Shena

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 January 2018

Namaku Anjani aku tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ayah, ibu, dan 2 saudariku.
Besok aku akan mulai bersekolah lagi setelah sekitar 1,5 bulan aku libur.

Keesokan harinya seperti dulu aku berangkat tanpa sarapan, biasa tidur di kelas, namun hari ini ketika aku dan teman teman sekelas sedang bercanda seorang wanita muda seusiaku masuk ke kelas bersama guru kelasku Bu Sinta namanya. Ketika bu sinta masuk ia berkata bahwa ada murid baru bu sinta pun mempersilahkannya memperkenalkan dirinya

“Nama gue Shena, Ayah saya adalah pimpinan sekolah ini. Jadi please hormati aku oke” ucapnya dengan nada, ucapan dan ekspersi yang aneh, tapi aku lihat teman cowokku pada suka deh sama dia…

Sejak Shena masuk ke kelas kami, Aku jadi dilupain. Dulu saat berangkat aku pasti disambut ditanya udah ngerjain PR belum, udah tidur cukup belum, udah sarapan belum, tapi sekarang Shena yang diperhatiin… Evalia, Malvika dan Shravani mereka sahabat aku yang selalu paham dan mengerti aku.

Bel berbunyi tanda istirahat kami pun berencana membaca buku di perpustakaan, tapi di perpustakaan kami melihat hal aneh dari Shena, Kami perhatikan Shena berbicara sendiri, seperti biasa Malvika dan Evalia menguping dan mereka menguping perkataan Shena sesekali mereka mendengar Shena mengatakan kata kata aneh seperti “Jangan!! itu kan rumahku” dan terkadang “ibu itu rumahku itu kehidupanku hahaha itu kok diambil ya bu huhuhu” kami berempat semakin penasaran. kami berusaha menguak apa yang terjadi pada Shena.

Ternyata Shena terkena gangguan jiwa, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa si cantik dan si aneh itu terkena gangguan jiwa. Mereka bertanya kepada ayah Shena bagaimana itu bisa terjadi, ayah Shena menceritakan “Dulu Shena, Paman dan bibi punya rumah yang sangat besar namun ibunya Shena suka menghambur hamburkan uang untuk membeli perhiasan, sewa mobil setiap hari, salon dan spa, hingga akhirnya rumah kami yang mewah disita akibat kebanyakan hutang Karena itulah sampai sekarang paman sakit sakitan Shena pun juga tertekan karena penyakit paman dan karena dulunya apapun yang ia mau selalu dituruti dan dimanja ibunya sekarang ia harus menerima hidup susah, ibunya Shena sudah meninggal, kini tinggal Shena saja lah yang paman miliki, Paman minta tolong jagalah Shena sebaik mungkin saat paman tidak ada lagi nanti…”

Cerpen Karangan: Aisyah Clarisa Putri
Ig: @aisyahaisyahclarissa

Cerpen Shena merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cokelat Cinta dari Kak Andra

Oleh:
“Vankaaa..!! Ke sini kamu, cepat!” Teriak Raisya. “Ada apa sih Ra? Nggak usah teriak-teriak juga bisa kan?!” Tanyaku ketus. “Ya deh, maaf Van. Gini Van, aku mau cerita sama

Teman Pertama

Oleh:
Sebelum aku memulai cerita ini, pertama-tama, aku harap kalian tidak mengharapkan apa pun dari cerita yang akan ku sampaikan ini, terlebih lagi dari diriku. Bisa dibilang ini bukanlah sesuatu

Karena Kita (Part 1)

Oleh:
Kau datang dan jantungku berdegup kencang, Kau buat ku terbang melayang… Alunan nada ponsel Tata berbunyi nyaring, menandakan seseorang di seberang sana sedang menunggu untuk sebuah keperluan. “halo..” “halo,

Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
Siska berangkat mewakili sekolahnya untuk Perkumpulan Muda Mudi seKabupaten. Disana di bertemu banyak sekali perwakilan dari sekolah sekolah sedaerahnya dan ada cowoknya juga ganteng ganteng lagi, apalagi mentornya. Disana

Hujan Kemarin

Oleh:
Matahari bersinar malu-malu di balik awan kelabu. Aku hanya bisa menarik napas panjang melihat matahari yang tak sepenuhnya akan bersinar terang hari ini. Dengan langkah gontai aku menuju kamar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *