Lilin Rindu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Rindu
Lolos moderasi pada: 2 May 2021

Siang hari itu, terjadi badai besar. Badai Seroja. Saat itu terasa mengerikan dan membuat aku menjadi cemas terhadap sanak saudara dan keluargaku yang ada di sekitar wilayah terkena murka alam itu.

Saat itu, pemadaman listrik terpaksa harus terjadi selama 3 minggu lamanya. Tentunya dampak dari badai itu yang membuat aku harus berteman dengan kegelapan pada malam hari. Ditambah sinyal yang buruk membuatku tak bisa berbuat apa-apa. Media sosial ditinggalkan selama 3 minggu itu. Satu hal lagi yang membuat aku tak tahan dengan kondisi saat itu adalah aku tak bisa menghubungi atau mengirim secuil pesan singkat untuk sahabatku yang jauh di Medan.

Ditemani lilin setiap malam membuat aku pasrah saja dengan keadaan. Namun hati ini tak bisa membohongi bahwa ada rasa rindu yang amat mendalam pada sosok malaikat tak bersayap bernama Fika.

Setiap hari dilalui dengan doa dan harapan semoga semua hal buruk ini dapat segera berlalu. Air mata menghiasi diary yang bertuliskan kalimat rindu pada sosoknya. Memang sulit sekali untuk dapat melupakannya begitu saja. Mana mungkin aku bisa lupa pada sosoknya yang begitu perhatian, pengertian, baik hati dan yang selalu ada.

Usaha demi usaha dicoba untuk dapat setidaknya mengabarinya bahwa aku baik-baik saja. Namun apa? Gagal dan sia-sia saja semuanya. Hari-hariku dihiasi dengan lilin, air mata dan rasa rindu yang tak pernah bisa dihapuskan.

Malam itu, aku duduk sembari menikmati indahnya langit malam. Bulan dan bintang-bintang sedikit membuat hati ini tenang. Teringat akan kata-katanya yang selalu ia utarakan saat aku menanyakan apa yang sedang ia lakukan, “Lagi lihat bintang nona,” begitulah katanya. Saat aku melihat langit malam itu serasa dia hadir bersama kegelapan dan cahaya remang-remang lilin yang menemani gelapnya malam.

Tiba-tiba hati ini seakan cemas dan terus bertanya-tanya:
Sedang apa dia?
Apa ia sudah makan?
Apa kabarnya?
Apa dia baik-baik saja?
Mungkin tak ada jawab. Namun seketika aku teringat bahwa ia selalu bilang, “Jangan lupa doanya yang serius ya nona, pasti didengar Tuhan”.

Seketika ada secuil harapan yang membuat hati ini tenang. Ada kata yang tak sempat terucap namun terngiang-ngiang di pikiran yang mengatakan bahwa, Aku mencintaimu Fika. Tak lupa juga aku selalu menyebutkan namanya di setiap doaku. Berharap ia sehat selalu dan baik-baik saja. Semoga situasi cepat berlalu agar aku dapat melepas rindu.

Tamat

Cerpen Karangan: GeA Luvv:)
Blog / Facebook: Gbby Tnis

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 2 Mei 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Lilin Rindu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Khatulistiwa

Oleh:
Kawan, beginilah keseharianku. Duduk di depan meja, menjajar beberapa lembar kertas kosong. Dan, menikmati hening kesunyian malam bersama secangkir kopi pekat tanpa gula. Di tangan kananku pena masih tertenggam

Kamu Masih Ada

Oleh:
“Berhenti mengejarku, Gib.” Bunga yang digenggaman Gibran jatuh begitu saja. Seolah ada tamparan hebat yang mengenai badannya. “Kenapa?” Rena mendongak. “Aku gak mau, kamu terjatuh sama orang yang salah.”

Penyesalan di September

Oleh:
September dimana kemarau sedang terasa begitu dingin, dibawah matahari yang bersinar remang di pagi hari, aku berdiri diatas jembatan yang menghubungkan dua kota, terdiam merenung melihat bayanganmu yang sedikit

Ayah, Maut dan Kerinduan

Oleh:
Aku membuka mataku setelah berjam-jam aku menutupnya. Hal pertama yang aku lakukan adalah mensyukuri bahwa hari ini aku masih bisa bangun pagi, pertanda aku masih hidup. Hari ini mendung.

Pengantar Tidur (Part 1)

Oleh:
“Anakku… anakku sing manis jo pijer nangis… sun gendong sun lelela lela…” seperti biasa senandung itu kerap dinyanyikan Bapak dipagi hari tepat di kursi kayu reyot depan rumah sembari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *