Ada Cinta (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 29 June 2014

Sementara itu, sudah 10 menit Rindu menunggu Rega. Tetapi Rega belum juga datang. Rindu pun memutuskan untuk pulang dengan taksi saja. “Rindu..” panggil seseorang dari balik punggung Rindu. “duhh regai, lama banget deh” ucap Rindu saat dia melihat yang datang adalah rega. “hehe maaf yaa, abis main basket tadi” jawabnya. Mereka pun langsung pergi meninggalkan sekolah. Tetapi mereka tidak langsung pulang. Rega mengajak Rindu untuk makan siang terlebih dahulu.

“mau makan apa Rin?” Tanya Rega saat pelayan Restoran memberikan daftar menu. “ayam mentega aja deh sama lemon Tea” ucap Rindu. Dan Rega pun memesan menu yang sama.

Setelah selesai makan, Rega pun membicarakan sesuatu pada Rindu. “Rin..” ucapnya. “kenapa Ga?” jawab Rindu. “kamu mau gak jadi pacar aku lagi?” Tanya Rega. “hah? Balikan maksud kamu?” ucap Rindu masih dengan perasaan bingung. “iya Rin, aku masih sayang sama kamu. Aku menyesal udah pernah sia-sia kan kamu. Aku janji gak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu” ucap Rega yang berusaha meyakinkan Rindu. Rindu pun berfikir sejenak. Sebenarnya selama ini, Rindu sudah menyukai sosok Pria lain. Meskipun perasaan ini hadir belum terlalu lama, tetapi Rindu sudah yakin dengan Pria itu.
“Ga, sebelumnya aku minta maaf sama kamu. Sepertinya aku gak bisa balik lagi untuk menjadi pacar kamu. Karena perasaan dan hati aku sudah untuk Pria lain. Pria yang selama ini menemani aku saat kamu pergi dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Dia yang selalu ada saat aku benar-benar menangis karena kehilangan kamu. Dia yang mengembalikan senyumku yang sempat hilang” ucap Rindu. “boleh tau siapa orang itu?” Tanya Rega. “Kak Lee. Dia orangnya” jawab Rindu. “apa Leo tau perasaan kamu ke dia?” Tanya Rega. “tidak. Kak Lee sama sekali tidak tau akan perasaan aku ke dia. Aku juga ragu kalau kak Lee mempunyai perasaan yang sama untukku” ucap Rindu. “hem ya sudah gak apa-apa. kini aku sadar, tak selamanya ada kesempatan kedua” ucap Rega. Mereka pun kini memutuskan untuk kembali ke rumah.

Sementara itu, Gina di rumahnya masih sangat kesal dengan Jill. Mengapa Jill dengan mudahnya dekat dengan Hadi? Sementara dirinya harus menunggu satu tahun untuk bisa dekat. “ini gak adil!” ucap Gina pada dirinya sendiri. Besok, Gina berniat untuk mengatakan semuanya pada Jill. Mengatakan kalau dia sebenarnya menyukai Hadi.

Ke esokan harinya…
Zein yang kemarin tidak datang ke sekolah, kini sudah mendapatkan informasi mengenai rapat kemarin dari Tito. Dan kini, Leo, Tio, Gina, Zein, Rindu dan Jill akan kembali rapat untuk menentukan kapan mereka akan datang ke Pulau Macan untuk mensurvey. Dan setelah diadakan rapat, mereka memutuskan besok. Ya, besok mereka akan pergi ke Pulau Macan.

Tak terasa hari berlalu begitu cepat. Hari ini Leo dan teman-teman anggota Osis lainnya akan berangkat ke Pulau Macan. Mereka akan berkumpul di sekolah. Untuk masalah kendaraan, mereka akan pergi menggunakan 2 mobil. Yaitu Mobil pribadi Rindu dan Jill.

“oke, untuk pembagian siapa yang ikut di mobil Rindu dan Jill. Biar gue aja ya yang ngatur? Gak apa-apa kan?” ucap Leo. “iya udah, biar adil lo aja yang ngatur Le” ucap Tito. “karena mobil Jill lebih besar dari Mobil Rindu, jadi yang ikut mobil Jill itu, Hadi, Gina, Tito dan tentunya Jill. Dan yang ikut mobil Rindu itu, Gue, Zein dan Rindu. Gimana?” ucap Leo. “gak! gue ikut mobil Rindu aja” ucap Gina menolak. “oke.. oke.. Gina sama Zein dituker ya? Gimana Zein?” ucap Leo lagi. “iyaa gue sama siapa aja deh” jawab Zein setuju.

Kini mereka pun langsung berangkat ke Pulau Macan. Di dalam mobil, Leo sempat menanyakan tentang sikap Gina yang mendadak berubah. Terutama ke Jill dan Hadi. “Gin, lo ada masalah apa sih sama Jill dan Hadi?” Tanya Leo. “masalah apa maksudnya?” ucap Gina yang berbalik nanya. “yakin gak ada masalah? Soalnya sikap lo berubah ke Jill dan Hadi akhir-akhir ini” ucapnya lagi. “gak, gue gak ada masalah sama mereka” ucap Gina menegaskan.

Setelah beberapa jam di perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di sebuah pulau yang benar-benar indah. Leo dan yang lain pun langsung menghampiri pemilik Pulau untuk menanyakan tentang Pulau Macan ini.
Sementara itu, Gina dari kejauhan melihat Jill yang sedang duduk di tepi laut. Gina pun langsung menghampiri Jill. “Jill..” ucap Gina. Jill pun langsung menoleh ke arah Gina dan tersenyum padanya. Tetapi Gina tak sedikitpun membalas senyuman Jill. “gue mau nanya sesuatu sama lo” ucap Gina dengan nada suara sinis. “Tanya apa?” jawabnya. “ada hubungan apa lo sama Hadi?” Tanya Gina. “hubungan apa maksudnya?” Tanya Jill yang semakin heran. “jangan pura-pura gak tau deh Jill. Tiap berangkat dan pulang sekolah selalu sama Hadi” jawabnya dengan perasaan yang makin kesal. “ya ampun Gina, jadi selama ini sikap lo jutek itu karena lo mikir, gue ada hubungan khusus sama Hadi?” Tanya Jill lagi. Gina tak menjawabnya dan hanya diam. “gini ya Gin gue jelasin. Sebenarnya, gue sama Hadi itu sepupuan. Mamahnya Hadi itu kakak mamah gue. Akhir-akhir ini kita sering bareng karena orangtuanya Hadi lagi pergi ke luar kota, dan Hadi nginep di rumah gue. Yaa jadi kita bareng deh” ucap Jill saat menjelaskan hubungannya dengan Hadi. “jadi, lo gak pacaran sama Hadi?” Tanya Gina lagi. “ya gak lah. Kenapa? Lo suka sama Hadi ya?” ucap Jill yang membuat Gina merasa malu. Belum sempat, Gina menjawabnya tiba-tiba Leo, Rindu, Tito, Zein dan Hadi pun menghampiri mereka.
“kalian berdua disini, kita cariin juga tadi..” ucap Tito. “hehe iya” ucap Jill. “kalian berdua gak kenapa-kenapa kan?” Tanya Rindu memandang heran wajah Jill dan Gina. “gak kok, kita Cuma ngobrol aja ya Gin disini?” ucap Jill sambil melihat ke arah Gina. “hah, hemm iya iya Cuma ngobrol kok” jawabnya.
“ya sudah, kita pulang sekarang yuk. Takut keburu malam” ucap Hadi. “udah foto fasilitas disini?” Tanya Gina. “udah kok” jawab Hadi sambil tersenyum ke arah Gina. “OMG!!! maniss banget senyumnya” gumam Gina dalam hatinya. Dan mereka pun akhirnya pulang.

Ke esokan harinya..
Leo sudah siap dengan motor kesayangannya untuk menuju ke sekolah. Begitupun dengan Zein, Hadi, Gina, Rindu dan Tito.
Mereka sampai di sekolah berbarengan. Dan saling menyapa satu sama lain. Kini, Leo dan Rindu siap untuk bertemu dengan kepala sekolah. Mereka berdua akan meyerahkan foto-foto saat survey ke Pulau Macan kemarin. Setelah beberapa menit di ruang kepala sekolah, mereka berdua pun keluar dari ruang kepala sekolah dengan membawa proposal yang ia ajukan ke kepala sekolah. Zein, Hadi, Gina, Jill dan Tito sudah tidak sabar menunggu keputusan kepala sekolah. Mereka berharap kalau kepala sekolah akan menyetujui rencana mereka.

“Guys…” ucap Rindu tanpa menunjukan ekspresi. “gimana Le, Rin?” Tanya Gina yang memang sangat penasaran. “Proposal kita DITERIMA!” jawab Leo sambil berjingkat-jingkat layaknya anak kecil yang habis diberi permen lollipop. Semuanya pun saling berpelukan satu sama lain. Tak sengaja, Hadi dan Gina berhadapan dan hampir saja ingin berpelukan dan itu membuat wajah mereka memerah satu sama lain. “cieeee…” Ledek Zein, Tito, Jill, Leo, dan Rindu bersamaan kepada Gina dan Hadi. Ledekan itu membuat Hadi dan Gina menjadi salah tingkah dan bertambah malu. “iih kalian..” ucap Gina dengan wajah memerah. Mereka pun kini tertawa lepas. Karena sebagian dari pekerjaan mereka telah berlajalan lancar.

Hari yang ditunggu pun telah tiba. Kini saatnya seluruh siswa SMA PERTIWI akan berangkat menuju Pulau Macan. Leo dan yang lain berharap kalau acara hari ini dapat berjalan dengan lancar.

Setelah beberapa jam di perjalanan, akhirnya Bus yang membawa rombongan siswa SMA Pertiwi sampai di sebuah Pulau yang sangat indah. Ekspresi yang dipancarkan dari para siswa pun terlihat positif. Dan ini membuat perasaan Leo dan yang lain meresa lega.

Kini, Leo dan yang lain sedang mempersiapkan untuk acara Party nanti malam. Karena nanti malam akan diadakan beberapa acara hiburan yang sudah anggota Osis siapkan.

Tak terasa, malam pun kini telah tiba. Acara inti pun akan segera dimulai. “oke selamat malam semuanya. Senang sekali rasanya, kita dapat berkumpul di sebuah Pulau yang sangat indah. Pulau yang terletak di antara padatnya Kota Jakarta. Apalagi kalau bukan Pulau Macan yang terletak di Kepulauan Seribu. Oke untuk mempersingkat waktu, mari kita buka acara ini dengan sambutan dari kepala sekolah kita” ucap Leo saat membuka acara Inti dari perpisahan kelas ini.

Setelah kepala sekolah memberikan sambutan, kini tibalah acara hiburan. Kali ini ada yang spesial. Di malam ini, di Pulau yang sangat indah ini, Hadi akan mengutarakan perasaannya pada seorang wanita yang selama ini ia sukai. “oke, perhatian untuk semuanya. Malam ini, saya ingin menyanyikan sebuah lagu untuk seorang wanita yang selama ini saya sayangi. Lewat lagu ini, saya ingin mengutarakan perasaan saya yang sudah terpendam lama. Ini untuk kamu Gina” ucap Hadi di depan teman-temannya dan juga guru-guru. Sebuah judul “Pelangi di matamu”

30 menit kita disini
tanpa suara
dan aku resah
harus menunggu lama ..
kata darimu

mungkin butuh kursus
merangkai kata,
untuk bicara
dan aku benci
harus jujur padamu,
tentang semua ini

jam dinding pun tertawa,
karna kuhanya diam dan
membisu
ingin kumaki
diriku sendiri, yang tak
berkutik di depanmu

ada yang lain
disenyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
ada pelangi
di bola matamu
dan memaksa diri
tuk bilang
“aku sayang padamu” (2x)
(seakan memaksa dan
terus memaksa)
mungkin sabtu nanti
kuungkap semua,
isi di hati
dan aku benci
harus jujur padamu
tentang semua ini ……

mendengar namanya disebut oleh seorang Pria yang juga ia kagumi selama ini, perasaan Gina jadi tidak karuan. Jantungnya juga terasa berdegup lebih kencang dari biasanya.

Setelah selesai bernyanyi, kini giliran penampilan dari anak kelas satu. Dan ketika itu, Hadi mengajak Gina untuk ke tepi Laut untuk berbicara sesuatu. “mau apa kamu ajak aku kesini?” Tanya Gina yang sejujurnya masih merasa gugup. “aku mau mengungkapkan isi hatiku Gin” ucapnya. “isi hati apa?” Tanya Gina yang pura-pura tak mengerti. Hadi pun mulai mengambil nafas panjang untuk memulainya. “aku suka kamu Gin. Sebenarnya sudah sejak lama aku ingin mengungkapkan perasaan ini ke kamu. Tapi aku takut dan Ragu kalau kamu akan menerima cinta aku” ucap Hadi sambil memegang tangan Gina. Suasana ombak laut dan juga pemandangannya yang indah, semakin menambah suasana romantis di malam ini. “kamu mau gak jadi pacar aku?” lanjut Hadi. Gina pun tersenyum dan tanpa Ragu, Gina pun langsung menerima cinta Hadi.

Sementara itu, di tempat yang berbeda Leo sebenarnya juga ingin mengungkapkan isi hatinya pada Rindu. Tapi, sepertinya Rindu sudah balik bersama Rega.

“Rin..” ucap Leo saat berada di depan api unggun bersama Rindu. “kenapa Kak Lee?” jawab Rindu. “kamu kok gak sama Rega?” Tanya nya lagi. “Rega? Memangnya kenapa kak?” ucap Rindu yang berbalik Tanya. “kan kamu sudah balik lagi dengan Rega” ujarnya. “hah? Kata siapa? Aku dan Rega hanya berteman kak” jawabnya. “berteman? Berarti selama ini kakak salah dong?” ucap Leo. “salah apa maksudnya?” ucap Rindu yang semakin tak mengerti. “hemm iya kakak fikir, kamu balikan dengan Rega” jawabnya. “hehe gak kok kak” jawab Rindu. Sedang asiknya mereka berbincang, tiba-tiba saja Zein dan Jill naik ke atas panggung. “oke buat temen-temen semua, saya dan Zein akan menyanyikan sebuah lagu. Sebenarnya lagu ini untuk sahabat kita berdua yang sebenarnya saling suka tapi gak berani mengungkapkannya. Okeh ini lagu untuk Rindu dan Leo yang berjudul ‘sayang bilang sayang’ ..”

Pertama kali aku melihat dirinya
Dia sungguh mempesona mencuri hatiku
Tanpa sadar ku telah jatuh hati padanya
Mungkin ini namanya cinta pandangan pertama

Tanpa membuang waktu aku mendekatinya
Sekedar tanya dan minta nomer handphonenya
Siapa tahu aku bisa mengajak dirinya
Makan malam berdua ala orang amerika

Aku pasang senyum manis agar terkesan romantis
Dia pun membalasnya meski sedikit meringis
Sejenak aku ragu untuk teruskan langkahku
Dengan tersipu malu akhirnya ku pun menjauh

Ada apa ada apa denganku, salah apa salah apa diriku
Selalu saja hatiku meragu oh tuhan tolong aku

Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang
Jangan ditunda-tunda nanti diambil orang
Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang
Jangan berpura-pura nanti kau kesepian

Sudah terlalu lama aku memendam cinta
Seakan dunia ini tiada wanita
Tempat bersandar atau berbagi
Yang tak pantas kita lakukan bila sesama lelaki

Melompat melalang di atas kabut
Melihat orang-orang yang akan pergi berperang
Alangkah malang nian nasib si bujang lapuk
Siang dan malam selalu saja dia kesepian

Ada apa ada apa denganku, salah apa salah apa diriku
Selalu saja hatiku meragu oh tuhan tolong aku

Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang
Jangan ditunda-tunda nanti diambil orang
Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang
Jangan berpura-pura nanti kau kesepian

Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang
Jangan ditunda-tunda nanti diambil orang
Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang
Jangan berpura-pura nanti kau kesepian

Ada apa ada apa denganku, salah apa salah apa diriku
Selalu saja hatiku meragu oh tuhan tolong aku
Ada apa ada apa denganku, salah apa salah apa diriku
Selalu saja hatiku meragu oh tuhan tolong aku

Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang

Rindu pun langsung menoleh ke arah Leo saat itu. wajah Leo pun langsung memerah karena malu. “duuhh Zein sama Jill, kenapa harus bilang seperti itu sih” ucap Leo dalam hati.
Tapi ketika mendengar dalam-dalam lirik lagunya, Leo pun berusaha meyakinkan dirinya untuk mengatakan perasaannya pada Rindu. Yaa meskipun nanti akhirnya ditolak. Tapi setidaknya, ada perasaan Lega di hatinya jika sudah mengatakan ini pada Rindu.
“kakak mau bicara sesuatu padamu” ucap Leo. “mau bilang apa kak?” Tanya Rindu. “kakak sayang kamu” ucapnya dengan menahan rasa malunya. “aku juga sayang kakak” ucap Rindu dengan sangat santainya. “beneran?” Tanya Leo yang benar-benar tidak percaya. “iya. Aku sayang sama kakak karena kakak ada disaat aku lagi terpuruk karena rega” ujar Rindu. “kamu mau jadi pacar kakak?” Tanya Leo. “iya mau” jawab Rindu dengan cepatnya.
Leo benar-benar tidak percaya kalau Rindu akan menerima cintanya. Perasaannya kini sudah lega. Karena perasaan yang selama ini ia pendam sudah tersampaikan dan disambut dengan baik oleh Rindu.
Hadi dan Gina juga sudah menemukan cintanya. Cinta yang juga sudah terpendam lama.

Pesan yang terkandung dalam cerpen ini simple dan sederhana. Sampaikanlah perasaanmu kepada orang yang kamu sayangi atau bahkan kamu cintai. Jangan sampai kamu menyesal, jika kamu terus menerus menunda untuk mengatakannya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Risdatul Zulfiah
Facebook: fiahzulfi[-a-]gmail.com
follow: @risda_zulfiah
add Facebook: Risdatul ZulfiAH

Cerpen Ada Cinta (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Detik yang Pergi (Part 3)

Oleh:
Tiga bulan berlalu. Kehidupan Franky terasa hambar tanpa kehadiran gadis yang dulu selalu menyambut kedatangannya di rumah. Setiap ia pulang kerja ia selalu memanggil Leah, tetapi saat itu juga

Tetanggaku

Oleh:
Seperti biasa, sore itu Afira dan temannya Tanti jualan Jus di depan rumah Tanti untuk berbuka puasa, setelah lama menunggu gak ada juga yang beli, tiba-tiba datang seorang cowok

Obat Rasa Jeruk (Part 2)

Oleh:
Sesaat kemudian aku terbangun aku sudah ada di bangku milikku, kepalaku juga sudah tak sakit lagi, dan pelajaran olahraga telah usai, semua orang telah kembali ke kelas. “Serius Belle?”

Gila (Part 2)

Oleh:
Rian yang bingung akan tingkah Dion akhirnya bertanya, “Kenapa sih? Lo lupa ngerjain PR? Semalem lo nggak belajar karena hari ini ada ulangan? Atau.. kaki lo gue injek? Tapi

Hear My Heart

Oleh:
Kekaguman biarlah tetap menjadi kekaguman. Apa kalian semua pernah merasakan jatuh cinta? disaat hati berbunga-bunga melihat seseorang yang kita sukai lewat di depan kita, membuat jantung ini serasa berdegub

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Ada Cinta (Part 2)”

  1. linda says:

    bagus,, romantis pokoknya lengkap deh. Seandainya aku bisa seperti rindu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *