Wanita Dua Dunia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 November 2017

Mentari yang cerah menyambut indahnya hari, membuat diriku bersemangat untuk melakukan aktivitasku untuk berangkat kuliah. Sesampainya aku di tempat kuliah, tiba-tiba ku lihat senyuman datang dari seorang wanita yang sangat cantik. Kulitnya berwarna putih, dengan bola matanya yang berwarna kecoklatan. Senyumnya seperti bunga mawar yang sedang mekar, sungguh indahnya ciptaan tuhan.

Dia berjalan melangkahkan kakinya dengan gemulai, postur tubuhnya yang semampai begitu menambah keindahan dirinya. Wanita itu berpakaian layaknya seorang muslim, dengan celana panjang serta bajunya yang setara dengan lututnya. Dia mengenakan jilbab yang sangat cocok dengan wajahnya yang begitu indah. Dia memakai makeup yang begitu sederhana, pipinya yang kemerah-merahan, serta warna lipstiknya yang begitu lembut, membuat dirinya semakin percaya diri. Senyum yang dia tebarkan itu, membuat siapapun yang melihatnya menjadi terpesona. Senyumnya bagaikan pahala untuknya, karena dapat membuat insan yang melihatnya begitu sangat bahagia. Terlepas dari pandanganku tentangnya, aku mulai berfikir “apakah ini yang dimaksud bidadari?”. Sungguh diriku langsung terpikat olehnya, rasa ingin berkenalan pun menghantui diriku. Tetapi aku seketika berfikir “apakah dia mau jika aku mengajaknya berkenalan?”, tapi semua itu tak lagi kupikirkan, yang ada di dalam hati hanyalah ingin mendekatinya. Akhirnya aku pun mencari tahu tentang dirinya, dari mulai dia mengambil jurusan apa, hobinya apa, bahkan kegiatan sehari-hari yang dilakukannya.

Hari berganti hari pikiranku hanya tertuju dengannya, dengan semua kecantikannya, sopan santun yang dia miliki serta lemah lembutnya dalam bertutur kata, membuat diriku semakin memikirkanya. sayang beribu sayang dia belum dapat juga kutemui, dan belum dapat kuketahui keberadaannya.

Hari sudah satu minggu berlalu, dan aku tetap menunggunya di tempat itu, dan tiba-tiba aku melihatnya kembali, tak dapat kualihkan pandanganku darinya. Aku mencoba untuk mendekatinya dan kusapa dirinya dengan senyumku yang tak mampu mengalahkan senyumannya. Dan sungguh tak kusangka dirinya membalas senyumku, rasa hati ini sangat bahagia sekali.

Setelah jadwal pulang, aku berniat ingin mengikutinya sampai ke rumahnya, dan aku pun berhasil mengikutinya sampai ke rumahnya, kemudian aku segera pulang agar tidak ketahuan olehnya.

Beberapa hari kemudian aku ingin sekali bertemu dengannya, jadi kuberanikan diriku melewati kawasan rumahnya. Pada saat aku melewati rumahnya, aku melihat seorang wanita yang duduk tepat di depan rumahnya, rambutnya yang terjurai indah sampai menyentuh lantai tempat dia duduk, tubuhnya yang begitu ramping, kulitnya yang begitu putih dan halus, hampir menyerupai wanita korea. Yang membuat aku bingung adalah ke mana wanita yang kucari, kenapa aku malah bertemu wanita lain.

Setiap aku melewati kawasan rumah itu, tak pernah kutemui wanita yang kucari itu, yang terlihat hanyalah wanita yang berkulit indah itu. Tak sekali hal itu terjadi, setiap aku melewati kawasan rumah itu aku selalu menemuinya.
Dengan rasa hatiku yang penasaran, kucoba untuk bertanya dengan temannya. Kebetulan sekali dia dekat dengan seorang temanku, kemudian aku menanyakan semua tentang wanita senyum menawan itu. Aku baru menyadari bahwa wanita yang duduk di depan rumah itu adalah wanita yang selama ini kucari, aku hampir tidak mengenalinya. Dia yang begitu terkenal dengan senyuman anggunya, dan pakaian muslim yang dia kenakan sungguh menutupi sikap aslinya yang begitu suka duduk termenung sendiri di depan rumahnya serta pakaiannya begitu menonjolkan dirinya. Sungguh tak kusangka wanita yang selama ini kukagumi karena senyumnya yang menawan, hanyalah sebuah kepalsuan.

Semua yang dia lakukan hanyalah untuk menutupi rasa kesendiriannya. Dimana dia berada tak dapat kuketahui sikapnya yang sesungguhnya. Dia adalah wanita yang sangat bijak, dia pandai menempatkan dirinya. Dimana dia harus berbagi kesedihan dan dimana dia harus berbagi kebahagiaan kepada setiap insan yang bersamanya.

Cerpen Karangan: Nurhaya
Facebook: Hayya Deluna
tinggal di Bandar Minggu dusun Ix desa lubuk palas.anak pertama dari tiga bersaudara. umur 15 tahun, kelas 2 SMA.

Cerpen Wanita Dua Dunia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Stranger (Part 2)

Oleh:
“Hai.” begitulah sms pertamaku kepadanya. “Hai juga, ini siapa?” balasnya. “Ini Alen, anak kelas 7-D temennya si Dodo.” balasku. “oh, dapet nomor dari siapa?” tanyanya. “dari si Pipit.”jawabku singkat.

Apakah Ia Seorang Psikopat? (Part 1)

Oleh:
Bogor, setiap orang yang mendengar kata itu pasti terbersit pikiran di benaknya, kota termacet di dunia, Institut Pertanian Bogor, soto bogor, asinan bogor, talas bogor, kebun raya plus istana

Tabir di Balik Cintaku

Oleh:
Malam tampak sunyi, kegelapan menutupi batas cakrawala. Bulan tak menampakkan sinarnya. Bintang-bintang entah kemana rimbannya, yang membuang gelisah seorang gadis mungil. Sesekali terdengar suara katak yang mengiringi hujan yang

Aku, Kalian, Kita

Oleh:
“Cepat sekali, ya…” Tanpa sengaja aku menggumamkan sesuatu di tengah lamunanku. Suasana kelas yang sunyi membuatku berpikir akan sesuatu. Ini bukanlah tentang betapa cepatnya laju angin hingga menyeret awan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *