A Binoculars Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 4 September 2018

“Because, I don’t want you look me with a bad binoculars” – Mark

Siang itu di bawah sebuah pohon yang rindang dan besar nampak seorang gadis sedang menikmati pemandangan indah di depan matanya. Teropong berwarna pink yang ia gunakan menjadi saksi atas tindakan yang ia jalani saat ini. Gadis cantik dan imut bernama Suzy itu tengah menatap lurus ke arah lapangan. Tujuannya bukan untuk melihat hamparan lumput, tentusaja. Ia sedang melihat seorang pria tampan yang dikamuminya entah sejak kapan, pria itu sedang bermain bola bersama teman-temannya. Berkali-kali Suzy menelan salivanya, karena pria yang ia lihat, mungkin lebih tetapnya yang ia kuntit ialah seorang pria tampan berwajah malaikat.

“Demi tuhan, kenapa kau begitu memikatku Mark” ucap Suzy berdecak kagum melihat pemandangan di depannya.
Tiba-tiba seorang bocah kecil berlari dan tanpa sengaja menabrak Suzy, dan membuat gadis itu oleng. Suzy terjatuh, begitu pula dengan teropongnya.

“Astaga teropongku” Suzy begitu kanget saat melihat teropongnya hancur berantakan. Tentu saja semua itu akibat bocah kecil tadi. Yup! bocah yang sudah menabraknya, dan mungkin tanpa sengaja bocah itu juga telah menginjak teropong pink berbahan plastik itu hingga pecah.
“Bagaimana ini? bagaimana aku bisa melihat Mark ku dengan jelas jika teropongku rusak”

Perlahan tapi pasti Suzy merasa sangat sedih. Karena teropongnyalah yang selama ini menjadi saksi bisu akan cintanya pada Mark. Suzy adalah tipe gadis pemalu, jadi ia tak akan mungkin lari ke arah Mark dan menatap Mark lewat jarak dekat. Ia tak akan melakukannya, ia tak akan berani.

Sebuah tengan berada tepat di wajahnya. Seakan-akan mengingatkannya bahwa ia masih terduduk di pasir dan belum bangun sejak tadi ia terjatuh.

“Mari kubantu”. Tanpa berpikir panjang pun Suzy menerima uluran tangan itu dan ia segera berdiri.

“Gamsahamnida” bungkuknya. ‘Deg’ jantungnya berdegup dengan sangat cepat. Ternyata orang yang memberikan uluran tangan itu ialah Mark. Ya benar, Mark. Pria yang selama ini menjadi pria idamannya, yang selama ini selalu ia kuntit dengan teropong berwarna pink kesayangannya.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? apa selama ini Mark tahu aku selalu mengintipnya” batin Suzy
“Jangan khawatir seperti itu, jika kau bertanya apakan selama ini aku tahu atau tidak kau selalu mengintipku jawabannya Ya. Ya, aku tahu itu Suzy”
“A a-a pa Mark?” ucap Suzy terbata
“Kau gadis yang manis dan pemalu yang setiap hari selalu datang dan bersembunyi di bawah pohon untuk menyaksikanku bermain bola kan?”
“Hmmm itu”
“Ini untukmu”

Sebuah teropong. Mark memberikan Suzy sebuah terpong baru berwarna mas yang terbuat dari alumunium.

“Aku tahu jika teropongmu rusak karena seorang bocah menabrakmu, jadi aku berikan teropong ini untukmu”
“Untukku? kenapa?”
“Because I don’t want you look me with a bad binoculars” bisik Mark tepat di telinga kanan Suzy

Tanpa sadar wajah Suzy bersemu merah karena malu. Mark segera berlari kembali menuju lapangan utuk melanjutkan permainan bolanya.

“Sepertinya aku harus berterima kasih pada bocah itu” ucap Suzy

The End

Cerpen Karangan: Yola Junita
Blog: yolajunita.blogspot.com
Hi~ teman-teman. Perkenalkan nama ku Yola, lebih lengkapnya Yola Junita. Saat ini aku bersekolah di SMKN 1 Bogor. Tepatnya duduk dikelas XI PM 1. Semoga cerita singkat yang ku buat ini dapat menghibur teman-teman semua. Ku ucapkan terima kasih untuk semua yang sudah bersedia membaca cerita singkat yang ku buat.

Cerpen A Binoculars Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Happy Birthday

Oleh:
Matahari menyapu tiap sudut kamar Ai. Memberikan kiasan cahaya yang menyilaukan. Gadis ini membuka kedua matanya, menyadari esok hari telah tiba. Dengan semangat, ia beranjak turun dari ranjangnya, mengambil

Bintang Bersinar Bulan

Oleh:
“Laaaan! Gue dapet formulir panitia mahasiswa baru nih!”, teriak Kenari sambil berlari ke arahku yang sedang sibuk di depan barang berhargaku: laptop. “Aih… kenapa sih lu demen banget buat

Kedai Kopi

Oleh:
Pertama kalinya aku jatuh hati pada rasa kopi adalah ketika aku sedang menunggu keretaku di salah satu stasiun di Jakarta yang ramai penumpang. Menunggu memang bukanlah sesuatu yang aku

Cinta Rani

Oleh:
Cinta. Aku tak tahu bagaimana ia bermula yang aku tahu ia mengalir begitu saja, hingga aku merasakan sesuatu yang berbeda darinya. Seperti kisah ini, entah bagaimana mulainya tapi yang

Running From The Shadows

Oleh:
Jam dinding menghasilkan bunyi acousticnya. Aku terduduk dengan harap harap cemas. “hoaammm” sesekali aku menguap, kantuk di mataku sudah berbenteng tebal. Drtttt.. Drrttt.. “akhirnya, ssshhh” ucapku sambil membuang nafas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “A Binoculars Love”

  1. Christine says:

    Daebak! Keren kak! Btw yg jdi tokoh mark nct ya??

  2. Ahgase says:

    Bagus ceritanya. Btw, aku baru sadar, cerpen kamu lolos moderasi waktu ulang tahunnya Mark.. ^_^ bisa kebetulan banget gitu ya, wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *