Yang Ku Nanti

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 February 2016

“Aku mulai mengaguminya ketika pertama kali aku melihatnya, tetapi aku hanya melihat, mengaguminya dari jauh, dan menyukainya dalam diam.”

Veilina Ryvana adalah nama panjangku. Aku adalah salah satu siswi di SMA GARUDA. Aku adalah gadis yang terlihat biasa saja dibanding anak gadis lainnya. Lugu? Tidak. Bertingkah? Tidak juga. Sifatku ramah, periang. Tapi terkadang sebaliknya, mungkin aku memiliki kepribadian ganda. Tinggi badanku 160 cm, berat badanku 50 kg, aku seorang blasteran sunda-padang, banyak yang bilang aku baby face, kulitku khas orang asia, kuning langsat.

Aku melangkahkan kakiku memasuki kelas yang bertuliskan XMIPA 2. Pada semester 2 ini aku mulai giat belajar, bukan karena sok baik, tapi untuk naik kelas. Saat aku menginjakkan kakiku di lantai dasar kelas ini suara riuh resah sana-sini terdengar di indra pendengaranku. Seketika mereka terdiam dan mulai menatapku dengan intens, sontak hal itu membuatku berjalan dengan menundukkan kepalaku melewati lantai demi lantai sampai ke tempat dudukku. Ketika aku mulai mendudukkan tubuhku di atas kursi, aku merasa ada seseorang dari arah belakang berjalan menuju tempat dudukku, aku hanya mengacuhkannya dan merogoh smartphone-ku dari saku seragamku.

Ketika aku akan memasangkan earphone-ku, ada seseorang yang mengambil smartphone-ku dengan kasar dan cepat, aku pun menoleh ke arahnya dengan tatapan yang bertanya-tanya, ketika aku sedang memikirkan alasan kejadian itu, tiba-tiba seseorang mengguyurku dengan 1 ember air yang membuat seragamku basah kuyup dan membuatku terperangah karena tindakannya. Mereka pun berjalan menjauhiku dan meninggalkanku sendiri. Aku pun terdiam dan menelungkupkan tanganku untuk menutupi mukaku yang mulai merah karena marah bercampur dengan malu, aku mulai terisak di dalamnya.

Dan seketika suasana berubah menjadi ramai dengan suara tepuk tangan. Aku mengernyit dan mulai membuka kedua tanganku yang menutupi mukaku. Aku tak percaya ternyata mereka semua sudah berada di dekatku dengan senyuman yang bahagia, ada yang membawa balon dan kue. Ck, ternyata mereka mengerjaiku. Sebuah tangan terulur tepat ke hadapanku, aku mulai meraihnya, ia membantuku untuk berdiri. Dia tersenyum kepadaku, memberikanku kue ulang tahun berwarna dark chocolatte, yang penuh dengan garnish chocolatte, dan di atasnya tersusun rapi tulisan yang ditulis dengan cream, “Happy Birthday Veilina” dan lilin yang berbentuk angka 16. Ya hari ini hari ulang tahunku yang ke-16 tahun.

Aku tersenyum kecil, dan mulai meniup satu persatu lilin tersebut yang diiringi dengan sorak riang teman-teman sekelasku, nyanyian, dan juga tepuk tangan yang memenuhi ruangan ini. Semua orang berjalan menghampiriku dan memberikanku ucapan selamat dan meminta maaf karena tindakan mereka. Dan otak di balik tindakan semua ini adalah teman sebangku sekaligus sahabatku selama 6 bulan ini, ya dia Alfinia Quella. Aku sontak terkejut mendengar hal itu dan melihat ke arah Alfi dengan tatapan tak percaya dan juga bahagia. Dia hanya membalasku dengan senyuman jahil dan kedua jari di tangannya terangkat membentuk tanda “V”.

Dia pun mengulurkan tangannya dan memberikanku sebuah ucapan. “Selamat ulang tahun ya Vei..” semburat senyuman menyungging di wajahnya yang begitu cantik dan pelukan hangat ia berikan. Aku pun membalas pelukannya dan mengucapkan terima kasih atas semua kejutan yang ia siapkan, seketika dia melepas pelukannya dan memberikanku sebuah hoodie untuk menutupi seragamku yang basah. Aku tersenyum kecil dan mengucapkan banyak terima kasih kepadanya.

TING TING. Bel berbunyi menandakan waktunya pulang sekolah. Semua orang di kelasku bersorak riang dan mulai ke luar pergi meninggalkan kelas termasuk aku.

Clek aku membuka pintu kamarku, dan langsung menjatuhkan tubuhku di atas kasur. Hari ini begitu melelahkan, menyenangkan, dan juga menyebalkan, karena keempat sahabatku yaitu Dhean, Syanita, Alins, dan Topan tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku, apa mungkin mereka melupakan hari ulang tahunku

Cerpen Karangan: Velania Yolandri

Cerpen Yang Ku Nanti merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Sekedar Cinta

Oleh:
Apa definisi cinta menurut kalian? kalau gue sih seperti ini, Cinta mengajarkan aku betapa indahnya arti sebuah kebersamaan. Cinta mengajarkan aku apa arti sebuah perjuangan. Cinta memberikan aku kesempatan

Remember?

Oleh:
“Aku berangkat duluan ya. Assalamuaikum” Jeni langsung melangkahkan kakinya besar-besar setelah pamitan dengan orangtuanya lalu menuju motor yang terparkir di depan halaman rumah. Jeni mendadak kesal sudah berapa kali

Bukan Mirna

Oleh:
Mendengar hp-nya berdering, Marni pun segera mengambilnya dan menerima panggilan itu. Rupanya yang menelepon adalah Jentika ‘temannya waktu kuliah’. “Halo Mar,” Sapa Jentika. “Iya Jen,” Sahut Marni. “Apa kabar

Gara Gara Flashdisk

Oleh:
Lagu Mimpi-nya Anggun yang berdering di handphoneku membuyarkan lamunanku. Kupencet tombol ungu di tengah-tengah tombol navigasi. Allam: Dhe, aku boleh pinjem flashdiskmu gk? Sent: bwt apa? Allam: Buat minta

Rasa Ini

Oleh:
Aku mencintainya… sangat mencintainya, hingga aku tak tau lagi cara menyampaikannya, mungkin bukan tak tau, tapi aku tak bisa mengatakan padanya. Aku mencintainya sejak dulu, sejak pertama kali bertemu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *