Beludru Merah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sejati, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 9 May 2018

Ingatan yang terngiang bagai kaset yang terus berputar dalam display. Ceritanya, wajahnya, dan hangatnya sentuhan saat ia memegang tangan yang sudah mulai renta ini. Tersenyum pada pigura yang tergantung bebas pada dinding krem yang baru saja dicat ulang setahun yang lalu karena ia ingin merubah suasana rumah agar menjadi asri kembali.

Setiap hari akan menunggunya pulang dan membuka pintu coklat tua rumah ini, menunggunya sambil menyiapkan makan malam untuknya. Berapa tahun, berapa hari, dan berapa jam akan selalu menunggunya.

Masih kuingat saat ia berjalan padaku dan berkenalan. Betapa manisnya ia saat tersenyum dengan canggung ia memperkenalkan diri. Dan betapa gagahnya ia yang berjalan juga berlutut untuk melamarku di rumah kaca yang penuh dengan hamparan bunga Tulip dan Lily. Kutahu ia bukanlah seorang yang penuh dengan keromantisan dan berpenampilan formal, melainkan kebalikannya. Ia tak bisa untuk tak melucon sampai menggelitik perut.

Namun dengan katanya yang tegas dan lagi sedikit canggung, mengeluarkan sesuatu dari saku celana putihnya dan bisa dilihat itu adalah kotak beludru merah. Dengan pipi yang sama-sama memerah ia menjulurkan sebuah cincin perak dengan butiran diamond indah di sekeliling dan di tengahnya serta goresan namanya di belakang cincin tersebut.

Seperti kupu-kupu yang terbang kesana-kemari, perasaan yang tadinya beku telah mencair dengan sendirinya. Dengan adanya ia semua hidup yang tadinya semu dan abu-abu menjadi warna dengan datangnya ia, seperti mimpi bahwa ia di takdirkan untuk hidup ini. Sebuah anugerah ia bisa di sini sampai sekarang.

Beludru merah itu sekarang masih tersimpan rapi meski sudah sedikit usang, ia selalu mengingat akan perkataanya dulu, saat ia akan selalu bersama sampai ajal menjemput kami. Sungguh kata yang klise namun itu adalah perkataan yang sangat menyentuh kami. Dan dari sanalah perjalanan kami hidup sampai keriput dan tua.

Cerpen Karangan: Rifah Dian Khasana
Facebook: Kira Riefaf Fah

Cerpen Beludru Merah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dongeng Malam Pertama

Oleh:
Di dalam sebuah kelas yang berjumlah empat puluh sembilan orang. Seorang guru untuk mata pelajaran kimia sedang menerangkan kepada semua murid-murid yang ada di dalam kelas itu. Sambil membawa

Malam Pergantian Tahun

Oleh:
“iseng banget sich lo, gx ada kerjaan yach, gangguin orang.” Umpatku kepada seorang pria yang berdiri tepat dibelakangku. Yang ternyata didengar reika sahabatku dari tadi. “ada apa sich sil

Putri Naswa

Oleh:
Pada zaman itu ada seorang putri naswa yang buruk rupa,hingga pada suatu hari dia bermimpi bertemu seorang pangeran “cantik kemarilah!”katanya sang putri melihat kekanan kiri,tidak ada orang selain ia.

Di Bawah Hujan

Oleh:
“Ana! Tunggu!” Aku menghentikan langkahku dan menengok ke belakang. Sahabatku, Tasya, berlari ke arahku. Setelah sampai dia menghembuskan nafas panjang karena kelelahan berlari. “Cepet banget sih jalanmu! Aku capek

Table No 5

Oleh:
Sebuah Caffetaria berdiri tepat di seberang pertigaan biasa aku bekerja, di sinilah mataku berlabuh pada sosok semampai yang tengah duduk termangu berpangku tangan di lengan kursi besinya. Matanya memandang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *