Baca Juga Cerpen Lain’nya:

First Love

Dan pada akhirnya pilihan yang memihak untuk menentukan langkah kedepan, aku tak penah mengerti apakah hanya takdir yang bisa mengubah ini menjadi nyata? semua hanyalah bayangan semu di benakku, bukan sekedar janji yang aku...

Enjoy Bin Joy Bersama Rohis Tangsel

“Busnya dimana, ah?” ucap Pak Taufiq di akhir salamnya. Beliau adalah guru dari Mts. Miftah ‘Asaadah yang datang bersama dengan siswanya, wajahnya masih kusut. Terlihat masih larut menyisihkan mimpi. Dan masih berserebat...

Raflesia Mekar di Losari (Part 3)

“maafkan aku membuatmu menunggu hingga sampai larut seperti ini..” ujar ilham memulai perbincangan mereka. “iya.. kamu nyebelin banget sih.. Ini sarabah sampe dingin dibuatnya..” Ujar nira sembari cemberut.. “maaf.....

Mungkin Aku…

Belakangan ini dia sering terlihat murung, tak bersemangat seperti biasanya. Bola basket yang selalu dimainkannya dengan lincah, sekarang hanya ia pantulkan lemah sambil duduk di pinggir lapangan. Aku memang selalu mengamatinya...

Bukan Ann Tapi An

Jam dinding berwarna cokelat yang masih setia menempel di dinding ruang kelas menunjukan pukul 10.15 WIB. “Masih lama” ucapku yan sedari tadi telah menunggu detik-detik berbunyinya bel kebahagiaan, alias bel istirahat....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply