Apa itu Cinta? (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 2 August 2019

Waktu terlalu lama yang membuatku bosan, terkadang bisa membuatku ingin mengulangnya kembali. Bukan untuk menyia-nyiakan kesempatan, tapi untuk merubah yang sia-sia. seperti kata pepatah ‘waktu adalah uang’, dan masa laluku dulu telah banyak menghambur-hamburkanya.

Waktu yang kulalui bersama teman di SMA, kurasa lebih dari cukup untuk membuatku ingin mengulangnya, mengulang semua senyum dan tawa, mengulang semua candaan alay mereka, semua kerjasama yang pernah kita bangun. Aku merindukan itu.

Namun ada waktu pula dimana aku ingin merubah dan mencari sesuatu yang kurasa membuat masa-masa SMA ku dulu belum begitu lengkap. Hal yang mengukir penasaran begitu lama.

Cinta.

Apa itu Cinta?
Bagaimana cinta itu terjadi?
Dan bagian mana letak cinta itu?
Aku belum tahu.

Delinda Diana Ashari, terkenal dengan sikap posesifnya terhadap cinta. Mereka yang melihatku mungkin merasa kasihan, atau bisa berpikir jika aku hebat. karena mataku tidak bisa dibutakan cinta.

Tidak pernah merasakan cinta, bukan berati aku tidak pernah pacaran, hal itu lumrah dikalangan remaja, dan rasa penasaranku akan cinta berawal sejak kelas 2 SMA.
Setidaknya ada beberapa laki-laki yang populer di kalangan wanita dan menyatakan perasaanya padaku, atau yang biasa mereka sebut dengan istilah ‘nembak’, dan aku menerima salah satu lelaki yang berparas tinggi kira-kira 170cm, kulit sawo matang, rambut hitam kental, badanya bidang dan tegap, berat badan sekitar 60 kg, dengan wajah sedikit tirus, hidung mancung, juga ada 1 tahi lalat di ujung mata kirinya.
Selain semua itu, senyumanya manis dan dia masuk kategori ‘lelaki tampan incaran gadis SMA’. Aku akui itu, aku masih bisa melihat dan menilai seseorang dengan jelas. Namun, alasan itu tidak bisa membuatku menemukan arti cinta. Ada salah satu temanku yang menyarankanku untuk menerimanya dengan alasan, dia belum pernah pacaran dan belum pernah menembak satu wanita di sekolah, dan sekarang dia tertarik padaku. “Mungkin saja dia jatuh cinta padamu,” mereka semua beranggapan seperti itu.
Jika hanya penasaran yang kupikirkan, dan aku tidak mencaritahu maka hasil yang kudapat adalah ‘nol’ oleh sebab itu aku ikuti semua saran mereka.

17-4-2017, resmi menjadi tanggal aku berpacaran denganya, namanya ‘Ardian Putra Agung’

Yaah, aku baru pertama ini pula berpacaran, dan menurut informasi dari para gadis yang berlangganan curhat masalah percintaan padaku, berpacaran itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Bisa berbagi masalah, berbagi kasih sayang, ada yang mempedulikan, dan ada yang berselingkuh. itu adalah beberapa informasi yang kutangkap mengenai mereka, dan aku yang benar-benar gaptek soal cinta merasa jijik pada kebutaan mereka yang dikarenakan oleh ‘Cinta’.

Beberapa hari setelah aku mengatakan ‘iya’ yang berarti bersedia menjadi pacar Andri. ia tidak pernah menghubungiku. Walaupun hanya untuk sekedar mengirim sms ‘pagi’ atau menghampiriku ke kelas untuk menyapa atau hal lain yang biasa orang-orang lakukan. insiden menembak itu seperti bualan, dan aku tertipu. Selanjutnya aku menuntut jawaban pada Andri kenapa dia diam saja selama beberapa hari ini.

Aku menghampirinya di kelas ‘XI Mia-2’ dan dia sedang berada di kursinya, nomor 3 di depan kursi guru, ia tengah mengetik sesuatu di laptop yang bercover animasi ‘Fairy Tail’ jepang, dan satu hal lagi yang aku tahu dari dia, ‘vvibu’ akut.
Saat aku masuk kelas dan dia melihatku, ia terperanjat dan mengrenyit kaget. “Diandra?”
“Hei, ndri” aku duduk di kursi depanya.
“Ada masalah apa?” Pertanyaan yang bodoh keluar dari wajah tidak bersalahnya.

Karena aku bukan tipe berbelit, kuserang dia dengan pertanyaan “Sudah 4 hari sejak kita resmi pacaran, dan kamu tidak menghubungiku sama sekali, ada apa?”

Dia menutup laptopnya, menggandeng tanganku keluar kelas menuju lapangan belakang yang sepi, dan jarang dilalui siswa, dia menyuruhku duduk di bangku sebelah tempat voly. Ia menghela nafas panjang.

“Kau buang-buang waktu ya ternyata” aku beranjak pergi. Namun dia menarik tanganku dan menyuruhku duduk kembali.

“Dengarkan dulu” katanya, “Kau pernah dengar jika aku belum pernah berpacaran, dan tidak pernah menembak satupun wanita meski aku populer, kau tau kenapa?” aku menggeleng “aku tidak tahu arti cinta, dan hubungan. Salama belasan tahun aku bersifat pesimis pada hal itu. Dan aku mendengarmu dari pembicaraan mereka, kau gadis dingin dengan sejuta talenta, apa kau sadar kau itu juga populer di kalangan laki-laki”
“Apa maksudmu?” aku berdiri dan bertanya dengan nada tinggi.
“Tidak, tunggu, jangan salah paham. Maksudku, karena mereka aku tahu kamu, sama sepertimu kita ini sama”

Tanpa bertanya apa maksud dari perkataanya, tanpa berpikir panjang pula aku tertarik padanya. dia bukan seperti pria lainya yang menganggap sepele soal cinta dan hubungan, meski dia bodoh akan hal itu tapi dia menganggapnya serius.

“Lalu ada apa selama 4 hari? kenapa diam saja? kenapa tidak dari awal” lanjutku menanyakan tentang kemisteriusnya.

Dia tersenyum dan tertawa kecil “Ohh, maaf beberapa hari ini aku ada tugas dan ulangan, sampai lupa jika aku sudah punya pacar,”

Suara murid-murid dari kejauhan lapangan mulai terdengan pelan, angin menghembuskan daun melewati kami, rambutku ikut terbawa, namun tidak dengan kata-kata yang baru ia ucapkan, seketika aku ingat jika kita memang sudah berpacaran. Kami terdiam membisu, aku merasa malu pada satu sama lain. Dari yang awalnya kupandang misterius, dia berubah menjadi lelaki polos, yang sekarang ini mengalihkan pandanganya dariku, dari tatapan mataku yang masih melihat wajahnya.

“Ahh, maaf ya. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu. sungguh ini yang pertama kalinya, dan aku belum mengerti benar maksud dari hubungan ini sebenarnya” perkataanya menggelikan.

“Baik, jadi apa tujuanmu sebenarnya?” dia diam, menatapku dengan senyuman.

TBC!

Cerpen Karangan: Nadilla
Blog / Facebook: NaSha
18 y.o
SMA 12
ig: nadilla_um

Cerpen Apa itu Cinta? (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


About Love in Bamboo Forest

Oleh:
“Aduh!” Aku meringis kesakitan sambil berusaha mengangkat sepeda yang menimpa tubuhku. Sudah ditimpa sepeda, aku pun harus menikmati ‘manisnya’ lutut kaki kiriku tergores di jalanan depan Togaden ini. “Dasar

Cinta Penuh Kegalauan

Oleh:
Sms antara beiby(cowo) dan cinta(cewe) : B : cintaa.. C : yaa bebz? B : kok smsku dibalesnya lama banget ? C : abiz bobo bebz.. B : ohh..

Unforgettable Day

Oleh:
Ini adalah hari terakhir Masa Orientasi Siswa tahun ajaran 2013-2014, ditutup dan dimeriahkan dengan diadakannya Pentas Seni. Siswa siswi kelas XI dan XII turut berpartisipasi dalam acara ini, tak

Cafe Pertigaan Jalan

Oleh:
“Keni, gua pulang dulu. Jangan lama-lama bacanya, cepet pulang oke?” “Iya, sebentar lagi juga selesai. Lagi seru nih,” kata Keni yang tak berpaling dari bukunya. “Gak ada alasan lain

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *