Sisi Gelap Dalam Diriku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 December 2015

Nama gue Dika mungkin nama itu lebih ku suka dibanding nama asli gue, masa lalu gue mungkin terasa menyakitkan dan menyisakan bekas yang dalam di hati gue, dimana gue dikucilkan, semua berawal saat gue masuk SMP. Yang ku rasa punya kesan yang baik di awal namun semua hanya indah di awal saja ketika gue masuk ekskul basket. Dimana ketika gue jadi anak buangan di sana, menjadi seorang pendiam yang tak dipedulikan semua orang di sana, ya mungkin ya gue buangan orang istimewa di sana, namun bisakah mereka hargaiku sebagai teman, ya ku rasa tidak.

Di saat kita mau mengikuti kejuaraan basket antar sekolah, saat itu gue udah keluar dari basket, karena merasa tak dianggap siapa-siapa, namun dalam hatiku ku ingin ikut, ketika 3 hari sebelum itu, 3 orang teman basket ngirim sms. “kak sekarang kita kekurangan pemain jadi please ikut ya kak,” antara gue ingin ikut karena masih ada basket di hati gue dan tidak karena tak ingin sakit hati lagi. Yah saat itu gue pikir tak ada salahnya gue ikut, yah saat itu ku ikut dengan rasa ragu gue ikut bersama mereka.

Dan sesampainya di tempat pertandingan kita semua melakukan pemanasan dan latihan ringan, dan sebentar lagi kita tanding, dan seorang teman berkata padaku.
“siap kak bentar lagi kita tanding” ya di sana gue rasa bahagia, dan tiba saat kita bertanding.
“siap guys kita tanding” pelatih.
“saya ikut gak pak” gue minta.
“tar main gelombang kedua” pelatih jawab.

Yah gue masih bisa sabar denger tuh kata walau hati gue agak teriris, permainan berlangsung dan gue cuman bisa diem lihat permainan yang menurut gue mengecewakan, yah permainan kedua mau dimulai gue siap siap dan pemanasan kecil dan siap terjun ke lapangan, namun apa yang gue takutin terjadi gue gak dimasukin, “tar kak jadi pemain cadangan” pelatih bilang.

Yah di saat itu gue ngerasa sakit hati yang kesekian kalinya di antara mereka, dan sampai pertandingan berakhir gue gak diturunin, dan dengan entengnya pelalih ngomong.
“gak apa-apa yah gak main tar pertandingan kedua pasti pasti main” yah gue cuman bisa nelan bulat-bulat ini sakit hati, dan ketika gue pulang gue udah gak mau ngomong dan lebih memilih melihat ke luar jendela mobil.

Sesampainya di sekolah aku cuman pura-pura dengerin pelatih ngomong, dan waktu pertandingan yang kedua mau mulai anak basket ngajak lagi gue main, yang waktunya bentrok sama acara perpisahan SMP, yah gue pikir dari pada gue sakit hati lagi mending gue refresing jalan jalan ke garut bersama teman yang menganggapku seorang yang berarti untuk mereka, dan setelah gue pulang gue dapet kabar anak basket dapet hasil yang buruk dari pertandingan, dan keputusan gue tuk gak ikut tepat.
“Namun gue belum puas sebelum gue permaluin mereka di lapangan karena gue ingin ikut basket di pihak yang lain.”

Cerpen karangan: Febi Ardiansyah

Cerpen Sisi Gelap Dalam Diriku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Weirdest Couple

Oleh:
Hari itu hari minggu, Sandy masih terduduk di depan monitor dengan mata merahnya yang berkantung. Sambil mengenakan headphone dan kedua kakinya naik di atas kursi tempat ia duduk. “Woi!!!”

Aku Putri Aurella

Oleh:
“Morning, Putri” Oh sialnya dia lagi yang nongol dengan memanggilku seperti itu. Awalnya aku ingin menghindarinya sebab ia memperolokku dengan memanggilku ‘Putri’. Tidak ada salahnya memang, sebab semua orang

Matematika

Oleh:
Pelajaran itu lagi. Ya Matematika adalah pelajaran ke tiga hari ini, Bu shan menjelaskan tentang peluang secara panjang dan lebar. Kepalaku rasanya mulai pusing dan nyut-nyutan mendengarnya, semakin lama

The Last Trap

Oleh:
“Diam! Siapa kau yang berani mengaturku! Kau bukan pacarku, kau bukan saudara ku dan bahkan kau bukan keluargaku! Apa hakmu menasihatiku?! Ingatlah Yuki, kau bukan siapa-siapa bagiku!!” Masih terngiang-ngiang

Caramel

Oleh:
Rey lupa kalau dasinya terbawa oleh Pandu. Sialnya Pandu udah ngebut sama motornya. Ah! Bagaimana ini, jika dasinya tidak ada Rey akan kena hukuman saat upacara hari senin. Rey

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *