Tetap Kuat Bersamamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Olahraga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 September 2018

Hari pertamaku di SMA Elang Satria sebagai seorang murid pindahan terasa sangat ringan, karena hari pertama di sini aku bertemu dengan bu shita yang akan menjadi wali kelasku di kelas 11-B nanti, bu shita memang orang yang sangat ramah, dengan sikapnya itu bu shita membuat perkenalanku dengan teman-teman yang lain tidak terasa canggung dan aku pun memulai pelajaran seperti temanku yang lain.

Saat aku mulai kebingungan harus mulai berbicara dengan siapa pada jam istirahat, tiba-tiba seseorang di sebelahku membuka pembicaraan ringan dengan menanyakan “apa kau sudah mulai terbiasa berada di sini?”, “…” aku tidak tau harus menjawab apa karena orang pertama yang menyapaku adalah perempuan yang benar-benar cantik dan manis dan itu membuatku terdiam seketika.
“maaf aku bertanya padamu sebelum memperkenalkan diri, namaku Aisyah Rianti kau bisa memanggilku Anti, dan namamu Faris Alfian kan, apa aku bisa memanggilmu Faris saat ini” lanjutnya
“ah… tentu saja kau bisa memanggilku dengan nama itu, emm… Anti tentu Anti..” jawabku dengan mengumpulkan semua keberanian
“Faris, kau dari SMA Jiwa Muda kan, sekolah itu terkenal dengan atlit-atlit mereka, apakah kau juga ber-…” Ai belum menyelesaikan pertanyaannya saat itu, tapi aku langsung menjawabnya “ya aku bermain sepakbola, aku tidak yakin tapi aku mungkin striker terbaik di tim kelas 10”.
“benarkah, aku harap dapat segera melihatmu bermain” balas Ai.

Beberapa hari kemudian dijam pelajaran olahraga kami bermain sepakbola, dan sepertinya aku bermain dengan cukup baik.
“ternyata kau tidak berbohong saat kau bilang kau dulu bermain sepakbola” ujar Sandi
“iya… kau bermain sangat baik, mungkin kau bisa mengambil posisi Joseph sebagai striker tim sekolah kita” tambah Alif
Sandi dan Alif adalah teman yang selalu bersamaku sekarang, ah… Joseph, dia adalah pemain utama tim sepakbola sekolah kita dan dia juga masih kelas 11, kalau soal Anti entah kenapa dan sejak kapan hubungan kami cukup dekat.

Satu minggu berikutnya aku masuk di klub sepakbola berkat ajakan Sandi, yaah walaupun dia tidak pernah bermain sekalipun dalam sebuah pertandingan.
Mungkin karena aku bermain bagus, singkat cerita aku bermain di tim inti, tapi mungkin ada satu orang yang tidak suka padaku

“apakah kau mau mengambil posisi striker utama dariku” Joseph tiba-tiba mendatangiku dan bertanya seperti itu
“kenapa aku harus melakukannya, kita bermain sebagai tim dan pelatih yang menentukan posisi setiap pemain” jawabku
“begitukah menurutmu… dan kau tau aku dan Anti berteman sejak kecil dan ayahnya menyuruhku menjaganya, ya.. walaupun aku tidak pernah mempertimbangkan itu” sambung Joseph
“lalu apa maksudmu” aku bertanya dengan kebingungan
“maksudku, bagaimana kalau kita bertaruh… jadi saat murid kelas 12 sudah resmi keluar dari tim dan kalau aku tetap bermain sebagai striker utama Anti akan jadi milikku dan jika kau berhasil merebut posisiku kau boleh menjaganya” jawabnya dengan santai dan penuh kesombongan, “…” tidak ada apa-apa di kepalaku saat itu. “bagaimana tawaranku…! karena kau diam saja kuanggap kau menerimanya” Joseph langsung pergi setelah mengatakan itu, dan aku… tetap terdiam sampai dia pergi.

Pada hari yang lain aku berkumpul bersama Sandi, Alif, dan Anti. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu tiba-tiba saja aku mengajukan sebuah pertanyaan pada Anti karena teringat perkataan Joseph “Anti… apa kau berteman dengan joseph sejak kecil, dan ayahmu menyuruh Joseph menjagamu?” tanyaku pada Anti
“apa joseph yang memberitaumu, ayahku memang menyuruhnya melakukan itu tapi sepertinya dia tidak pernah mempedulikannya” jawab Anti dengan lugas
“wah… hebat Anti kau bisa berteman dengan dua pemain inti di tim kita” sambung Sandi
“kenapa kau menanyakan ini apa ada sesuatu yang terjadi” tambah Anti
“sebenarnya joseph membuat taruhan, dia bilang jika dia tetap …… menjagamu” jawabku
“apa kau menirimanya bodoh” tanya Sandi
“aku tidak mengatakan apapun” jawabku
“kalau begitu masih bisa diatasi aku akan mengurusnya, kau fokus saja pada pertandingan berikutnya” pangkas Alif sambil pergi menjauh dan tersenyum.

Setelah pergi ternyata Alif menemui bu shita dan membantunya
“jarang-jarang kau membantu ibu, apa ada yang kau butuhkan” tanya bu shita pada Alif,
Tapi dia hanya tersenyum.

Beberapa hari sebelum hari pertaruhan aku berbicara dengan Anti tentang impian dan masa depan,
“apa menurutmu aku bisa mengalahkan Joseph dan menjadi striker utama” aku bertanya dengan Anti karena tidak yakin pada diriku sendiri
“kau harus yakin pada impianmu sendiri dan jangan pernah menyarah pada impianmu itu” jawab Anti
“Anti apa mimpimu selama ini” tanyaku kembali pada Anti
“walaupun banyak orang yang bilang aku orang gila karena mimpiku mustahil untuk diraih tapi aku masih menginginkannya, karena orang gila bukanlah orang terus berjuang pada mimpinya yang mustahil, tapi orang yang tak berani berusaha pada impiannya sendiri. Orang seperti itulah yang tidak waras,… dan soal impianku aku ingin menjadi Astronot yang dapat menginjakan di seluruh planet di tata surya” jawab Anti dengan penuh keyakinan dan motivasi.

Dan pada hari terakhir kelas 12 berada di klub, dan hari itu juga melakukan latihan dan pertandingan untuk menentukan formasi dan posisi untuk tim baru, dan akhirnya…
“baiklah… saya ingin mengucapkan terimakasih pada seluruh kelas 12 yang sudah membantu klub selama ini… langsung saja ini susunan pemain inti untuk tahun depan, Kiper: Rian 11-C, Fullback: Dama 10-A, Iqbal 11-D, ….. Mildfielder: …., Sandi 11-B” belum selesai pelatih membacakan daftar pemain, Sandi yang terpilih masuk tim inti langsung berteriak dan berputar-putar di lapangan “HhhhaaOoooooooo…” seperti itu.
“selanjutnya Striker: Edward 10-B, Faris 11-B dan Striker utama tahun depan adalah Joseph 11-A, ok dengan itu kita cukupkan hari ini dan sampai bertemu dilatihan berikutnya minggu depan” tutup pak pelatih.

Lalu aku, Anti, dan Alif dapat makan-makan gratis di kedai ayahnya Sandi karena dia terpilih masuk tim inti
“wooo… akhirnya aku masuk tim inti, apa kalian tidak mau member selamat” buka Sandi dengan semangat
“makanan di sini lezat sekali” jawab Alif
“kau juga terpilihkan ris kenapa mukamu kebingungan seperti itu” tanya Anti kepadaku
“aku begini karena saat Joseph mendatangiku dia hanya menepuk punggungku dan mengucapkan selamat… tapi soal taruhannya” jawabku dengan ragu
“bukankah saat itu kubilang aku akan mengurusnya” balas Alif
“aah… jangan-jangan kau minta bantuan bu shita” tanya Sandi dan Alif langsung meng’iyakannya
“bu shita, kenapa” aku bertanya pada Alif karena tidak tau apa yang dimaksud
“ya karena kau murid pindahan kau tidak tau, tapi bu shita adalah ahli hipnotis” jawab Alif, “benar dulu saat kelas mulai rebut bu shita menghipnotis semua siswa menjadi tenag dan patuh” jawab Sandi
“wow… bu shita, tapi tetap saja posisi ku striker yang berdiri dibelakang Joseph” ujarku
“tidak apa-apa, aku menyukainya… karena kau tetap lebih bersinar dari pada Joseph yang mengambil posisi Benzema, karena posisimu di tim adalah C. Ronaldo” jawab Anti dengan sangat antusias “hhaaahhaahhaaaaaaa…”, “memang C. Ronaldo sedikit lebih bersinar” sambungku “hahahahaaaaahahaa…”
“tunggu… Anti kau bilang tadi menyukainya” tanya Sandi membuat suasana hening seketika
“ya” satu kata dari Anti yang membuat suasana kembali pecah
“woooooowwwwooo”, “kalau begitu apakah acara makan-makan kita berikutnya adalah untuk merayakan hari jadi kalian berdua” tambah Sandi… “haaahhaaaaaahaahaaa…”

Cerpen Karangan: Fajar S.
Blog / Facebook: Fajar (Ace)

Cerpen Tetap Kuat Bersamamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenangan Indah Masa Lalu (Part 1)

Oleh:
Angin malam terasa dingin menyentuh pipiku. Dibumbui oleh hujan yang sudah sedari tadi turun dengan derasnya menambah sensasi dingin malam ini. Aku yang kedinginan menggosok-gosokkan kedua tanganku sambil kutiup

Duta Pertiwi

Oleh:
Di sebuah pemukiman kumuh di DKI Jakarta terdapat seorang anak yang bersemangat yang bernama Abdul Simanjuntak, Abdul sangat gila terhadap sepak bola, dia tidak mampu membeli poster pemain sepak

Pertemuan Dan Perpisahan

Oleh:
Pagi itu udara sangat dingin diiringi suara rintik hujan masih tedengar di luar kamar Firgi. Dengan malasnya Firgi tak ingin bangun dari tidurnya yang nyenyak ditambah dengan mimpi indah

20 Menit = Cinta

Oleh:
Pagi itu, hujan turun dengan sangat deras. Tak ada kendaraan yang lewat. Di bawah payung berwarna silver Syila masih terus menunggu angkot ke sekolah. “Duh kalo kaya gini ceritanya

Kau Terindah

Oleh:
Seiring berjalannya waktu aku yang pernah terluka oleh masa lalu yang begitu pahit untuk dikenang, mungkin setelah kejadian itu aku tidak akan pernah bisa menerima seseorang lelaki di hatiku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *