Apa Ini Mimpi?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 15 May 2017

Alya berjalan di koridor sekolah yang mulai kosong. Seperti biasa, dia berjalan sendirian tanpa ditemani seseorang. Ya, beginilah nasib orang yang tidak bisa mencari seorang teman, dia hanya bisa sendirian.
Di sekolahnya ini masih banyak murid murid yang berkeliaran walaupun sudah waktunya untuk pulang. Berbagai alasan yang membuat mereka masih tetap ada di sini, ekskull, mengerjakan tugas, dan tidak sedikit yang malah pacaran.
Alya sebenarnya sudah harus pulang se-jam yang lalu, namun karena kemarin dia bolos sekolah, dia harus mengerjakan tugas yang diberikan kemarin hari ini. Kini Alya berada di depan gerbang sekolahnya, dia lalu menyebrang jalanan untuk pergi ke halte yang ada di sebrang sana. Dia duduk di kursi halte menunggu bus sambil melamun.

Alya lalu melihat seorang anak lelaki dari sekolah lain -bisa dilihat dari seragam yang dia pakai- duduk di atas motornya dan sesekali mata lelaki itu melirik lirik gerbang sekolahnya. Beberapa menit kemudian datang seorang gadis dari gerbang sekolahnya menghampiri anak lelaki itu.
Alya tersenyum mengejek sambil melipat tangannya di dada, apalagi saat melihat mereka saling tersenyum menatap satu sama lain dengan tangan yang saling mengait. Lelaki itu lalu memakaikan helm ke kepala pacarnya -mungkin- pikir Alya, jika gadis yang satu sekolah dengannya itu bukan pacarnya, lalu siapa lagi. Setelah memakai helm, gadis itu langsung naik ke motor besar pacarnya, dan memeluk pacarnya itu, motor itu pun melaju ke jalanan.
Alya kembali menyeringgai. Bukannya ia tak suka melihat adegan yang barusan ia lihat, hanya ia sedikit cemburu. Banyak sekali gadis di sekolahnya yang dijemput oleh pacarnya seperti tadi, namun Alya tak pernah merasakannya. Mau merasakan kaya gimana, pacar saja dia tidak punya.

Sebenarnya Alya adalah orang yang datar, dia tidak pernah merasa baper saat melihat orang lain pacaran di depannya. Tapi, tidak tahu apa sebabnya, akhir akhir ini dia selalu seperti itu. Mungkin karena dia sering merindukan lelaki itu akhir akhir ini. Lelaki yang telah menjadi cinta pertama dan tak terbalasnya selama enam tahun ini.
Ahh.. Dia benar benar merindukan laki laki itu, sudah satu tahun dia tidak pernah bertemu lagi dengannya. Sebabnya karena berbagai hal, mulai dari lelaki itu tidak satu sekolah dengannya, sampai yang paling parah lelaki itu mungkin masih membencinya.
Dia kesal dengan dirinya sendiri. Jika saja satu tahun yang lalu dia tidak mengungkapkan perasaan pada lelaki itu, mungkin lelaki itu takkan membecinya, mungkin mereka masih berteman sekarang, mungkin mereka masih bisa bertemu satu sama lain sekarang.
Dia benar benar menyesal. Dia ingin segera pulang sekarang, sebelum dia melihat adegan seperti tadi lagi. Namun, bus yang ditunggunya belum juga datang sampai saat ini. Alya menerjang nerjang angin, merasa kesal.

Ketika itu, datang seseorang yang menaiki motor besar dan berhenti di hadapan Alya. Alya langsung mendelik kesal, mengira orang yang menaiki motor itu akan menjemput gadis yang ada di sekolahnya lagi seperti tadi. Menyebalkan, runtuk Alya dalam hatinya.
Alya menatap orang itu yang tengah melepas helm dari kepalanya. Dan betapa terkejutnya Alya, saat melihat bahwa orang itu adalah Aji, cinta pertamanya. Jantung gadis itu, berdetak kencang, nafasnya sesak, dia langsung berdiri dari duduknya.

“Hai…,” sapa Aji, tersenyum menggoda. Alya menahan nafasnya, saat melihat senyuman lelaki itu.
“Gu, gu, gu, gue?” tanya Alya tergagap gagap. Dia sangat gugup melihat Aji untuk pertama kalinya lagi setelah satu tahun tak bertemu.
“Ya elo lah, emangnya siapa lagi.”

Hahh. Di sini panas dan sesak, Alya tidak bisa bernafas. Aji berbicara padanya? Padanya? Bukannya lelaki itu membenci dirinya, lalu untuk apa dia kemari, datang dan berbicara padanya? Apa mungkin laki laki itu hanya halusinasinya saja? Apa mungkin ini mimpi?
Ya, sepertinya ini benar benar mimpi. Karena tidak mungkin lelaki yang membencinya itu berbicara bahkan tersenyum padanya. Itu hanya bisa terjadi dalam mimpi saja. Benar, ini semua hanya mimpi. Mari kita buktikan…

Plakk…
“Aww.. Lo ngapain mukul gue?” sentak Aji, begitu tangan gadis itu memukul lengan kirinya.

Plakk… Plakk…
Ya, ini mimpi, pikir Alya, dan kembali memberi Aji pukulan di lengan kirinya.
“Hey…!!!” Aji memegang tangan Alya yang masih memukulnya. Ketika tangannya digemgam Aji, jantung Alya kembali berdebar keras. Sontak saja dia melepaskan genggaman itu.
“Lo ngapain mukul gue?” tanya Aji.

Alya langsung menatap wajah Aji, “Sakit gak?” tanya gadis itu dengan wajah datarnya.
“Ya sakitlah!” sentak Aji, wajahnya kini terlihat kesal.
“Berarti ini bukan mimpi,” ujar Alya dengan wajah datar yang masih sama. Dia bicara pada dirinya sendiri dengan mata yang menerawang ke depan sana.
“Emang siapa yang bilang ini mimpi!” mata Aji memutar kesal.
“Terus kalau ini bukan mimpi, lo ngapain di sini?” tanya Alya kembali menatap Aji.
“Gue ke sini mau ngejemput lo.”
“Ngejemput gue?!” teriak Alya.

Apa ini? Apa maksudnya ini? Aji menjemputnya? Untuk apa, bukannya Aji membencinya? Bukannya Aji sendiri yang bilang bahwa dia membenci Alya satu tahun lalu? Lalu kenapa lelaki itu ada di sini untuk menjemputnya. Apa dia mau berbuat jahat pada Alya?

“Kenapa lo ngejemput gue?” tanya Alya, dia benar benar penasaran dengan hal ini.
“Karena gue pengen pulang bareng sama lo,” jawab Aji.
“Kenapa lo pengen pulang bareng sama gue?”
“Karena gue kangen sama lo.”

Kangen?! Alya membulatkan matanya. Dia berteriak dalam hati. Kangen? Lelaki yang membencinya itu kangen? Tidak salah dengarkah dia…

“Selain itu, gue ke sini juga karena gue mau minta maaf sama lo,” ujar Aji di tengah histerisnya hati Alya.
“Mi, mi, mi, minta maaf buat apa?” tanya Alya, dia benar benar gugup kali ini.
“Maaf karena dulu gue bilang gue benci sama lo,”
Telat banget… Komentar Alya dalam hati, di tengah kegugupannya.

“Dan maaf karena sekarang gue cinta sama lo.”
Cinta? Ya, gue juga cinta sama lo. Hati Alya kembali berujar. Tunggu!
“Cinta?!!” teriak Alya tak percaya. Cinta? Lelaki itu cinta padanya? Tidak mungkin.
Alya menatap mata Aji depannya, tidak ada kebohongan di sana. Apa benar lelaki itu mencintainya, kenapa bisa?
“Lo cinta sama gue?” tanya Alya, dan dijawab oleh Aji dengan sebuah anggukan.
“Kenapa lo cinta sama gue?” tanya Alya kembali. Walaupun hatinya bersorak senang karena lelaki yang dicintainya itu mengatakan cinta padanya, dia tetap waspada takut lelaki itu hanya membohonginnya, menjailinya seperti yang pernah dia lakukan saat mereka masih bersama dulu.

“Hhhh.. gimana ya gue ngejelasinnya.”
“Dari awal,” titah Alya.
“Jangan di sini deh,”
“Kenapa emangnya?”
“Gak enak. Mending di tempat lain.”
“Di mana?”
“Ikut aja deh, nanti lo juga tahu. Nih, pake dulu ini!” titah Aji, menyodorkan satu helm pada Alya. Sementara dirinya sudah kembali menaiki motor besarnya.

Alya mendekat ke arah Aji sambil menatap helm di tangannya. Haruskah ia pakai helm itu, haruskah dia ikut dengan Aji. Tapi bagaimana jika Aji hanya menjailinya, bagaimana jika Aji tidak benar benar mencintainya?

Plakk…
“Aww…,” lamunan Alya terhenti, saat ia merasakan satu jitakan di kepalanya.
“Lo ngapain mukul gue?!” tanya Alya kesal.
“Sakit gak?” tanya Aji, dia meniru wajah datar Alya.
“Sakit…,” Alya memanyunkan bibirnya.
“Itu artinya ini bukan mimpi,” ujar Aji masih dengan wajah datar ala Alya, dia lalu tersenyum nakal. Mendegar itu Alya langsung memberikan tatapan mengerikannya pada Aji.
“Suruh siapa malah ngelamun. Sini,” Aji mengambil helm dari tangan Alya, dan lalu ia memakaikannya pada Alya. Dan Alya hanya bisa menahan nafasnya.
“Ayo cepet naik!”
Alya langsung naik ke motor itu.

“Gue mau ngebut, sebaiknya lo pegangan,” ujar Aji, dia berniat untuk modus.
Alya mencibirkan bibirnya, “Nggak ahh,” tolak Alya.
“Ckk.. Lo itu ya, emang gak bisa dibilangin,” ucap Aji. Akhirnya dia menarik tangan Alya dan menuntun tangan itu untuk memeluk tubuhnya.
Alya kaget, dia langsung menarik kembali tangannya. Tapi Aji berhasil menahan tangan itu.
“Udah, diem!”
Terpaksa Alya diam, dan memeluk tubuh Aji. Hahahah.. Alya seperti gadis yang dilihatnya tadi dengan pacarnya.

Cerpen Karangan: Chukky AF
Facebook: Silvi Yani S

Cerpen Apa Ini Mimpi? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sketsa Cinta (Part 1)

Oleh:
Di kelas yang sebagian siswanya sedang sibuk dan rusuh pada jam istirahat untuk pergi ke kantin, aku melihatnya, aku melihatnya lewat di samping kelasku, dia sepertinya akan ke kantin

Lika Liku Mika

Oleh:
Seorang pemudi terduduk di tengah ruangan kecil dikelilingi oleh udara dingin malam hari yang menusuk; dihiasi dengan suara tokek yang bergema di dalam ruangan, terpantulkan antar dinding. Suara angin

Cinta Dalam Diam

Oleh:
Aku berjalan tanpa arah yang pasti menembus tipisnya rintik hujan, angin bertiup membuat jaket dan jilbabku berterbangan. Kuteringat pada sebuah kejadian tadi siang di sekolah. Saat itu cuaca tidak

Dan Jiwaku Tertambat Pada Bulan

Oleh:
Dulu sekali, entah kapan tepatnya aku tidak bisa mengingatnya lagi. Tepat di persimpangan itu, persimpangan Jalan Tentara Pelajar tempat sekolahku dulu tegak berdiri aku berpapasan dengan seorang gadis yang

Ya Sudahlah

Oleh:
Aku begitu putus asa saat ini. Ingin rasanya bunuh diri. Aku hidup atau mati pun gak berpengaruh banyak bagi orang lain. Alasanku ingin mati yang pertama aku sangat obsesi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *