Cinta Bersemi di Toko Buku (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 19 December 2014

Seminggu setelah kejadian itu airin jadi lebih banyak diam dan merenung. Kalau dia ketemu rendy dia seperti seseorang yang terkenal phobia terlalu berlebihan sehingga membuatnya takut untuk ketemu cowok itu. Mama airin sedih melihat sikap airin yang tak mau bercerita apa-apa padanya, dan akhirnya mamanya pun minta bantuan pada ryan untuk membuat airin ceria lagi seperti semula.

Suatu ketika airin sedang duduk di halaman belakang rumahnya sambil merenung, ryan menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Airin pun spontan langsung memandang sinis ke arah ryan. “ngapain lo disini?” tanyanya ketus. “ya allah sinis amat, jadi takut gue” jawab ryan. Airin memalingkan pandangannya. “hmm.. Lo kenapa sih?” tanyanya lagi. “gak tau!” jawab airin jutek.
“patah hati ya?” “berisik lo!” “yee marah, gue kan cuma nanya” jawab ryan. “apa urusannya sama lo?” tanya airin. “ya gak ada sih, gue cuma pengen ngehibur lo” katanya. “sejak kapan lo baik sama gue?” tanyanya sinis. Ryan celingukan. “loh kok diem?” tanya airin lagi. “ah lo, gue baik lo malah ngomel!” jawab ryan. Ryan pun menunduk dan terdiam. “lah kok malah elo yang ngambek?” tanya airin. “kagak!” jawab ryan jutek. Airin pun mulai menggoda ryan dengan lawakan lawakan lucu dan konyol dan ryan pun tertawa. Sejak saat itulah mereka menjadi akrab dan sering bersama hingga pada suatu hari saat mereka pergi ke toko buku…
“yan gue liat novel yang disana dulu ya” kata airin sambil melangkah menuju rak-rak buku yang berisi novel-novel remaja. Saat dia tak sengaja menoleh ke arah sepasang kekasih yang sedang bercanda di sebuah kursi yang khusus disediakan untuk para pelanggan yang ingin sekedar membaca buku. Airin sepertinya kenal dengan suara cowok itu dan dia pun memandangi cowok itu dari kejauhan dan ternyata saat cowok itu menoleh ke arahnya. “rendy?” gumamnya. Airin langsung mengalihkan pandangannya dan berpura-pura melihat-lihat novel seolah-olah dia tak melirik ke arah mereka.

Tak berapa lama kemudian bersamaan dengan mereka meninggalkan tempat itu ryan menghampiri airin. “udah nemu belum rin novelnya?” tanya ryan. “udah, nih” jawab airin sembari melirik ke arah tempat rendy dan cewek yang sedang bersamanya tadi. “lo kenapa rin?” tanya ryan lagi saat melihat cewek yang ada di hadapannya itu celingukan. “ng..Nggak kenapa-napa kok” jawab airin gugup. “kasir yuk” ajak airin sembari menarik tangan ryan.

Setelah selesai membayar buku yang ingin mereka beli di kasir, ryan dan airin pun keluar dari toko tersebut dan berjalan menuju parkiran. Mereka pun masuk ke dalam mobil ryan. “yan gimana kalo ke café mawar aja” kata airin. “boleh juga tuh, gue udah laper nih” jawab ryan sembari menyetir mobilnya dan melaju ke café mawar.

Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan untuk airin, karena dia dapat melupakan kesedihannya meskipun tadi sempat ketemu sama rendy. Dan ternyata ryan tidak terlalu menyebalkan seperti yang dia fikirkan.

“hah.. Kenyang gue sampe susah mau berdiri” kata ryan sambil mengelus-elus perutnya. Airin hanya cekikikan melihat ryan. “lu sih makan kebanyakan” timpal airin. “abisan gue laper sih” jawab ryan. Mereka sama-sama terdiam dan saling menatap satu sama lain. Ryan merasakan getaran dalam hatinya saat menatap mata airin. Begitu juga dengan airin yang merasakan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat saat menatap ryan. Tapi mereka tiba-tiba tersadar dan saling mengalihkan pandangan. “hmm… Yan balik yuk” kata airin. “oh iya iya” jawab ryan.

Sesampainya di rumah airin…
Ternyata mamanya airin dan tante dewi, mama ryan sudah duduk-duduk bersantai di halaman depan rumah airin dan tersenyum melihat kedatangan ryan dan airin. “eh. Kalian udah pulang” tanya mama airin. Ryan dan airin pun memnghampiri mama mereka. “gimana seru gak jalan-jalannya?” sambung tante dewi. “ih mama apaan sih” jawab ryan dengan wajah memerah. “ya udah aku pulang dulu ya lis” kata tante dewi pada mama airin. “ya wi, makasih ya. Jangan kapok-kapok main kesini” jawab mama airin. “hati-hati ya tante” ucap airin. “iya sayang ya udah tante pulang dulu ya” balasnya. “hmm.. Rin aku pulang dulu ya” pamit ryan pada airin. Airin hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Lalu tante dewi dan ryan pun pulang.

Airin masuk ke dalam dan merebahakan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur, dia memandangi langit-langit kamarnya dan terlintas di fikirannya wajah ryan. “kok gue jadi mikirin dia sih?” gumamnya dalam hati. Entah mengapa akhir-akhir ini moodnya lagi happy kalau deket sama cowok itu, padahal kemarin-kemarin dia benci banget sama ryan. Airin selalu ngerasa nyaman kalau deket sama ryan dan dia gak pernah ngerasa sebahagia itu kalau deket sama rendy. Di tengah lamunannya tiba-tiba dia tersadar saat hpnya berdering. Ada satu pesan di layar hpnya, airin pun membuka pesan itu.

From: ryan
Rin besok kan hari minggu, gue mau ngajak lo ke acara reunian temen-temen smp gue. Lo mau gak?
Tanpa airin sadari dia langsung mengetik kata “iya” pada balasan sms itu, dan saat dilihatnya di sent items, pesan itu sudah terkirim. Airin hanya terdiam sambil menunggu ryan membalas smsnya. Dan tak lama kemudian hpnya berdering kembali yang ternyata balasan sms dari ryan.
“oke besok siang gue jemput lo jam 2, sampe jumpa besok ya rin”
Airin hanya membalas sms itu dengan smile senyum.
“huff” airin menghela nafas panjang sembar memejamkan matanya. Saat dirinya hendak terlelap tidur, mamanya memanggil dirinya. “rin, makan malem dulu. Papa sama mama tunggu di bawah ya, cepet!!” teriak mamanya dari ruang makan yang terletak di lantai bawah. Airin pun bangun dan beranjak dari tempat tidurnya untuk turun ke lantai bawah.

“kusut amat muka lo” ledek sang kakak. “berisik!!” jawab airin jutek. Airin pun mengambil nasi serta lauk pauk yang tersedia di meja makan. “tumben makannya dikit” kata papanya airin. “hmm mama tau nih pasti kamu tadi udah makan kan di luar sama ryan?” timpal mamanya. “ryan siapa ma?” tanya kak aldin, kakak airin. “nggak, cuma temen” jawab airin sembari menyuapkan nasi ke mulutnya. “temen apa temen?” ledek kakaknya lagi. “ih resek lo, beneran cuma temen” jelas airin. “udah udah makan dulu gak usah ngomong” kata sang papa.

Setelah selesai makan airin membantu mamanya untuk mencuci piring lalu dia masuk ke dalam kamarnya. Karena hari ini airin gak ada tugas jadi dia bebas mengutak-atik laptopnya untuk internetan. Saat dia membuka twitter, ternyata ada dm dari rendy.
(rin lo jadian ya sama ryan?)
Airin hanya bengong melihat dm dari rendy, “kok bisa dia tiba-tiba ngomong gitu?” gumamnya. Dan dia pun mulai mengetik balasan untuk rendy,
(nggak kok lo tau dari mana)
(huff. Gue kirain iya, syukur deh, dan gue masih ngarep lo mau jadi pacar gue)
Airin bingung saat rendy membalas dm nya itu, dia bertanya-tanya dalam hatinya. “bukannya gue udah nolak dia? Kenapa dia masih ngarep?”

Jam dinding menunjukkan pukul 11 malam. Meskipun besok hari libur rasa kantuk airin mulai terasa, dia pun men logging off laptopnya dan tidur.

Keesokan harinya..
Matahari pagi menyelinap masuk ke dalam kamar airin. Gadis remaja itu masih tertidur pulas di atas ranjang tempat tidurnya. Perlahan-lahan pun dia membuka matanya yang masih terasa berat karena rasa kantuknya, lalu dia terduduk di tepi tempat tidur. Tiba-tiba pintu kamar airin dibuka dan ternyata yang masuk adalah mamanya. “rin temenin mama belanja yuk” kata sang mama. “hmm.. Emang ini jam berapa sih ma?” tanya airin. “tuh weker kamu udah jam 9” jawab mama airin. “hah? Serius ma, haduh” airin langsung berdiri menuju kamar mandi di dalam kamarnya. “rin kamu mau kan temenin mama?” tanya mamanya. “oke ma” jawab airin dari dalam kamar mandi.

Setelah selesai bersiap-siap airin menghampiri mamanya yang sedang menunggu di ruang tamu. “yuk ma” kata airin dengan wajah berseri-seri. “kamu kenapa rin, kok seneng banget keliatannya hari ini?” tanya mamanya. “hmm, nggak kenapa-napa kok ma, yuk ma” jawab airin sambil menggandeng tangan mamanya ke luar rumah.

Setelah sampai di depan mall airin dan mamanya masuk, melihat beberapa toko-toko atau distro yang ada di dalam mall itu tapi tiba-tiba di salah satu distro yang mereka masuki airin melihat rendy dengan seorang cewek, cewek itu sedang mencoba baju-baju yang disukainya dan dia menanyakan pendapat rendy. Saat rendy hendak menoleh airin berbalik badan dan pura-pura tidak melihatnya. Lalu setelah cewek itu membayar baju itu di kasir dia dan rendy keluar dari distro itu. Karena rasa penasarannya airin pamit kepada mamanya untuk mengikuti mereka. “ma airin ke toilet dulu ya” kata airin pada mamanya. “ya udah tapi jangan lama-lama ya” pesan sang mama.

Airin pun langsung mengikuti rendy dan cewek yang sedang bersamanya dengan jarak agak jauh agar tidak ketahuan. Cewek itu menggandeng tangan rendy dengan sangat mesra dan rendy kelihatannya nyaman jalan sama cewek itu. Mereka pun berhenti di sebuah toko sepatu dan cewek itu mengajak rendy masuk ke dalamnya. Airin pun langsung membuntuti mereka, dan dia pura-pura melihat sepatu yang terpajang di rak-rak sambil sesekali mendengar pembicaraan mereka. “sayang beliin aku sepatu yang ini dong” kata cewek itu pada rendy. “sayang?” kata airin dalam hatinya. “apa mungkin dia cewek rendy?” gumamnya. Airin pun keluar dari toko itu dan kembali ke tempat mamanya menunggu. “ma udah siap?” tanya airin. “udah yuk pulang sekarang” jawab mamanya.

Sesampainya di rumah waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, airin pun segera bersiap-siap untuk datang ke acara reunian smpnya ryan, sementara menunggu cowok itu menjemputnya. Tak lama kemudian pun ryan sudah datang, airin dan ryan berpamitan pada mamanya airin dan langsung tancap gas menuju tempat reunian.

Semua teman-teman ryan sudah berkumpul disana, saat airin dan ryan datang dan masuk ke rumah temannya yang dijadikan tempat semua teman smpnya berkumpul, seorang cewek bergaun hijau pupus menghampiri mereka dan langsung menggandeng tangan ryan. “lo rian kan? Lo masih inget sama gue kan yan?” tanyanya. Ryan menatap gadis itu dan mencoba mengenalinya. “ah lo masa udah lupa sih? Gue tasya!!” katanya lagi. Ryan kaget saat cewek itu mengatakan siapa dirinya. “tasya? Ya ampun! Sori-sori gue lupa, apa kabar lo sya?” tanya ryan pada cewek itu. Keakraban ryan dan cewek di hadapannya itu membuat hati airin tiba-tiba merasa cemburu. Lalu gadis itu pun perlahan-lahan ke luar dari keramaian ryan dan teman-temannya dan mencari tempat yang sepi, di sebuah danau kecil di antara taman-taman yang ada di halaman belakang rumah teman ryan tersebut. Airin duduk melamun di sebuah kursi panjang yang ada di taman itu, membayangkan saat tasya (teman smp ryan) menggandeng tangan ryan dan menunjukkan sikap manja pada cowok itu.

Tiba-tiba rendy menghampirinya.. “rin lo ngapain disini?” tanyanya. Airin menatap sinis pada rendy dan tidak menanggapi cowok yang sedang duduk di sebelahnya itu. “rin lo kenapa?” tanyanya lagi. “gak usah sok baik lagi deh sama gue!!” jawabnya ketus. “rin gue bener-bener gak ngerti deh maksud lo apa?” kata rendy sembari mengerutkan dahinya dengan ekspresi bingung. “udahlah gue udah tau kok semalem lo jalan kan sama cewek di mall, seharusnya kalo lo udah ada cewek gak usah lo nembak gue!!” bentaknya sambil pergi meninggalkan rendy.

Saat airin hendak kembali ke pesta reunian itu, dia melihat ryan dan tasya berpelukan dan saling menatap. Airin mengurungkan niatnya untuk kembali kesana dan memilih pulang, tapi saat dia berbalik ryan berlari menghampirinya. “rin lo mau kemana?” tanya ryan. “gu..Gue mau pulang” jawab airin sambil mengusap airmata yang menetes di pipinya. “lo nangis rin?” tanya ryan lagi. Airin melepaskan tangannya yang dipegang ryan dan langsung masuk ke dalam taksi yang tadi diberhentikannya.

“rin gimana pestanya?” tanya sang mama saat airin memasuki ruang tengah. Airin hanya diam dan masuk ke dalam kamarnya. “tuhan ada apa denganku?” kata airin sambil meluapkan rasa sedih yang ada di dalam hatinya dengan tetesan airmata. Airin benar-benar bingung dengan apa yang dirasakannya, setelah lama kelamaan kenal dan deket sama ryan dia ngerasa ada yang beda dan perlahan-lahan dia pun mulai memahami jika hatinya telah luluh oleh cowok itu. “tok..! Tok..!” pintu kamar airin diketuk seseorang dari luar. Airin pun manghapus airmatanya dan beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu. “kenapa ma?” tanya airin. “tuh ada ryan di luar” jawab mamanya. “bilang aja airin lagi capek dan gak mau diganggu” kata airin langsung menutup pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kembali. Airmata airin kembali menetes membasahi pipinya setelah mengetahui ryan datang ke rumahnya, dia tak ingin memnemui cowok itu.

Semenjak airin melihat keakraban ryan dengan cewek itu, dia jarang lagi dekat dengan ryan. Dan jika ryan datang menghampirnya dia pun langsung ngeloyor pergi. Saat airin sedang ngumpul bareng teman-temannya ryan datang menghampiri mereka dan menatap airin dengan tatapan serius. “hey ladies boleh pinjem airinnya bentar gak?” kata ryan. Teman-teman airin pun ketawa-ketawa dan salah satu temannya menjawab kata-kata ryan. “biar kita aja yang pergi” lalu mereka pun beranjak pergi meninggalkan ryan berduaan dengan airin.

Saat teman-teman airin pergi cowok itu duduk di sebelah airin yang masih buang muka ketemu sama dia. “lo kenapa sih rin?” tanyanya. “gak kenapa-kenapa” jawab airin jutek. “lah trus lo kenapa ngehindar dari gue?” tanyanya lagi. “gue nggak ngehindar dari lo” jawabnya. Mereka terdiam sejenak dan saling bertatapan. “tuhan mengapa rasa itu tak bisa hilang” gumam airin saat menatap wajah cowok yang ada di hadapannya itu. Ryan memegang tangan airin dan menatap gadis itu dengan tatapan tajam. “rin sebenernya gue udah suka sama lo semenjak kita pertama kali ketemu” ucapnya. Airin menunduk mendengar kata-kata ryan, jantungnya berdegup semakin kencang saat ryan menyatakan perasaannya. “rin, lo mau jadi pacar gue?” tanya ryan. “hmm.. Sori yan gue belum bisa jawab sekarang” kata airin gugup. “kenapa?” tanya ryan lagi. “gini aja deh, kalo lo mau tau jawaban gue, lo dateng ke revana (toko buku yang sering dikunjungi oleh airin sekaligus tempat ryan dan airin pertama kali bertemu) ntar sore jam 5” jawab airin. “oke” kata ryan.

Bel masuk pun berbunyi… Airin mulai berjalan menuju kelasnya. “rin” panggil ryan. Airin pun berhenti dan menoleh. “sampe jumpa ntar sore” kata ryan sembari tersenyum lebar. Airin berbalik sambil senyum-senyum sendiri dan kembali melangkah menuju kelasnya.

Jam menunjukkan pukul setengah 4 sore, airin mulai sibuk mencari-cari baju yang akan dikenakannya ke toko buku itu. Setelah semuanya dipersiapkan airin pun bergegas mandi. Tak berapa lama kemudian… Airin keluar dari kamarnya dan memanaskan mobil coklat yang terparkir di halaman depan rumahnya untuk bersiap-siap pergi. Dia tak sabar ingin bertemu dengan cowok yang dicintainya itu.

Setibanya disana airin langsung masuk ke toko buku itu. Tapi dia agak bingung saat melihat isi dalam toko buku yang dipenuhi dengan balon-balon berbentuk love, dan sebuah kain yang tergantung di pintu masuk bertuliskan “you’re my love” airin malah mengira toko buku itu sedang berulangtahun, namun mengapa di dalamnya tidak ada orang sama sekali? Airin mengambil hp yang ada di dalam tas mungilnya, dia menelpon ryan. “halo yan, lo dimana?” tanya airin saat teleponnya sudah menyambung. “liat ke belakang deh” jawab ryan. Airin pun menoleh dengan hp yang masih menempel di telinganya. “ryan?” kata airin keget melihat ryan yang sudah berdiri di belakangnya dengan membawa bunga. Ryan menghampiri airin yang berdiri terdiam seribu bahasa. “jadi lo yang desain ini semua?” tanya airin. Ryan mengangkat alisnya. “ya ampun ryan, lo so sweet banget sih” ucapnya. Perlahan-lahan beberapa cowok masuk ke dalam dengan beberapa alat musik yang dibawa mereka. Lalu sekelompok cowok itu pun mulai memainkan alat musik yang mereka bawa dan mulai terdengar alunan musik yang sangat romantis. “rin, would you to be my dear?” tanya ryan. Airin mengangguk pertanda dia menerima ryan menjadi kekasihnya. Mereka pun hanyut dalam alunan musik yang indah itu dan keduanya saling berpelukan.

Cerpen Karangan: Langgeng Dwy Rahayu
Facebook: Dwi Rahayu

Cerpen Cinta Bersemi di Toko Buku (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Bisa

Oleh:
Kedua ibu jarinya begitu lincah menari di depan layar handphonenya. Mata masih memandang dengan begitu jeli. Hingga akhirnya konsentrasinya itu terpecah, handphone dibanting ke atas kasur, bersamaan dengan ia

Burung Kertas

Oleh:
Pagi ini kembali kulihat kak Devan tengah membenahi motornya yang sudah usang terkoyak usia, hal itu terlihat dari beberapa bagian motor yang terbuat dari besi yang kini sudah berubah

Ombak Yang Bergelombang

Oleh:
Matahari masih terlihat malu-malu menampakkan wajahnya. Udara pagi yang dingin menyapa Annissa lewat jendela kamar yang telah ia buka. Annissa telah bersiap dengan handuk dan baju ganti di tangannya.

Kenyataan Pahit

Oleh:
Aku terus berlari menjauhi tempat menyedihkan itu. Tempat dimana aku mengetahui fakta miris. Aku benar-benar sangat kecewa. Air mataku tak berhenti mengalir. Hujan semakin deras dan menghatam tubuhku. Tapi

Sepenggal Nama Mengubah Kisah

Oleh:
Mentari sedang kokohnya menyemburatkan teriknya, terlihat dua sahabat menyusuri jalan pulang dari kampus menuju pondok pesantren yang mereka tinggali. Mereka ini sama-sama semester akhir. Mereka terlahir dari rahim yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *