari penjualan donat

Odin Yang Bego

Oleh:
Ada seorang anak laki-laki bernama Odin. Odin adalah anak yang baik hati dan sangat penurut. Apapun yang disuruh ibunya selalu ia lakukan tanpa mengeluh sedikitpun. Namun Odin anaknya agak

Truntung

Oleh:
Lelah rasanya pagi ini, harus segara bersiap di jam ternikmat untuk diam di bawah selimut. Terpaksa pergi ke kamar mandi untuk berperang melawan dinginnya suasana pagi. Melewati waktu dengan

Sesal Di Ujung Senja

Oleh:
Kriiing… Bel istirahat berbunyi. Aku bergegas menuju sungai-sungai kecil di samping sekolahku. Sungai itu adalah tempat favoritku saat istirahat, ataupun saat aku ingin sendiri. Sandra Nacita, seorang remaja 16

Wol, Nama, Bintang

Oleh:
Bel tanda pulang sudah berbunyi dari arah speaker kelas. Ini bagaikan surga dari nerakanya hari ini. Dimana semua mata pelajaran dihinggapi UTS yang menguras energi dan memusingkan kepala. Ya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *