Serunya Berkemah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 January 2016

Sore itu, sangat panas. “Vio, masang pasaknya tuh begini,” ucap Kayla memperagakan memasang pasak tenda. Siang ini hingga besok sore, mereka akan berada di bumi perkemahan SMPN Jati Nusa Bangsa. “Terus diikat dengan simpul pangkal,” sambung Kayla mengikat tali belati di pasaknya. Berdirilah tenda terpal milik Regu Bougenville milik mereka. Mereka pun menutup pintu tenda, lalu berganti baju pramuka lengkap di dalam tenda terpal itu.

Setelah berganti baju, mereka memasukkan barang-barang yang sebelumnya berada di luar tenda. Kompor, wajan, spatula, minyak goreng dibawa oleh Kayla. Sayur-mayur, sosis, Nugget, snack, pisau dibawa oleh Viona. Air galon, beras, dan bahan-bahan untuk memasak nasi goreng dibawa oleh Qeela. Telur, Panci, dan Dandang dibawa oleh Caca. Minyak serai, pencuci piring+sabun pencuci piring, 8 buah piring plastik, 8 buah gelas plastik, 8 buah sendok plastik dibawa oleh Asya.

Sedangkan Tiya, Hana, dan Adel hanya membawa snack-snack untuk ngemil. “Perhatian untuk semua regu agar bersiap-siap! Karena sebentar lagi upacara pembukaan akan segera dimulai!” ucap Kak Adi, kakak pembina pramuka kami, melalui mikrofon. Semua regu berbaris rapi. Sekarang tepat pukul 3 sore, matahari menusuk mereka semua, membuat keringat bercucuran di dahi mereka.

Jam 4 sore, Kayla, Qeela, Caca, Asya, Tiya, Hana, dan Adel bersiap-siap ke mesjid di lingkungan perkemahan untuk melaksanakan salat Ashar. Setelah itu, mereka ke tenda untuk beristirahat. Pukul 5 sore, mereka segera menuju lapangan karena LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) akan dilaksanakan. Regu mereka mendapat urutan kedua di setiap perlombaan. “Berdoa dulu,” ingat Qeela mengajak yang lain untuk berdoa sebelum lomba. Lalu mereka menyatukan tangan mereka, “Bougenville!!” ucap mereka serentak. Mereka menjalani LKBB dengan semangat. “Huh, syukurlah sudah selesai, semoga kita menang, ya!”

Mereka duduk duduk di tenda, memerhatikan sekeliling tenda mereka.Hari sudah mulai gelap. Jam 18.45 nanti, akan ada LCC (Lomba Cerdas Cermat), Lomba Morse, dan Lomba Komputer dengan waktu mulai yang bersamaan. Kayla, Asya dan Viona ikut LCC, Tiya dan Hana ikut lomba Morse, sedangkan Adel ikut lomba komputer, sehingga Caca dan Qeela menjaga tenda. Lomba akan berakhir pukul 8 malam.

Sebelum lomba, mereka sholat maghrib di tenda bergantian, karena jika ke masjid, jalan menuju kesana sangat gelap. Setelah itu mereka makan nasi putih dan telur goreng. Kayla, Asya, dan Viona tanya jawab seputar materi untuk dilombakan nanti. Tiya dan Hana sibuk melancarkan hafalan mereka tentang kode morse, sedangkan Adel hanya santai, ia cukup lihai dengan teman sobatnya itu (Komputer). Bunyi bel menandakan bahwa ketiga lomba akan segera dimulai, Kayla, Asya, Viona, Tiya, Hana, dan Adel bergegas menuju ruang lomba masing-masing.

Suasana menegangkan bagi Kayla, Asya, dan Viona. Lawan mereka sangat pintar. “Siapakah pencipta lambang pramuka?” soal itu terlontar dari panitia. Kayla dengan sigap memencet bel regunya, “Sunaryo Atmodipuro,” jawab Kayla menciptakan 10 poin berharga. Lomba itu berlangsung sangat sengit, semua regu sangat berpartisipasi dalam lomba tersebut. Regu mereka melaju ke Final, kini tersisa tinggal 3 regu, Regu Bougenville, Regu Aster, dan Regu Nusa Indah.

Pukul 8 tiba, Kayla, Asya, Viona, Tiya, Hana, dan Adel kembali ke tenda untuk beristirahat. “Juara berapa, La?” tanya Qeela menyuguhkan snack cokelat.
“Belum tahu, nih. Semoga aja jadi juara pertama,” cerocos Asya menyambar snack cokelat.
“Nanti jam setengah sembilan malam keakraban 1500 lilin akan dilaksanakan, jangan melamun, jangan ke area terlarang, tetap bersama Regu,” ingat Kayla selaku ketua regu.

Peraturan kemah kali ini sangat ketat:
1. Puluhan PKS (Petugas Keamanan Sekolah) dikerahkan untuk menjaga area-area terlarang, yakni: Garasi Sepeda, WC di samping ruang guru, area kelas 8, dan sekitarnya.
2. Dilarang membawa Boneka dan bantal.
3. Orangtua tidak boleh mengantarkan makanan berat (Nasi) kepada peserta persami.
4. Dilarang menyendiri dan melamun.

“Siapkan lilin kalian, Kak Adi menyuruh kita semua berkumpul di lapangan Volly,” Kayla memakai setelan Gudep dengan celana Olahraga. Semua peserta menghidupkan lilin, tampak sangat indah di malam hari. Berbagai petasan diluncurkan ke langit, membuat malam itu sangat menyenangkan bagi para pembenci pramuka. Para panitia menghibur peserta persami. Acara-acara seperti stand up comedy cukup membuat mereka tertawa. Semua peserta mengangkat lilin mereka ke atas dan bernyanyi lagu ‘Hymne Pramuka’.

Kak Mabigus SMPN Jati Nusa Bangsa juga ikut dalam Malam Keakraban 1500 lilin itu, Kak Agus, Kepala Sekolah SMPN Jati Nusa Bangsa. Jam 10 malam, Malam Keakraban 1500 lilin telah selesai, panitia membubarkan peserta untuk segera memasuki tenda. Belasan PKS berkeliling di area perkemahan untuk meninjau para peserta. “Ini regu Bougenville, ya? Tidurlah, besok akan ada lomba yang cukup menguras tenaga,” ingat Kak Bunga, Pratami SMPN Jati Nusa Bangsa. Ya, besok akan ada lomba yang melelahkan, Hiking.

Kayla memandu anggota regunya untuk segera tidur, dan mematikan lampu emergency yang tergantung di kayu tenda mereka. Pukul 03.30 dini hari, Kayla membangunkan anggota regunya. “Sya, bangun!” Kayla mengguncang tubuh Asya.
“Ngghhh…” languh Asya membuat semua menggeleng.
“Asya nyenyak banget tidurnya, aku semalaman nggak bisa nyenyak, nyamuk banyak,” titah Hana menggaruk tangannya yang gatal akibat nyamuk.

“Ada yang mau mandi, nggak?” tanya Adel menggandeng handuk, sabun dan sikat giginya.
“Aku sama Hana mau mandi,” seru Qeela ikut mengambil handuknya.
“Yang lain?” tanya Adel. “Anak pramuka kalau nggak mandi itu biasa,” Tiya menengahi. Adel, Hana dan Qeela menuju WC yang terdekat, Qeela memegang senter, menerangi jalan yang cukup menyeramkan. “Ih…Aku takut, Qeel,” Hana memegangi punggung Qeela. “Han, geli…” Qeela merasakan sensasi geli yang membuatnya hampir tertawa terbahak-bahak.

Mereka bertiga berjalan menuju WC yang hampir dekat. “Loh? Kok udah bangun?” tanya Kak Nana, salahsatu PKS.
“Iya, Kak, kita mau mandi dulu,” jawab Adel seadanya, Kak Nana hanya mengangguk. Di sisi kanan dan kiri WC, ada dua kakak-kakak PKS yang sedang berjaga.
“Loh? Kan jadwal bangunnya jam 04.00? Kok jam segini mau mandi? Nggak kedinginan apa?” cibir Kak Hendri, mereka bertiga hanya menanggapinya dengan senyum tiga jari. Pukul 03.50, Qeela, Adel dan Hana sudah selesai mandi. Mereka melihat disekeliling garasi, sekitar 8 PKS laki-laki sedang berjaga-jaga.

“Hah!!” Kak Nana mengejutkan mereka bertiga, rasanya Hana sudah ingin pingsan saat itu juga.
“Yah, Kakaaakk!!” protes Hana mengusap dadanya yang berdegup kencang.
“Udah dibilang jangan melamun,” Kak Nana seraya berjalan menuju ruang Panitia.
“Hahaa… Hana ketakutan,” ejek Adel tertawa. Di antara mereka berdelapan, Hanalah yang paling penakut dengan segala hal.
“Kata Kak Adi tadi kita harus membersihkan Tenda, penilaian kebersihan tenda jam 04.45 waktu kita ke Mesjid,” Kayla mendapat informasi dari Kak Adi selaku kakak pembina.

Setelah mereka salat subuh, mereka mendapati sebuah pembagian snack dari panitia, bukankah itu menyenangkan? Kemudian mereka membagi tugas. Qeela, Kayla, dan Adel memasak untuk sarapan. Asya, Hana, Tiya mencuci piring di tempat berwudu. Sedangkan Viona dan Caca bertugas menggantung-gantung baju pramuka regu mereka di pohon yang memiliki banyak ranting.

“Kay, untuk lomba memasak nanti, minumannya apa?” tanya caca setelah selesai menggantung baju.
“Umm… Milkshake Vanilla, kalau pake dessert aku pernah belajar sama Ummi, yang mudah itu Ball Choco, mau nggak? Aku sengaja bawa bahan-bahan buat masak Ball Choco, gampang banget, terus kalau dimakan rasanya lumer, gitu,” tukas Kayla mengeluarkan beberapa batangan cokelat. Nanti tepat pukul 05.30, mereka akan senam pagi bersama, lalu pada pukul 06.00, 3 orang dari setiap regu akan mengikuti lomba memasak nasi goreng dan pada jam yang bersamaan, lomba semaphore akan dilaksanakan.

Pukul 05.15. Qeela, Caca dan Kayla menyiapkan beberapa bahan untuk memasak nasi goreng, minuman, dan dessert-nya. Bahan yang paling utama adalah nasi, Qeela sudah memasak nasi dari tadi subuh. Beberapa sayuran, buah pisang untuk cuci mulut, bumbu-bumbu nasi goreng, telur. Untuk membuat Ball Choco, mereka hanya memerlukan cokelat batang, cokelat bubuk, gula halus, wafer cokelat, cokelat putih, dan cetakan bola-bola kecil.

Cara membuat Ball Choco sangat mudah, hanya perlu mencairkan cokelat batang, lalu didiamkan beberapa saat, kemudian campurkan cokelat bubuk+gula halus+wafer yang dipatahkan kecil-kecil dan memasukkan semua itu di dalam cetakan bola kecil, setelah dingin, cairkan cokelat putih, lalu oleskan cokelat putih yang sudah cair di atas Ball Choco. Viona dan Asya bersiap untuk lomba semaphore, mereka berlatih di tengah-tengah lapangan.

“Attention!! Bagi peserta lomba semaphore segera memasuki kelas ruang keterampilan karena lomba akan segera dimulai!” ucap Kak Nana melalui mikrofon. Viona dan Asya bergegas ke ruang keterampilan.

Pukul 07.00. Semua peserta diperbolehkan bermain-main terlebih dahulu, atau menyiapkan bekal untuk Hiking yang akan dilaksanakan pukul 08.00. “Sya, gimana kalau kita bawa satu tas aja? Nanti gantian bawanya, gimana?” tanya Kayla memasukkan air ke dalam botol-botol anggota regunya. “Iya, aku duluan yang bawa.” Mereka berbaring-baring di tenda, mengisi tenaga untuk Hiking nanti. Padahal masih pagi, Tiya sudah ketiduran karena semalaman dia tidur tidak nyenyak karena nyamuk.

Pukul 07.40.
“Tiyaaa!! Bangunn woiii!!!” pekik Asya mengguncang tubuh Tiya yang tampak kelelahan.
“Hoaaamm,” Tiya menyipitkan matanya.
“Tiya, cepetan ganti baju pramuka lengkap, 20 menit lagi hiking,” ingat Caca.

Kakak panitia menyuruh seluruh regu putri dan putra berkumpul di lapangan dan berbaris sesuai nomor urut. Tibalah saat regu Bougenville melesat menuju pos pertama. “Dari gerbang sekolah, kalian akan menemukan pita berwarna pink, ikuti pita itu sampai ke pos berikutnya, Good Luck!” Kak Nana menunjuk sebuah pita terikat sempurna di tiang pagar sekolah. Kayla dan teman-temannya hanya mengangguk dan berjalan ke depan.

Jarak bumi perkemahan ke pos pertama lumayan jauh, persediaan air mereka menipis. Regu dengan nomor urut satu sudah selesai dan melanjutkan perjalanan. Kayla melapor pada panitia, lalu berbaris. Pada pos pertama ini, materinya ‘Indra Penciuman’. Salah satu orang dari satu regu yang sudah dipilih akan mencium bau dari gelas plastik berbungkus koran yang dibolongi kecil-kecil agar aromanya tercium. Kali ini, Kayla menunjuk Adel untuk menjadi wakil regu Bougenville.

“Cium aromanya, lalu yang lain menulis hasilnya di kertas yang sudah tertulis nama regu dan anggotanya,” ucap Kak Hendri. Adel mengangguk pasti, ia menarik napas sejenak.
Tiga aroma berhasil terdeteksi dihidung Adel. “Belacan,” bisik Adel, Tiya sibuk mencatatnya. “Lengkuas,” sambung Adel mengingat-ingat, “Jahe.”
“Oke, kertasnya dikumpulkan di sini, lalu berjalan sesuai clue,” Kak Hendri menunjuk arah timur.

Mereka pun berjalan ke arah yang dituju, sampailah di pertigaan, mereka kebingungan. “Lewat mana, nih, Kay?” Asya mulai panik. Jalan yang mereka lewati adalah hutan, tetapi tenang, di setiap penjuru sudah ditugaskan panitia yang berjaga. “Ikuti pita,” Kayla menunjuk pita pink yang terikat di tiang listrik sebelah kanan, berarti mereka harus belok kanan.

Ternyata di antara pos pertama menuju pos kedua, ada tantangan, mereka harus menjawab 8 pertanyaan dengan benar, jika salah, wajah mereka akan dicoleti lumpur, satu pertanyaan satu orang, untunglah mereka berhasil menjawab 5 pertanyaan benar. Wajah Asya, Hana, dan Viona harus dicoleti lumpur, menjijikkan. Sampailah mereka di pos kedua, materinya ‘Tali Menali’, saat menunggu giliran, mereka membeli air mineral di warung terdekat. Mereka sukses di pos kedua. Mereka kembali berjalan mengikuti pita yang diikat di sekitar jalur menuju pos ketiga.

Di Pos ketiga, materinya ‘Pesan berantai’. Peraturannya setiap ketua regu harus mengambil kertas di dalam toples, kertas tersebut berisikan kalimat yang harus diperagakan dengan gerakan, anggota yang berada di baris terdepan harus menebaknya. Lalu dibisikkan ke anggota di baris kedua, begitu seterusnya, hingga yang terakhir melaporkan jawabannya ke panitia pos ketiga. Kayla mengambil satu kertas bertuliskan ‘Nenek membuka pisang di rumah sakit’.

Kayla memperagakan nenek-nenek sedang berjalan, lalu menggerakkan tangannya seolah sedang membuka, lalu menggerakkan mulutnya sedangkan tangannya seolah memasukkan sesuatu lalu ia meniru gerakan monyet, maknanya ia sedang memberi arti ‘makanan monyet: pisang’, lalu ia menunjuk rumah sakit yang dekat dengan pos ketiga, namun Caca salah lihat, ia mengira bahwa Kayla menunjuk sepeda motor di depan rumah sakit. Caca membisikkan jawabannya ke Asya, lalu Viona hingga berakhir pada Hana. Hana menuju panitia dan membicarakan jawabannya, “Nenek membuka pisang di sepeda motor,” jawaban itu hampir membuat kakak panitia tertawa meledak.

“Eum… Selamat, kalian berhasil melewati 3 pos, kembali ke bumi perkemahan,” kakak panitia kembali mengurus regu undian ketiga. Asya, Tiya, Hana, Adel, Caca, Qeela, Viona, dan Kayla berjalan sempoyongan menuju bumi perkemahan, sangat capai. Mereka tiba di tenda tepat pukul 11.00, lalu mereka beristirahat hingga pukul 12.00 mereka salat zuhur, lalu pukul 13.00 setelah makan siang, Tiya dan Hana menuju ruang kelas 8G untuk mengikuti final lomba morse.

Pukul 14.00, diadakan gugur gunung, perobohan tenda. Lalu pada pukul 14.30, upacara penutupan serta pembagian hadiah dilaksanakan. “Selamat sore adik-adik sekalian!” sapa Kak Adi semangat. “Salam Pramuka! Masih semangat, nggak, sih?” goda Kak Adi, “Masiiih!” jawab seluruh peserta kemah tak kalah semangat. Kak Adi menyampaikan pidato panjang, lalu berakhir pada pembagian hadiah. Kak Jeanny selaku aktifis pramuka membacakan hasil lomba persami.

“Juara 3 lomba LKBB putri adalah regu Teratai! Juara 2 regu Flamboyan! Juara 1 adalah regu…” ucap kak Jeanny menggantung membuat mereka semua deg-degan. “Regu Bougenville!!” sambung Kak Jeanny diiringi tepukan tangan dari seluruh peserta.” Diharapkan masing-masing perwakilan regu untuk maju ke depan.”
“Juara 3 lomba LCC regu Mawar, Juara 2 regu Bougenville, Juara 1 regu Lily,”

Setelah acara upacara penutupan selesai, Kayla mengajak anggota regunya berkumpul di bawah pohon rindang bermaksud membagikan hadiah, mereka berhasil meraih juara di setiap perlombaan membuat mereka menjadi juara umum. Juara 1 LKBB putri, Juara 2 LCC putri, Juara 2 lomba Morse putri, Juara 1 lomba memasak putri, Juara 1 lomba semaphore putri, Juara 1 lomba pos 1 Hiking, Juara 2 lomba pos 2 Hiking, Juara 3 lomba pos 3 Hiking, Juara 1 lomba Komputer putri. Prestasi ini membuat regu mereka dipilih menjadi wakil sekolah untuk Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu) di O’Rake Park 3 bulan ke depan.

Cerpen Karangan: Ghina Syakila
Blog: lollilacandy.blogspot.com
Hai 🙂 Perkenalkan nama saya Ghina Syakila, cerpen ini sebenarnya masih terbilang abal-abal, tapi mohon dimaklumi, yah, soalnya saya masih pemula. Terima kasih.

Cerpen Serunya Berkemah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pena, Pensil dan Tanya

Oleh:
“Aku punya mimpi suatu saat bisa pergi ke tempat ini” ujar Ali sembari menunjukkan foto lukisan Monalisa yang ada dalam hp-nya pada Adit, teman dekatnya yang sedari tadi sibuk

Teman Masa Kecil

Oleh:
Seperti biasa, setiap minggu pagi aku duduk di balkon kamarku sambil menikmati teh hangat buatan Mama tersayang. Ini masih sangat pagi tapi aku sudah bangun dari tidur nyenyakku. Aku

Pada Hari Minggu

Oleh:
Bangun tidur aku terus mandi. Habis mandi, aku tidur lagi. Ibu datang marah-marah dan menyuruhku merapikan tempat tidurku. Ini hari minggu. Selesai merapikan tempat tidur, aku pergi ke kota,

Cinta Tak Terbalas

Oleh:
Semua berawal dari ketidaksengajaan. Aku mencintainya karena ketidaksengajaan dan bukan karena keinginanku. Apakah aku benar-benar mencintainya? Aku pun tak tahu. Yang kutahu ini adalah takdir yang telah ditulis tuhan

Pacar Invisible (Part 3)

Oleh:
Saat itu hari minggu, sejak Pagi hari Hanifa mengirim pesan singkat kepadaku. “Syaaa jangan lupa ya bentar lagi kita berangkat ke taman di tengah kota ya sama Arbie.” “iya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *