Ternyata Aku Lebih Beruntung

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 March 2016

“Memandangnya saja sudah membuatku senang apalagi.. ah sudahlah,” gumam Adhel dalam hati.

Akhir-akhir ini Adhel memang sering melamun ia sering berkhayal tentang Dio. Dio adalah teman sekelas Adhel ia tipe orang yang tegas, tidak banyak bicara dan tidak banyak tingkah ia juga murid yang cukup terkenal di kelas dan di kelas yang lain. Entah apa yang membuat Adhel mengagumi Dio baginya Dio itu penyemangat hidupnya, maklumlah anak remaja. “Aish.. fokus belajar jangan mikirin Dio yang gak penting.. fokus! fokus!” gumam Adhel menyadarkan dirinya sendiri agar kembali fokus kepada pelajaran yang sedang berlangsung. Jam pulang sekolah sudah tiba. Banyak siswa yang bergegas pulang tak terkecuali Adhel namun saat di tengah perjalanan.

“Adhel! nanti sore kamu ada kegiatan enggak?” tanya Viola.
“Kebetulan enggak, memangnya ada apa?” jawab Adhel.
“Nanti mau enggak latihan dance di Sekolah pukul 15.00 WIB,” ajak Viola.
“Ehm.. boleh,” jawab Adhel.
“Oke, nanti aku tunggu di Lapangan Basket,” ujar Viola sambil meninggalkan Adhel.

Sesuai kesepakatan tadi, Adhel datang ke sekolah pukul 15.00 WIB untuk latihan dance, namun Viola tak kunjung datang. “Viola angkat dong teleponnya!!” gerutu Adhel. Adhel yang saat itu sudah habis kesabarannya memutuskan untuk pulang saja akan tetapi.. “Mungkin Viola ada di dalam kelas, enggak ada salahnya kan mencari terlebih dahulu,” guman Adhel plin-plan. Setelah mencari di setiap Kelas, ternyata dugaan Adhel benar Viola sedang berada di dalam Kelas namun ia sedang bersama seseorang, sesorang itu tak lain adalah Reno. Reno, teman laki-laki yang dekat dengan Viola. Ya bisa dibilang dia itu pacarnya Viola.

“Ternyata kamu di sini, tadi bilangnya nunggu di Lapangan basket, aku cape nunggu kamu,” ujar Adhel sambil memasuki ruang kelas. Viola yang saat itu sedang sibuk berbincang dengan Reno tidak menghiraukan perkataan Adhel.
“Viola, aku bicara sama kamu,” bentak Adhel.
“Bentar ya del,” jawab Viola tanpa memalingkan wajahnya dari Reno.
“Aish.. susah deh ngelawan anak yang lagi pacaran ujung-ujungnya pasti yang jomblo mengalah,” gerutu Adhel sambil ke luar kelas meninggalkan mereka berdua.

Adhel yang penurut dengan perkataan Viola, rela menunggu di luar kelas. Namun setelah lama menunggu ia mulai sadar bahwa dia tidak dihiraukan dan hanya membuang-buang waktu saja.
“Katanya sebentar? menunggu itu melelahkan tahu, enak dirinya berduaan nah yang di sini seperti orang bodoh saja,” gumam Adhel.
“Viola! ini latihan enggak sih kalau enggak mending aku pulang saja,” teriak Adhel dari luar kelas.
Namun tak ada jawaban dari Viola. Adhel yang saat itu sudah emosi langsung pergi begitu saja meninggalkan sekolah. “Ini bocah minta diapain ya, sahabat sendiri diabaikan demi pacar,” gerutu Adhel saat perjalanan pulang.

Setelah kejadian tersebut Adhel jarang bertemu dan berkomunikasi dengan Viola lagi namun suatu hari.
“Adhel!” suara memanggil Adhel yang tak lain berasal dari Viola.
“Apa,” jawab Adhel ketus.
“Maafkan aku ya Del?” ujar Viola memelas.
“Kenapa tiba-tiba meminta maaf?” heran Adhel.
“Aku merasa ada yang salah dari sikapmu dan teman-teman kepadaku. Aku merasa kalian menjauhiku. Oleh karena itu aku meminta maaf, ya walau aku tidak tahu aku salah apa?” ujar Viola. “Ini bocah aneh ya meminta maaf tanpa tahu kesalahannya, tapi ya sudahlah memang seharusnya dia meminta maaf.” gumam Adhel dalam hati.

“Adhel aku dimaafin enggak,” ujar Viola mengagetkan Adhel yang sedang melamun.
“Oh, iya iya aku maafin,” jawab Adhel.
“Terima kasih ya Del, oh ya Ddel sebenarnya aku salah apa sih?” tanya Viola.
“Aduh!! kamu itu kalau udah sama Reno semua orang enggak kamu hiraukan termasuk aku. Hargai dong waktu yang dimiliki orang jangan kamu suruh nunggu buat hal yang gak jelas waktu itu penting tahu,” ujar Adhel dengan perasaan emosi. “Iya deh enggak lagi,” jawab Viola.

Sejak saat itu Viola mulai merubah sikapnya dan teman-teman yang lain juga sudah memaafkannya. “Ternyata aku lebih beruntung,” ucap Adhel sambil memandang Dio dari tempat duduknya. Tempat duduk Dio yang berada tidak jauh di depan Adhel membuat Adhel dapat memandangnya dengan jelas. Dari kejadian yang baru saja ia alami bersama dengan Viola membuat Adhel merasa bersyukur dengan hidupnya. Adhel berpikir walaupun cinta dia tak berbalas namun ia tetap memiliki banyak teman yang selalu menghiburnya. Bahagia itu tidak datang dari pasangan atau orang yang kita kagumi. Bahagia akan datang lebih banyak jika kita bersama teman yang jauh lebih abadi.

Cerpen Karangan: Adhelia Sashabila Putri
Facebook: Adhelia Gamekyu Sparkyu
Adhelia Sashabila Putri 30-09-1999

Cerpen Ternyata Aku Lebih Beruntung merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Usaha Si Anak Baru

Oleh:
Hari sudah pagi, saatnya memulai aktifitas. Tetapi, Silvany masih tidur. Ia sangat malas untuk bangun. Sedangkan hari ini, hari pertama ia sekolah di sekolah barunya. Beberapa saat kemudian, ia

Karena Sahabat hanya Penyemangat

Oleh:
Namaku Aruna, teman-teman menganggapku sosok yang nyaris sempurna, padahal tidak begitu. Papaku memulai usahanya sepuluh tahun yang lalu dan Coaming Dananjaya Center adalah perusahaan programmer terbaik di Bandung. Mama,

Kasih Sayang Yang Akan Ku Rindukan

Oleh:
Pagi cerah menemani langkah kakiku menuju gerbang sekolah. Tempat di mana aku menambah dan menuntut ilmu demi menggapai dan mencerahkan masa depanku kelak. Namaku Arisa Amanda, teman-teman sering memanggilku

Sisi Lain Dari Sebuah Cerita

Oleh:
“Mbak dian.. cepetan bangun. Kamu gak sekolah? Udah jam berapa ini?!” Teriakan itu sukses menghancurkan mimpi indahku. Padahal aku baru saja bertemu Shawn mendes di mimpiku, tapi seolah tiba-tiba

Tak Seperti Drama Korea

Oleh:
Matahari menyengat kulit semua orang bagai lebah. Juga menjilat kulit semua orang sehingga menjadi berwarna lebih gelap. Mendengar suara klakson yang begitu panjang dan melengking. Seperti salah satu satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *