Teman Baik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 March 2016

Kring.. Jam berbunyi aku pun bangun dari tidurku dan mematikan jamku, jam menunjukkan pukul 6:00am aku pun bergegas bangun dari tempat tidurku dan menuju kamar mandi. Nattasha itulah namaku, aku duduk di bangku kelas 3 SMA di sekolah cukup terkenal di kotaku. Aku pun turun untuk sarapan pagi dengan orangtuaku.

“Pagi Bu…” Kataku menyapa,
“Pagi juga sayang sarapan dulu Nak baru sekolah.” kata ibu lembut.
Aku pun makan bersama ibuku karena ayahku sudah tidak ada sejak umurku 10 tahun dia meninggal karena punya penyakit jantung yang dideritanya dan aku punya aku harap aku juga bisa sembuh dari sakit ini karena aku ingin menggapai cita-citaku.

Setelah aku sarapan aku menuju ke sekolah dengan menaiki sepeda karena sekolahku tidak begitu jauh dari rumahku. Aku menikmati suasana pagi sambil bersepeda, sesampainya di sekolah ku parkirkan sepedaku di tempat parkir. Banyak yang menggunakan sepeda di sekolah ini sampai hampir penuh tempatnya. Aku pun menuju ke kelas dan menuruh tasku dan duduk di kursi sambil menunggu guru sambil mengambil hp yang ada di kantongku dan mulai membuka layanan internet yaitu facebook. Tik.. Tik.. Tik.. Suara keyboardku memasukan email dan kata sandi, ku lihat profilku dan ada aku melihat ada permintaan pertemanan di facebookku. Aku pun melihat profilnya bernama Ega aku pun mengonfirmasi pertemanan. Aku membuat status di pagi ini dan ku taruh kembali hpku di kantongku. Tak lama guru datang mengajar kami, selesai belajar aku menuju ke kantin bersama temanku namanya Lita kami pun berjalan bersama.

“Eh… Lita berapa pertemanan facebookmu saat ini?” tanyaku.
“Baru 3400 Natta ada apa?”
“Gak apa-apa kok tanya aja.”

Aku pun mengambil hp di kantongku dan membuka kembali facebookku melihat apakah ada like dan komen ternyata ada 50 pemberitahuan aku pun membukanya ternyata yang like semua adalah ega yang tadi aku konfirmasi tadi. Aku jarang main facebook sebenarnya hanya ingin bila penuh aku sering menggunakan beetalk karena lebih simple. Setelah sampai di kantin aku mengobrol dengan teman-temanku tentang dapat kenalan yang asyik di facebook dan like yang banyak hingga 200 like. Aku saja tidak sampai 200 like paling cukup 100 like.

“Eh.. Yuk kita selfie semua nanti aku upload,” Ajak Lita.
“Apa selfie Lita?” Keluhku.
“Suka, suka dong entar buat status makan bareng.”
“Yuk, yuk.” ucap Putri meminum minumannya.

Aku pun ikut foto bersama mereka sebenarnya aku tidak mau aku mengambil hpku lagi dan ingin menyebarkan beetalkku di facebook. Setelah ku sebarkan di facebook ku taruh hpku lagi di kantong dan menuju ke perpustakaan untuk membaca buku. Sesampainya aku di perpustaan ku lihat banyak yang membaca buku hari ini aku pun mencari buku yang ingin aku baca seseorang menepuk pundakku dari belakang.

“Hai Natta cari buku apa?”
“Oh.. Kamu Gun buat kaget aja deh, ini cari buku untuk aku baca,” Ucapku.
“Hhhh kamu nih lucu deh.” tawa Gun.
“Kenapa?” Ucapku heran.
“Iya lah lucu, buku semua untuk dibaca Natta nih baca yang ini pasti seru ceritanya.” kata Gugun menyodorkan bukunya.
“Oke aku baca ya.” kataku mengambil buku.

Gugun adalah temanku dari kelas 1 SMA kelas kami berbeda aku di B dia di A aku sering curhat ke dia bila ada masalah. Dia baik humoris dan perhatian banyak yang suka dengan sifatnya itu. Aku pun duduk dan membaca buku bersama Gugun temanku terlihat suasana sangat tenang di ruang perpustakaan tak lama kemudian bel berbunyi aku pun berjalan menuju ke kelas dengan Gugun.

“Eh… Natta kita pergi nonton yuk aku yang bayar mau enggak?” kata Gugun mengajak.
“Boleh tapi benar kan kamu yang bayarin entar kayak dulu lagi.” kataku.
“Yang mana kayak dulu perasaan aku yang teraktir terus deh.” kata Gugun.
“Eh… Mulai lupa deh enggak ingat kejadian dulu pas mau nonton lupa bawa uang udah ambil minuman sama makanan tahu, tahu gak bawa uang huh…” Kataku.
“Hehehe iya iya itu kan dulu bukan sekarang Natta nanti aku jemput.”
“Iya Gun jam 2 ya, nanti d irumahku.”
“Oke deh aku masuk dulu ya.” kata Gugun memasuki ruang kelas.

Aku pun masuk ke kelasku dan mulai belajar hari ini yang mengajar guru matematika pelajaran yang paling susah. Kami pun belajar pak guru menerangkan di atas tentang matematika saat aku fokus untuk mendengar hpku berbunyi terus nada facebook kling…Kling berulang kali. Aku lupa mengubahnya ke mode diam aku pun mengambil hp di kantongku dan mengubahnya ke mode diam. Tapi saat aku ingin mengubahnya pak guru sudah di depanku dan meminta hpku dan menghukumku di luar tidak boleh ikut pelajarannya.

“Huh. Sial banget deh sudah hp diambil di hukum lagi di luar kelas berdiri,” Keluh kesalku.
“Kmu kenapa Natta kok enggak masuk malah berdiri di luar kelas?” tanya Gugun dari kamar mandi.
“Di hukum tahu Gun diam deh.” ucapku.
“Dihukum karena apa lagi bukanya kalau kamu belajar selalu fokus tatap mata saya gitu haha,” Ucap Gugun sambil ketawa. “Tadi gara-gara nada facebook aku lupa kasih mode diam.” ucapku.
“Kasihan…. Hehehe,” Ledek Gugun.
“Apaan sih Gun sudah sana masuk entar dimarahi kamu sama guru,” Ucapku menyuruh ya masuk kelas.
“Oke entar kita pulang bareng ya.” ajak Gugun.
“Iya iya udah sana masuk bikin beban aja.” ucapku menendangnya.
“Au…Iya bawel yang lama ya di sana biar kayak patung hahaha.” ledek Gugun berlari menuju kelas.

Cerpen Karangan: Gugun
Facebook: Haidargugun

Cerpen Teman Baik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Dalam Diam

Oleh:
Namaku adele adriana agatha aku anak pertama dari dua bersaudara, aku bersekolah di salah satu smp favorit di daerahku. “Del, ayo bangun nak udah subuh ambil wudhu terus sholat

Taman Bulan

Oleh:
Aku adalah pemuda 19 tahun yang baru saja menyelesaikan masa SMAku. Tidak ada yang spesial dari kehidupan setelah masa SMA ini. Bosan, bosan dan bosan, itulah yang aku rasakan

Cinta Dalam Diam

Oleh:
Aku berjalan tanpa arah yang pasti menembus tipisnya rintik hujan, angin bertiup membuat jaket dan jilbabku berterbangan. Kuteringat pada sebuah kejadian tadi siang di sekolah. Saat itu cuaca tidak

Geleng Geleng Rapai Geleng

Oleh:
Pemuda itu duduk bersila seraya menyenderkan kepalanya di salah satu sisi rangkang. Ia menarik nafas, lalu dihembuskan perlahan. Wajahnya menunjukkan ketertarikannya dengan udara segar pagi ini. Sang surya bersinar

Mencintai Atau Dicintai

Oleh:
Bingung, Kata itulah yang mengambarkan perasaanku saat ini. Aku seperti kehilangan arah, entah aku harus menuju ke utara, selatan, barat atau timur, aku harus diam atau bergerak, aku harus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *