Cinta Monyetku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 14 October 2014

Ku tak tau yah kok kalau pacaran di masa putih biru atau putih abu-abu di sebutnya cinta monyet padahal kan, kita pacaranya gak gelantungan di pohon atau kita pacaran di hutan sambil makan pisang?, aneh ya gan. Coba kita pikir perasaan cinta monyet sama cinta dewasa kan sama aja cuman umur yang membedakan, sama sama punya rasa sayang dan cinta hayo lho.
Atau mungkin sejarahnya dulu ada orang orang purba terus mereka pacaran awalnya sih pacaran sama orang cuman lama-lama mereka bosen abisnya pacaran cuman jalan jalan ke hutan udah itu mereka bosen cuman lihat pemandangan di pantai. Akhirnya orang purba itu pergi ke hutan lau karena ilusinya dia pacaran sama monyet.. Langsung ibunya bilang “kok kamu pacaran sama monyet?”. Lalu sang anak bilang “ini baru cinta yang ku rasakan cinta monyet”

Langsung aja ke cerita aku gan, cinta monyet ini aku alami saat aku usia 15 tahun biasa anak abg yang masih pake baju putih biru. Panggil aja aku iyan, saat itu aku masuk kelas 3 smp waktu itu aku kelas 9 h di salah satu sekolah di bandung. Sekolah yang bertepat di jalan centeh, kalian yang sekolah di bandung pasti tau dong sekolah itu?. Aku yang terkenal urakan, dan tidak apik dalam benda selalu pergi ke sekolah tak pernah membawa alat tulis, jangankan alat tulis buku aja sering ketingalan tapi aku termasuk orang pandai di sekolah ku itu hahah (sombong).

Suatu waktu aku tak membawa sebuah penghapus ke sekolah, penghapus adalah hal yang penting ketika kita salah apalagi kita tak kenal dengan teman yang lain, kan baru masuk tingkatan baru. Akhirnya aku pun meminjam sebuah penghapus pada seorang wanita karena teman cowok di kelasku sangar. Saat ku menyapanya dengan kata “hai” sok akrab banget aku yah. Di saat dia menengok dan mengkibas rambutnya begitu indah senyumnya, matanya, juga ucapanya saat dia bilang “iya apa?”, “boleh ku pinjam penghapusmu? Ucapku.. Dia bicara “ambil saja di tempat pensilku”. “Terimakasih” kataku, disini kisah cinta bermula

“Boleh ku tau siapa yang meminjamkan penghapus untuku?” Kataku, walau aku ingat namun aku ingin tau siapa nama dia sebenarnya, “aku, aku, aku,”, lalu aku ucap “memang siapa namamu?” dia berkata “namaku chika, lalu kau siapa?” Aku pun menjawab aku iyan panggil saja seperti itu. “ouh ok” katanya.

Semakin lama aku ingin lebih dekat dengan dia, aku pun berpikir keras hingga hidupku ku pertaruhkan untuk cinta (lebay). Akhirnya ku tau aku mengakalinya dengan meminta nomer hapenya pada seseorang temannya, tapi karena aku takut kalau orang lain tau aku mencintainya maka aku pun pura pura menanyakan pr padanya. Aku mengatakan apakah untuk besok ada pr. Dia menjawab memang ada pr walau sebenarnya aku tau pr itu dan sudah ku kerjakan. Malah dia pun belum mengerjakanya aku pun memberikan bukuku pada esok pagi agar dia kerjakan kebiasan anak smp masa kini, akhirnya kami pun dekat dan selalu berduaan denganya pada bunyi bel jam istirahat yang seperti bunyi es krim itu. Suatu waktu aku pun mengalami kecelakaan yang begitu lumayan keras jatuh dari motor, 1 minggu aku tak masuk sekolah. Saat aku masuk yang pertama menghampiriku adalah dia yang begitu khawatir padaku. Sampai sampai dia yang menungguku di depan pintu. Disana aku tau mungkin dia juga punya rasa padaku.

Berhubung aku jenius, suatu waktu aku disuruh guruku untuk mengajarkan sebuah pelajaran pada teman teman ku. Ku tunggu mereka di lantai tiga dan.. Semua teman kelasku datang harusnya saat itu aku ikut pertandingan futsal tapi karena ini tugas mulia aku coba untuk membantu guruku. Ak upun menjelaskan semuanya pada teman teman hingga akhirnya mereka bisa semuanya. Saat semua beres ku lihat chika sendirian lalu aku menghampirinya dan mengajaknya ngobrol.. Karena sepertinya ia sedang murung aku pun mengajaknya bercanda. Ku tulis di tanganya sebuah coretan dan ku tulis tulisan “mamah”. Lalu iya membalas tulisan di tanganku dengan kata “papah” aneh. Apa ini tandanya cinta?. Tapi saat dia mencoret di tanganku akhirnya tanganku tergores ujung pulpen yang tajam dan berdarah, walau darahnya sedikit, namun dia berlari mengambil tissu dan mengelap tanganku dan meniupinya sambil berkata “maafkan aku”, aku bilang tenang ini kan luka kecil kok kamu sepanik itu? Dia pun mulai merah wajahnya, entah darimana awalnya aku pun merasakan sebuah cinta dan sayang darinya.

Esok harinya tanpa buang waktu aku pun menyatakan cinta, namun bukan dengan tatap muka sekaligus karena waktu itu hari libur. Lewat sms biasa anak muda jaman sekarang teknologi yang begitu canggih, akhirnya kami pun menjalin cinta yang indah, waktu itu kami pun seperti biasanya berpacaran, namun setelah kami ujian nasional kami tak bisa lagi bertatap muka, tak ada lagi canda tawanya dan tak ada lagi dia di hadapanku saat aku masuk pintu. Hanya bisa lewat dunia maya. Akhirnya kami pun mengakhiri hubungan ini di sebuah jalan kecil di dekat rel kereta dekat sekolah kami. Awalnya kami tertawa dan menganggap semuanya baik baik saja. Tapi sedetik setelah itu kami terdiam karena kami harus benar benar terpisah dia pun tertunduk dan bicara apakah kita kan bertemu? Aku menjawab sebaiknya tidak usah. Dia pun menangis dan memelukku tuk terakhir kalinya di jalan itu dan berkata “aku tak ingin kehilanganmu” aku berkata aku tak ingin menyakitimu semakin kau dekat denganku semakin hidupmu kan kosong tanpaku! Akhirnya dia terdiam dan kami pun terpaku dalam pelukan di sisi jalan itu tanpa berkata, sampai akhirnya kami pun melepaskan pelukan itu dan berkata “selamat tinggal”

Sampai saat ini aku tak pernah bertemu denganya meskipun aku merindukanya, aku tak ingin menemuinya karna ku tau semua perpisahan ini adalah karna ku yang tak mampu bertemu denganya setiap waktu. Itulah cinta monyetku berakhir dengan tangis dan pelukan hangat meski itu adalah akhir. Dan itulah cinta putih biru terkadang saat kita meninggalkan sekolahnya kitapun harus meninggalkan kisahnya dan mengenangnya.

Ini ceritaku ceritamu

Cerpen Karangan: Usep Sopiyan
Facebook: Https://www.facebook.com/usep.sopiyan
@usepsopiyan1
blog http://gaptekjenius.blogspot.com

Cerpen Cinta Monyetku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ma Dengarkan Aku

Oleh:
Aku terpejam dan merasakan setiap detik denyut nadi yang bekerja. Gemercik darah menetes, saat sayatan itu terbuka menganga di pergelangan tanganku. Seketika aku tak lagi mendengar denyut dari nadiku

Itu Kan Lukisan Wajahku

Oleh:
Boleh jadi aku dibilang kegeeran atau apalah… Tapi, aku yakin banget profil wajah yang dijadikan model dari puisi yang dipajang di majalah dinding itu adalah profil wajahku… Coba lihat

Hadirnya

Oleh:
Namaku Alya Nur Aini, aku seorang piatu, aku siswi SMPN 2 bina negara, aku merupakan siswi kelas 9F, kelas 9f adalah kelas unggulan di SMPN 2 bina negara. Aku

Akhir Penantian

Oleh:
“Ra nanti siang temenin gue ke toko buku yang deket kompleks rumah lo yaa” ajak Rinda. “siap nyonya, ntar sekalian gue juga mau cari buku musik terbaru” jawab Rara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *