Tahu Kok

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 15 July 2018

Bagaimana ya rasanya jadi cewek cantik yang populer lalu banyak yang suka. Enak ya, mau ke mana pun dikenal. Mau pulang nggak repot soalnya banyak teman yang mau nganterin. Terus mudah dikenali dan siapa pun banyak yang tahu.

Eits, kok aku gimana gitu ya kesannya. Seperti iri pangakat dua gimana gitu. Emang itu penting ya?. Padahal Tuhan saja tidak memandang dari segi penampilan dan rupa. Tapi kok ya, kita yang diciptakan sama Yang Berkuasa dan Maha Agung justru nggak bersyukur. Udah syukur alhamdulillah diberi kesempurnaan tanpa cacat sedikitpun. Masih banyak kan yang nggak sesempurna kita? Kadang miris sih ya sama yang ngubah ini lah, nambahin itu lah, ah pokoknya nggak akan ada puasnya.

Bentar ya, kok malah ngomongin itu. Nggak apa lah ya, itung-itung buat siraman rohani. Ya aku siramin kalian semua. Huahauaha…

Sebenarnya masih berkaitan tentang “cantik” seperti di awal. Jujur ya aku biasa alias nggak cantik, nggak cantik sama dengan? nggak pandai bergaul, nggak klop sama olahraga dan seni, kadang beberapa mapel ya lebih khususnya materi gitu kalau nggak mudeng juga bikin nggak suka sih. Tapi lumayan lah aku telah dikaruniai akal yang nggak lemot-lemot amat.

Nah waktu itu kan lagi ada ulangan harian, kebetulan materinya asik terus mudeng, dan lumayan dapet nilai oke. Walaupun ada yang lebih oke sih. Terus dari beberapa hari berlanjut mungkin aku agak menonjol bagi teman-teman sekelas.

Kebetulan lagi mau siap-siap ke kantin terus ada si jo yang (terpaksa) lagi nyapu kelas. Dia bicara nggak jelas ke siapa awalnya.
“Seneng deh yang nilainya dapet bagus terus”
Ya aku diam lah ya, kirain lagi ngomong sama siapa, gaje gitu.
“Kamu tuh sebenarnya cantik loh, lebih cantik lagi kalau kamu ngasih tahu jawaban ulangan besok”

Oh dia lagi ngomong sama aku. Aku juga sempet agak nge-fly gitu dibilang cantik, terus campur sama malu karena dia ngomongnya asal dan blak-blakan. Eh tapi kesel sih, rese tau digituin. Ujung-ujungnya cuma ada “udang di balik batu”.
Terus ya aku sahutin.
“Ha..? Ya enggak lah usaha dong”

Lalu ketika aku sampai di rumah, aku segera menuju ke kamar dan langsung bercermin. Ya, aku tahu kok kata “cantik” tadi itu cuma bualan dan fiktif belaka.

Cerpen Karangan: Invisible
Masih dalam tahap belajar dan sangat amatir dalam kepenulisan.

Cerpen Tahu Kok merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Waktu Di Balik Senja (Part 2)

Oleh:
Saat sampai ke gedung belakang sekolah, aku ditolak sampai tubuhku terhempas ke tembok. “Aauu..” teriakku kesakitan. “Kenapa? Sakit? Hah!” Bentak kakak ketua geng tadi. Aku hanya merunduk ketakutan. “Heh!

Angkot

Oleh:
Angkot. Kendaraan umum yang selalu kunaiki saat pulang sekolah. Kendaraan berwarna biru yang bertuliskan angka 61 yang biasa kunaiki. Suasana angkot yang tidak luput dari rasa tak nyaman dengan

Hanya Sesaat

Oleh:
“Raja… Raja.. Raja..,” Kesya tiada hentinya berteriak memanggil sang pujaan hatinya ‘Raja’, seorang most wanted di SMAN 01 Bandung. Sementara Raja terus berjalan memasuki koridor sekolah tanpa menengok sedikitpun.

Budaya Yang Terhina

Oleh:
Saat itu sang surya masih sanggup memancarkan sinarnya dari ufuk timur, Sekar adalah remaja yang berasal dari Palembang. Sekar adalah remaja yang cerdas, baik, rajin, telaten, cantik, dan juga

Mari Belajar

Oleh:
Hanya karena usianya sudah matang, bukan berarti dia dapat ku lepas begitu saja. Buktinya hingga detik ini, hidupnya kacau bagai benang kusut yang sukar diurai. Aneh juga kalau dipikir,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *