Tunas Kelapa Panduku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 February 2018

Hari Sabtu, tepatnya pukul 12.30 saatnya Gerakan Pramuka pulang. Nampak pula seorang anak yang bernama Permata yang sudah lelah dan letih itu terus saja berjalan menuju rumahnya yang agak dekat jaraknya dari sekolah. Mentari tak henti-hentinya membakar kulit Permata, bahkan hingga seluk beluk pori-pori Permata matahari memancarkan sinarnya.

Permata adalah salah satu anggota gerakan pramuka gugus depan 05.20 pangkalan SMPN 4 Singaraja Pasukan Rukmini 1 Regu Dahlia. Permata sudah dari Sekolah Dasar menekuni ekstrakurikuler ini. Dia pun menyalurkan kembali minatnya ini sampai ke SMP.

Setelah berjalan cukup lama ia menggugurkan niatnya untuk pulang ke rumah itu karena keluarganya sedang Traveling ke Surabaya sehingga dalam benaknya ia pasti sendirian di rumah. Ia rela tak menikmati masa liburannya demi lomba pramuka yang akan diikuti sekolah.

“Uh capeknya”. Gerutu Permata. Setelah mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah ia lebih memilih untuk pergi ke ladang, rencananya Ia akan latihan semaphore yang belum ia kuasai.

Tak beberapa kemudian “Permata tunggu akuuu…”. teriak Sishi sambil berlari untuk menghampiri Permata yang sedang diam di sana menunggu Sishi. “huh… huh… huh… huhh…”. embus nafas Sishi yang terengah-engah. “iya kenapa Shi? Ada perlu apa sih?”. “enggak kok, kau mau ke mana?”. “Aku mau ke Ladang buat latihan semaphore”. “Widiiihhh… asyik tu!! Aku ikut deh!!!” “ehhhhhh, tunggu! Nanti jemputanmu gimana?”. “Udah tenang aja deh aku bawa HP jadi santai aja keylezz!!!”. “oh ya, SMS dulu gih nanti keburu sampai ke sekolah bokap lo!!!”. “Sippp deh!”. “udah Shi?, kalo udah ayo pergi!”.

Setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya mereka pergi ke ladang untuk latihan semaphore. Setelah beberapa menit kemudian mereka latihan tiba-tiba handphonenya Sishi berbunyi. “triningning, tringningning”. “Eh Shi handphone lo bunyi!”. “oo ya, tunggu sebentar ya…”. “Iya Shi”.

Beberapa saat kemudian. “Taa, lo gak apa-apa kan? Gue disuruh pulang sama nyokap gue”. “oh ya, gak kenapa kok Shi, lagian gue juga mau pulang”. “Ok Fix, kalo gitu gue pulang dulu yaa! Bye”.
Sishi pun pulang dan Permata disana sendirian. “Yah gue sendirian lagi, mau pulang ah gak seru sendiri”. Kata Permata dalam hati.

Setelah berjalan-jalan menuju rumahnya ia mendengar suara kucing. “miong… myeong”. “Suara apa tuh? Oh suara kucing”. Permata melihat kucing itu di dalam kardus bekas yang usang. Nampaknya kucing itu dibuang oleh majikannya. 4 ekor kucing itu ia temui dalam keadaan sakit dan kelaparan. Melihat keadaan kucing itu Permata merasa jijik dengan kucing itu. Tapi setelah mengingat pelajaran pramuka yang ia dapatkan di sekolah tadi yaitu Dasa Dharma pada bagian “cinta alam dan kasih sayang sesama manuasia” dan “rela menolong dan tabah”. Ia pun meletakkan semaphorenya dan mengambil dan memeluk kucing itu dengan penuh iba dan rasa kasih sayang. “Tenang ya kucing-kucing manis, aku sekarang akan membawamu ke rumahku”.

Setelah sampai di rumahnya. Ia meletakkan kucing itu di sebuah kotak dan ia tinggalkan sejenak untuk berganti pakaian. Ia pun mengambil sekotak susu bubuk dan snack untuk kucingnya itu. Setelah kucing itu diberi semangkuk susu dengan campuran snack kucingnya pun sudah tidak kelaparan dan sudah kelihatan lebih sehat.

Setelah beberapa hari ditinggal pergi oleh keluarganya, Ia merasa sangat bersahabat dengan kucing itu, ia juga berniat untuk memelihara kucing itu. Dia memberi makan kucing itu 3 kali sehari dan memandikan kucing-kucing itu. Ia akan menyembunyikan kucing itu di kamarnya. Karena ia tahu kalau ibunya mengetahui dia punya kucing pasti ibunya akan marah besar karena ibunya menderita penyakit asma. Karena itulah Permata tidak punya hewan peliharaan di rumahnya.

Setelah beberapa hari keluarganya sudah pulang dari Surabaya. Permata pun dengan segera menyembunyikan kucingnya karena dia mendengar bunyi deru mobil ayahnya dan segera keluar untuk menyambut kedatangan keluarganya. “Papa… Mama… Kakak… akhirnya kalian pulang aku sudah menanti kalian”. Kata Permata dengan kegirangan. Ibunya pun berkata “Iya sayang mama juga kangen banget sama kamu… maaf ya mama tinggalkan kamu seorang diri”. “enggak kok ibu, Permata gak kenapa soalnya sudah ada Bik Inem yang nemenin Permata di rumah selain itu Permata kebanyakan ikut kegiatan ekstra Pramuka ayo masuk Ma”.

“gimana sayang? Gak ada masalah kamu di rumah sendiri?”. tanya ayahnya. “Oh enggak apa-apa kok Pa, lagian kan Papa udah kasih uang saku sama keperluan sehari-hari jadi gak ada masalah kok”. “Eh iya sayang mama juga bawain tas ransel, baju sama peralatan pramuka yang baru”. “wahhhh… mama ini bagus nih kebetulan banget peralatan pramukaku lagi rusak, thanks ya ma…”. “Iya deh tapi yang rajin belajar ya…”. “Iya ma… eh kakak gimana kak seru gak?”. “Biasa aja kok, udah ah kakak mau tidur capek”.

Setelah Berlian (kakaknya Permata) pergi ke kamarnya Permata lalu membantu mamanya untuk mengemas dan menaruh rapi barang-barang yang dibawa untuk traveling di Surabaya.

Pagi pun tiba Permata bangun dan segera bersiap-siap pergi ke sekolah. “Pa Permata udah selesai jadi anterin Permata ke sekolah”. “aduhhhh sayang Papa masih capek gara-gara kemarin kakakmu aja deh suruh” “Iya pa”. kata permata dengan nada yang agak kecewa. Setelah angkat kaki dari kamar papanya dia pun menuju ke kamar Berlian. “Kakak anterin aku ke sekolah donkk!”. Sudah beberapa kali Permata ingin membangunkan kakaknya tapi Berlian tetap saja ngorok dan menghiraukan aksi adiknya. Melihat situasi itu Permata terpaksa menunggu kakaknya sampai bangun.

“Uaaahemmm… aku haahhh? Udah jam 6 aku harus segera bersiap untuk ke sekolah”. Setelah selesai mandi ia langsung bersiap-siap untuk berangkat sekolah. “ayo dik berangkat”. “Iya kak!!! Lama banget sihhhh”. ” Ya, ya, ya sorry”.

Cerpen Karangan: Sayu Aryani CL
Facebook: Sayu KA
16 th
ig: sayuaaryn

Cerpen Tunas Kelapa Panduku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The First Broken Heart

Oleh:
Namaku adalah Riri, aku suka sekali dengan film yang berjudul magic hours. Kenapa, karena aku juga suka hujan, setiap aku menontonnya, baik di bioskop maupun di televisi, aku selalu

Sleeping Beauty (Part 3)

Oleh:
“Alfi… kamu ngapain lagi kesini?” Tanyaku mulai emosi. “Aku nemuin partner spesial aku” Jawabnya yang mulai membuat darahku mengalir cepat. “Maksud kamu apa sih?” Tanyaku, tak mau berharap banyak

Diana Oh Diana

Oleh:
Diana sedang berjalan menuju taman sekolahnya, tiba-tiba ia melihat seorang cowok yang tidak asing lagi bagi dirinya sedang duduk di sebuah bangku di taman tersebut. Diana segera menghampiri cowok

Perfect Nancy

Oleh:
Aku tak pernah menganggap dunia itu adil. Mungkin ini pikiran yang paling jahat karena aku telah mengecewakan Tuhan (aku bukan atheis, lho!) tapi itu disebabkan oleh keadaan sekelilingku. Kalian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *